
“Masuk kamarnya, kali aja Rahayu sudah tidur biar tidak kaget”.
Semua orang tersebut tertawa selepas kepergian Reno.
Kamar Rahayu
Ceklek pintu kamar terbuka.
Rahayu tampak terkaget saat mendengar suara pintu kamar terbuka dari luar. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat membayangkan akan tidur dengan orang lain yang sekarang adalah suaminya. Rahayu memiringkan tubuhnya menghadap ke tembok memejamkan matanya dengan sangat erat.
Ya Allah aku gugup sekali, apa yang akan terjadi setelah ini?, untung saja aku masih halangan. Jadi untuk sementara waktu bisa selamat. Bukan tak mau melayani suaminya hanya saja Rahayu ingin memberikan saat benar-benar sudah siap.
Mas Ren datang mendekat ke tempat tidur.
Satu langkah,
Dua langkah,
Tiga langkah, l
Lima langkah dan..
Sampailah mas Reno tepat di depanku. Meski aku pura-pura tidur dengan memejamkan mata tapi aku bia merasakan jika mas Reno sekarang ada di depanku dan sedang memperhatikanku.
Jantungku kembali berdetak semakin kencang, bahkan lebih kencang dari tadi.
“Kamu sudah tidur sayang?”. Tanya mas Reno yang masih dapat kudengar dengan sangat jelasnya.
Sebenarnya Reno juga tau jika Rahayu hanya pura-pura tidur saja, terlihat jelas dari punggung Rahayu yang menegang.
Reno tersenyum melhat tingkah laku istrinya, kemudian menundukkan diri di tepian ranjang tersebut dan merebahkan diri di sebelah Rahayu.
“Sayang “
Reno memanggilnya dengan suara lembut dan membelai kepala Rahayu yang masih lengkap dengan hijabnya.
Reno terkekeh geli melihat punggung Rahayu yang semakin menegang.
Sedangkan Rahayu semakin memejamkan matanya pura-pura tidak mendengar panggilan suaminya.
“Sayang istri sholeha itu tidak baik jika tidur harus membelakangi suaminya nanti dosa”. Bisik Reno tepat di telinga Rahayu yang membuatnya semakin tegang.
Rahayu menggeliat menggerakkan badannya dan memindah posisi menjadi berhadapan dengan Reno. Mendengar kata dosa membuat Rahayu ketakutan karena sekarang memang dia sudah sah menjadi istri Reno.
Reno masih tertawa dengan tengilnya menggoda Rahayu sedangkan Rahayu masih pura-pura tidur tak ingin membuka matanya.
Melihat Rahayu yang masih menutup mata membuat Reno semakin tertawa geli melihat tingkah istrinya. Reno memiringkan tubuhnya dan memeluk istrinya dengan erat.
Deg.
“Sayang sampai kapan mau pura-pura tidur seperti ini? Aku ini suami kamu”. bisik Reno dengan memeluk Rahayu.
Rahayu mencoba memberanikan diri untuk membuka matanya meskipun dengan jantung yang bergetar. Ini pengalaman pertama kali saat berada dalam satu kamar dengan orang lain dan begitu dekat sekali membuat grogi.
__ADS_1
“Aku malu mas”. Ucap Rahayu dengan menutup wajahnya.
“Kenapa harus malu? Aku kan suami kamu, kalau di kamar gak usah pakai jilbab apa lagi pas tidur lepas saja biar tidak gerah”.
Rahayu tersenyum “emang gerah sekali mana pakai baju tidur lengkap lengan panjang pula”.
Rahayu berjalan menuju meja riasnya dan membuka jilbabnya. Rambutnya terurai lurus dan panjang, lehernya terlihat sangat putih dan mulus.
Reno begitu kagum dengan kecantikan Rahayu meski tanpa polesan make up sedikitpun.
Sempurna dan natural.
Reno meregangkan tangannya, menyuruh Rahayu untuk mendekat padanya.
Satu langkah, tiga langkah, lima langkah Rahayu tampak malu-malu dan begitu tegangnya.
Reno yang tak kuasa dan gemas dengan tingkah istrinya kemudian menarik tangan Rahayu hingga jatuh pada pelukannya.
Membelai dengan lembut untuk pertama kalinya wajah cantik istrinya.
“Mas maaf aku sedang”.
“Aku mengerti”.
“Aku hanya ingin memelukmu”.
Reno memeluk dengan erat istrinya mencium leher putih yang begitu menggoda tersebut.
Rahayu hanya menganggukkan kepala saja.
Rileks sayang.
Wajah Reno semakin mendekat ke Rahayu, sedangkan Rahayu mulai memejamkan matanya untuk mengurangi rasa malu.
Reno menempelkan bibirnya pada Rahayu, kemudian tangan Reno menekan tengkuk Rahayu. Reno sangat menikmati moment itu sungguh manis dan indah.
“Kamu cantik sekali sayang”.
Tangan Reno mulai bergerak menyentuh area-area yang sama sekali belum pernah tersentuh.
Reflek tangan Rahayu mengentikan aktivitas tersebut.
“Mas jangan, masih belum bisa nanti akan repot sendiri”. Bisik Rahayu tepat di telinga Reno.
Reno tersenyum menatap istrinya.
“Aku akan sabar sayang hanya menghitung hari”.
Akhirnya aktivitas tersebut berhenti sampai di situ, kemudian mereka berdua tertidur melanjutkan mimpinya karena lelah seharian mengikuti serangkaian acara pernikahan.
***
Keesokan harinya seperti biasa Rahayu akan terbangun sebelum subuh, meski tidak sholat tapi sudah menjadi kebiasaanya untuk bangun pagi.
__ADS_1
“Bu hari ini mau masak apa?”. Tanya Rahayu menuju dapur untuk membantu ibunya.
“Masak yang nak Reno suka apa ya?”.
“Aku juga tak tau bu, bagaimana kalau masak nasi pecel saja bosan beberapa hari ini makan masakan hajatan yang bahan dasarnya kebanyskan mengandung ayam dan daging”.
“Iya wes bikin sambel pecel saja pakai peyek”.
“Yu buatkan suamimu kopi dulu sebelum bangun”. perintah ibu padaku.
“Mas Reno sudah bangun fari tadi bu sekarang masih di masjid”.
“Buatkan kopi dulu sana, biar nanti sampai masjid kopinya sudah siap”.
“Tidak usah repot-repot bu, mas Reno tidak minum kopi”, jawabku dengan santai.
“Kalau tidak minum kopi ya dibuatkan teh nduk biar anget”.
“Oh iya bu Rahayu siapkan”.
Beberapa menit kemudian mas Reno bersama bapak kembali dari masjid setelah menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
“Tehnya mas silahkan diminum”. Rahayu menyodorkan segelas teh pada suaminya.
“Trimakasih istriku”. Balas Reno dengan senyum.
Harusnya dari dulu saja aku move on kalau begini ah sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, semoga dimanapun kamu berada mas kamu akan bahagia dengan hidupmu yang baru.
Acara ngunduh mantu akan dilakukan minggu depan di kediaman rumah Reno, keluarga Reno sudah mempersiapkan semuanya dari mulai gedung, catering dan segala perintilan lainnya semuanya sudah siap.
“Sayang mumpung aku masih libur mau jalan-jalan ke mana istriku yang cantik ini?”.
Wajah Rahayu memerah pagi-pagi sudah di gombalin.
“Kemana saja aku ikut mas”.
Menjelang pukul sembilan pagi Rahayu dan Reno bersiap-siap untuk pergi sebentar keluar rumah mencari udara segar hanya sekadar jalan-jalan di alun-alun kota untuk menikmati beberapa kuliner yang ada, dan ingin menebus rasa bersalah Rahayu pada Reno selama ini terlalu sering menghiraukannya.
Mereka berdua berjalan-jalan di alun-alun kota yang hanya berjarak sepuluh kilo meter dari rumah Rahayu.
“Anggap saja ini DP honeymoon ya sayang”.
“Ah iya mas begini saja aku sudah senang”, jawab Rahayu.
Ketika mereka berdua sedang menikmati minum es degan di tepi alun-alun ponsel Rahayu bergetar, rupanya adiknya yang menghubungi.
“Assalamualaikum dik, ada apa?”.
“Mbak ada paket untuk mbak Rahayu aku taruh di kamar ya”.
“Paket?”.
Hayo paket dari siapa?
__ADS_1