Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
58


__ADS_3

Sepanjang hari aku memikirkan perkataan orang tuaku dan mas Reno, sepertinya mas Reno Benar-benar serius dengan ucapannya dan orang tuaku menerima dengan tangan terbuka penuh kebahagian maksud kedatangan ma Reno. Namun sayangnya aku sama sekali belum siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


Jiwa dan ragaku belum mampu menerima mas Reno seutuhnya. Aku sungguh belum benar-benar siap dengan hubungan semacam ini.


Sepertinya aku harus lekas meluruskan pada mas Reno tentang hubungan ini sebelum semakin jauh dan membuat banyak hati yang terluka. Lusa saat aku kembali ke tempat kerja akan ku coba untuk mengatakan pada mas Reno apa yang sesungguhnya ku rasakan. Aku akan mencoba jujur tentang semuanya tentang pemilih hatiku yang sebenarnya.


Saat berada di rumah tidak banyak aktivitas yang ku lakukan, aku hanya sesekali membantu pekerjaan ibu seperti memasak dan mencuci baju selebihnya sudah dikerjakan oleh adik-adikku yang memang sekarang sudah besar-besar. Selain membantu ibu aku juga menyempatkan waktu untuk mengajak ibu berbelanja ke pasar.


Memberikan kebebasan pada ibu untuk membeli semua barang-barang dan kebutuhan rumah yang memang di perlukan. Ada kepuasan tersendiri saat bisa membelanjakan dan memanjakan ibu beserta adik-adikku. Mungin ini yang sedang di rasa mas Reno ketika ingin memanjakan aku, tapi sayangnya aku yang belum siap.


Banyak waktu luang saat berada di rumah, sebagian besar aku habiskan untuk berselancar di dunia maya, sesuatu yang jarang sekali aku lakukan kecuali saat hari sabtu atau minggu.


Aku memiliki beberapa akun media sosial, namun sama sekali tidak pernah mengunggah foto di sana, karena memang aku tak gemar berfoto dan tak memiliki foto yang layak untuk di pamerkan di media sosial.


Beberapa akun media sosial ini ku buat khusus hanya untuk memantau grup lomba pimnas dulu, mbak Eki dan tentunya yang tersayang mas Andika. Aku berharap dengan stalking pada akun mbak Eki atau memantau grup lomba pimnas akan menemukan kabar dari mas Andika.


Aku kembali membuka akun medis sosial mbak Eki yang sudah lama tak kunjungi, namun sayangnya aku tidak menemukan apa-apa di sana. Seperti biasa hanya ada foto mbak Eki sendiri dan beberapa teman-temannya tanpa ada satupun foto seorang laki-laki di sana.


Aku membuka grup pinas di sana tapi sayangnya hasilnya sama-sama nihil rupanya grup ini sudah lama tak berpenghuni hingga menyisakan aku saja sebagai sarang penyamun tanpa ada anggota yang lainnya.


Ku beranikan jari-jariku untuk menekan icon “gabung”, bergabung pada grup himpunan alumni mahasiswa pertanian berharap di sana menemukan sesuatu yang sedang aku cari-cari selama ini.


Tak berselang lama permintaan gabung grup di terima. Mataku terbelalak membaca pengumuman yang baru saja di post oleh adim grup tersebut.

__ADS_1


“Hay teman-teman seperjuangan dimanapun kalian berada, apa kabar rekan-rekan semuanya?, semoga selalu sehat sentausa serta dalam lindungan Allah. Teman-teman mimin mau kasih kabar bahagia untuk kalian semua nih, bagi angkatan pertanian 2010, 2011 dan 2012 akan diadakan temu alumni yang bertepatan pada tanggal 29 Desember 2022 tepatnya di hotel Ibis Malang. Jika teman-teman ada waktu senggang dimohon kehadirannya pada pukul 19.00 WIB untuk reuni kecil-kecilan dan temu kangen dengan sahabat-sahabat seperjuangan dulu. Acara tidak di pungut biaya alias gratis dari khas bulanan yang dikirim oleh rekan-rekan alumni. Bagi yang rindu dengan ketua himpunan 2010, 2011 dan 2012 bisa segera datang untuk temu kangen melepas rindu yang kian melanda asek.


NB: Untuk yang fix hadir silahkan tinggalkan komentar dan nomor yang bisa di hubungi ya agar bisa di list oleh panitia penyelenggara trimakasih samapi berjumpa teman-teman tak sabar rasanya ingin bertemu kalian semua.


Aku berulang-ulang membaca pengumuman tersebut, tanganku bergetar hebat rasanya ponselku tak mampu untuk aku genggam. Aku kembali membaca pengumuman tersebut dan men screenshot pengumuman itu.


Ketua himpunan jurusan pertanian 2010, 2011 dan 2012 pasti akan datang, mas Andika datang dong, dia kan ketua himpunan 2010. Oh Tuhan benarkah ini?.


Aku kembali membacanya perlahan-lahan dan memang benar adanya ketua himpunan 2010 dipastikan akan datang menghadiri temu alumni di Malang.


Mas Dika akan ke Malang tanggal dua puluh sembilan, aku kembali membuka ponselku dan melihat kalender di sana, tanggal dua puluh sembilan aku masih cuti bertepatan dengan hari kamis dua hari lagi dari sekarang. Gas aku ikut temu alumni itu.


"Yes ketemu mas Andika".


Terlampau bahagia hingga aku lupa jika sekarang seang berada di rumah tidak mengkondisikan suaraku.


“Ah tidak ada apa-apa bu Rahayu sedang menonton drama korea”. Jawabku pada ibu tanpa berniat untuk membuka pintu kamarku.


“Yakin nduk tidak ada apa-apa?, kalau ada apa-apa panggil saja ibu ya, ibu ada di ruang tamu”.


“Iya bu”, jawabku dengan singkat.


Penantianku selama tujuh tahun akan lekas berakhir, aku akan bertemu dengan mas Dika. Hatiku sangat sangat bahagia sekali mungkin aku lebay tapi itulah kenyataan yang ada aku bahagia sekali.

__ADS_1


Aku bahagia.


Aaaa aku bahagia sekali.


Mas Anika mas Andika akhirnya kita akan bertemu kembali setelah sekian lama takdir memisahkan kita huhuhu.....


“Nduk kamu kenapa?”. Ucap ibu yang berada di belakang pintu mengkhawatirkan keadaanku yang belum sepuluh menit berlalu tertawa-tawa sekarang menangis tersedu-sedu.


“Rahayu tidak papa bu, hanya sedang menjiwai melihat drama korea”. Ucapku pada ibu tak ingin membuatnya khawatir.


Aku kembali menatap foto mas Dika dan fotoku dulu, foto yang diambil ketika kita manjadi Rama dan Shinta di Batu Malang.


“Oh Rama akankah kamu akan menjemput Shinta setelah acara temu alumni lusa?”.


Aku mengelus-elus foto kami berdua. Foto yang selalu bersemayam di dompetku dan kubawa kemana saja setiap langkah kakiku melangkah.


Aku menangis dan melamun cukup lama kemudian aku tersadar belum mengisi komentar dan meninggalkan nomor ponselku di sana. Dengan sigap jari-jariku lekas menulis komentar “siap hadir” dan meninggalkan nomor ponsel di sana.


Perasaanku Benar-benar bahagia kala itu, aku benar-benar melupakan mas Reno sepenuhnya. Pikiranku hanya terisi oleh sosok Andika dan Andika seorang.


Beberapa pertanyaan mulai hinggap di kepalaku bagaimana jika nanti mas Dika sudah berkeluarga memiliki pasangan bahkan mungkin juga membawa anak? Atau bagaimana jika mas Dika masih seutuhnya menjadi kekasih mas Eki?”.


Deg deg...

__ADS_1


__ADS_2