Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Kabar Reno


__ADS_3

Setelah ayah dan mas Reno berangkat kerja aku memilih untuk belakang mengambil beberapa alat kebersihan dan bersiap-siap untuk membersihkan rumah.


“Loh Rahayu kamu mau ngapain nak?”.


Sapa bunda yang saat itu kebetulan sedang lewat ruang tamu.


“Mau bersih-bersih rumah bun”.


Jawabku dengan nyengir.


“Duh ngapain bersih-bersih, biar mbak saja nanti yang bersih-bersih. Bunda cari mantu nak bukan cari babu”.


Jawab bunda mas Reno lekas meraih alat-alat kebersihan tersebut dan meletakkan kemabli pada tempatnya.


“Kamu bingung ya mau ngapain?”.


Aku hanya menganggukkan kepala saja dengan di iringi senyuman termanis yang aku punya, bagaimana bisa baru beberapa hari di rumah aku sudah bosan. Mungkin karena aku terbiasa dengan ritme kerja pagi pulang malam begitu terus selama beberapa tahun terakhir ini.


“Sini saja bantu bunda siram tanaman”.


Bunda lekas membawaku ke taman belakang rumahnya, rupanya di sana banyak sekali bunga-bunga koleksi bunda yang berbaris dengan begitu rapinya.


Di area tersebut hampir semua tamanan ada anggrek dengan berbagai jenis dan warna, Monstera Varigata atau orang biasa menyebutnya janda bolong, beberapa jenis bonsai dengan bentuk yang lucu-lucu, gelombang cinta dan masih banyak lagi tanaman yang lainnya.


“Bunda suka koleksi bunga ya?”.


“Iya bunda suka sekali dengan bunga, kamu tau tidak Yu makna bunga itu apa untuk kehidupan?”.


Bunga merupakan lambang dari sebuah kasih sayang. Keindahannya mampu memberikan kesejukan seakan-akan ada kedamaian di dalam nya. Tanaman dan bunga juga dapat di jadikan sebagai simbol atau lambang, misalnya.


Bunga mawar merah adalah simbol dari cinta, keindahan dan hasrat. Inilah kenapa yang menyebabkan bunga warna merah sering di gunakan untuk mengungkapkan perasaan antar pasangan.


Bungga lili adalah simbol dari kebangkitan atau biasa di gunakan saat acara pemakaman. Sedangkan bunga melati merupakan lambang dari kesucian dan cinta yang manis.


Bunga sakura merupakan simbol dari harapan kerana warnanya yang cerah dan jika mekar secara bersamaan akan menghadirkan suasana yang romantis. Selain itu bunga sakura juga menjadi pengikat bahwa kehidupan yang kita miliki saat ini patut kita syukuri.


Rahayu mendengarkan dengan begitu seksama cerita dari bunda Reno sesekali dia mengambil beberapa daun dari tanaman tersebut yang tampak menguning agar tidak merusak tanaman yang lain.


“Yu setelah ini kamu mau ngapain? Maksud bunda kegiatan apa yang akan kamu pilih?”.


“Belum tau bun, aku masih bingung”.


“Kamu bisa melanjutkan sekolah lagi jika kamu mau, meski tidak ada universitas negri di Gersik kamu bisa mengambil di Surabaya tidak terlalu jauh juga”.


“Nanti Rahayu diskusikan dulu bun dengan mas Reno, bagaimana baiknya”.


“Iya jangan buru-buru, jangan capek-capek pula. Nikmati masa-masa pengantin baru kalian, sukur-sukur bisa lekas kasih bonus cucu buat bunda”.


Rahayu hanya tersenyum mendengar perkataan bunda.

__ADS_1


“Yu Reno sudah membeli rumah baru untuk tempat tinggal kalian nanti, apa dia sudah cerita pada kamu?”.


Aku hanay menggelengkan kepala saja.


“Iya nak Reno sudah membeli rumah baru untuk kalian sebulan yang lalu sebelum kalian menikah, rumah itu sekarang masih tahap renovasi. Reno menginginkan rumahnya di desain seperti apa apa yang melambangkan dirimu”.


“Letak rumah itu tidak jauh dari sini sekitar tujuh kilo meter saja, nanti kalau sudah pindah sering-sering main ke sini ya”.


Rahayu begitu terharu dengan penuturan buda Reno.


Rupanya mas Reno benar-benar begitu mencintanya. Tak terasa sudut matanya berembun mengeluarkan air mata bahagia.


Selama berkebun mereka membicarakan banyak hal baik tentang Reno maupun tentang kehidupan lainnya.


Menjelang pukul sebelas siang bunda mengajak untuk keluar membeli beberapa keperluan rumah yang memang sudah habis. Rahayu dengan begitu senangnya menemani bunda berbelanja.


Kali ini mereka memilih tempat belanja yang lumayan cukup jauh dari bisanya, Bunda dan Rahayu memilih untuk berbelanja kebutuhan bulanan rumah di Surabaya sekalian bunda ingin memberikan Rahayu hadiah untuk perawatan tubuh.


Siang itu perempuan beda generasi tampak sedang asik berbelanja, Rahayu dengan sigap mendorong troli sedangkan bunda tampak antusias memilih beberapa barang yang memang di butuhkan.


Setelah di rasa semua kebutuhan rumah sudah tercukupi, bunda dan Rahayu menuju tempat penjual baju. Bunda memilih baju banyak sekali untuk Rahayu dari berbagai macam warna dan model.


“Coba dulu nak”. Bunda menyerahkan hampir sepuluh potong baju untuk aku coba.


Tak ingin mengecewakan bunda, dengan senang hati aku mencoba semua baju yang bunda pilihkan.


“Wah kamu cantik sekali sayang”. Puji bunda kala itu.


“Baju kedua gamis lengkap dengan hijabnya warna biru”.


“Baju ketiga kemeja panjang warna nude dengan celana warna broken white”.


Hingga baju kesepuluh Rahayu coba semuanya.


“Jadi mau yang mana bu”. Tanya petugas butik tersebut pada bunda.


“Bungkus semua mbak saya mau kasih hadiah untuk mantu saya”. Titah bunda Reno.


“Jangan bun kebanyakan, satu saja”.


Mendengar itu bunda Reno begitu terharu, karena biasanya wanita akan senang sekali ketika di belikan sesuatu.


“Baiklah mbak bungkus saja semua”.


“Oh ya tambah lagi baju untuk dinas malam”.


Rahayu begitu malu ketika di suruh bunda untuk memilih baju-baju tersebut.


Tak sabar dengan itu bunda menyuruh semua jenis baju dinas malam yang ada di toko tersebut satu-satu dengan warna yang berbeda.

__ADS_1


Kedua perempuan itu berlalu dan meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut menuju tempat perawatan.


Kali ini bunda kembali memanjakan Rahayu dengan perawatan full body.


Berdering


“Bun mas Reno telfon”.


“Angkat saya nak”.


“Assalamualaikum mas”.


“Wassalamu'alaikum sayang, istriku yang cantik ini lagi apa sekarang?”


“Aku lagi di mall mas, di ajak bunda belanja sekalian perawatan”. Jawabku dengan malu-malu.


“Wah persiapan untuk nanti malam ya sayang, baiklah kalau kamu sudah mempersiapkan segalanya mas akan pulang lebih awal, mungkin setelah magrib sudah sampai rumah”.


“Assalamualaikum mas”.


Rahayu lekas menutup panggilannya karena malu.


Sesampainya di rumah Rahayu lekas membantu bunda menata barang belanjaannya di dapur dan menata beberapa baju yang dibelikan bunda tadi di kamar.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore Rahayu sudah bersiap dengan begitu cantiknya dengan memakai baju yang dibelikan bunda tadi, tak lupa sedikit memoles wajahnya agar lebih segar.


Bel berbunyi, Rahayu lekas membuka pintu rumah, ternyata ayah yang datang.


“Reno belum sampai?”


“Belum yah, tadi bilangnya habis magrib”.


Isyak berlalu, Rahayu kira bisa sholat berjamaah dengan Reno, karena tadi Reno mengatakan akan pulang setelah magrib ternyata Reno belum pulang juga.


“Yu kok Reno belum pulang juga ya, kamu sudah menghubungi? Tidak biasanya dia pulang telat”. Ucap bunda.


“Sudah bun, tapi ponselnya tidak bisa di hubungi, mungkin baterainya habis”.


Jam delapan..


Jam sembilan.


Jam sepuluh berlalu ponsel mas Reno sama sekali tidak bisa di hubungi.


Beberapa menit kemudian ada panggilan masuk.


“Assalamualaikum, apa benar ini Rahayu istri dari Reno, kami dari kepolisian”.


Deg.

__ADS_1


__ADS_2