
Malam pun tiba setelah malakukan kewajibanku sebagai seorang muslim hatiku gamang untuk memutuskan mau datang atau tidak ke acara ulang tahun fakultas. Sebenarnya aku malas sekali untuk menghadiri pesta tersebut tapi aku sudah berjanji pada Nina dan Sari untuk datang.
Berdering...suara panggilan telfon berdering berkali-kali.
Rupanya Nina benar-benar berniat untuk datang ke acara ulang tahun fakultas tersebut.
“Assalamualaikum”, sapaku pada Nina.
“Wassallam, Yu kamu dimana? Siap-siap ya bentar lagi aku jemput, tunggu di depan gang kos kamu ya”. Aku belum sempat memberi jawaban pada Nina tapi anak itu sudah menutup sambungan telfonnya saja.
Aku masih merebahkan tubuhku di atas kasur rasanya enggan sekali untuk beranjak mungkin karena gaya tarik kasur lebih besar dari pada gaya tarik pensi di fakultas. Setengah jam berlalu aku masih dalam posisi yang sama enggan untuk lekas bersiap-siap.
Selain malas untuk berganti pakaian sebenarnya aku takut jika saat pensi nanti bertemu dengan mas Andika dan mbak Eki rasanya hatiku belum siap menerima kenyataan yang ada.
“Rahayu bener-bener kamu ya, susah banget di ajak senang-senang, ayo cepat ganti baju kamu aku tungguin di sini tidak ada tapi”, tiba-tiba Nina mendatangi kamar kos ku.
“Katanya tunggu di depan gang kok sudah masuk aja kamu Nin”, aku yang masih kaget melihat kedatangan Nina yang tiba-tiba karena rencana dari awal kami akan bertemu di depan kos.
“Dih keburu karaten aku menunggu kamu di depan kos sekarang saja masih belum ganti baju, belum dandannya belum pakai jilbabnya, jam berapa ini Rahayu nanti kita tidak dapat tempat di depan kalau kamu terlambat begini”, Nina memberi ceramah panjang dan lebar padaku saat dikamar.
“Iya bentar aku siap-siap dulu, lagian acaranya ngapain aja sih kamu kok buru-buru sekali”, ujarku sambil bersiap-siap memilih baju dan kerudung untuk dipakai.
“Nanti itu ada grup band anak floice fakultas kita itu, tau gak anaknya ganteng-ganteng dan keren lo”.
“Kamu kambing di kasih celana juga pasti di bilang keren dan ganteng Nin”. Ucapku meledek Nina.
__ADS_1
“Beda tau ini tuh anaknya keren-kere dan ganteng lagunya juga macem-macem nanti yang dinyanyikan, cari hiburan lah Yu cuci mata gitu biar gak belajar melulu bosen tau, eh Yu suara kamu kan bagus nanti ikutlah nyanyi dikit gitu biar maki rame suasananya”.
“Ogah”, jawabku singkat jelas dan padat.
Dua puluh menit berlalu aku sudah selesai bersiap-siap kami lekas berangkat menuju kampus, rupanya Sari sudah berangkat dulu karena terlalu lama menunggu kami di gang tadi.
Sesampainya di depan fakultas kami disambut dengan suara sound system yang sangat menggelegar dengan lagu-laku khas anak muda. Sepanjang gedung A hingga gedung F terdapat banyak sekali pameran makanan, mulai dari makanan ringan cemilan, makanan khas daerah dan beberapa makanan kekinian yang lagi viral kala itu.
Diantara gedung D dan gedung F terdapat boot foto untuk semua mahasiswa yang ingin bersua foto di sana lengkap dengan beberapa atribut yang mendukung untuk foto, hanya saja harus antri terlebih dahulu karena banyak sekali yang berminat untuk foto di sana.
Aku Sari dan Nina sudah berkumpul bersama, kami hendak mengantri untuk berfoto bersama antrian lumayan sangat panjang, tapi demi kenang-kenangan kami rela belum tentu tahun depan ada lagi acara praha seperti ini. Kami foto dengan dengan gaya yang bermacam-macam dari mulai gaya formal hingga gaya tidak jelas sampai aku sendiri malu melihat hasilnya.
Dibalik kerumunan mahasiswa yang datang, dekat dengan pohon cemara ada seseorang yang memperhatikan setiap gerak-gerik Rahayu, tampak dari jauh dia juga mengambil beberapa foto Rahayu yang sedang berpose di boot foto tadi, siapa lagi kalau tidak Andika.
“Kamu cantik sekali Rahayu”, gumamnya dalam hati dan lekas memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.
Halaman fakultas begitu ramai malam itu meski acara inti belum dimulai tapi sudah banyak sekali mahasiswa yang mulai datang ke sana. Ada begitu banyak mahasiswa yang datang bahkan sebagian dari mereka berasal dari fakultas yang berbeda. Ada satu hal yang menarik pengunjung untuk datang ke acara ini yaitu performance band Atmosfir.
Acara pertama dibuka dengan sambutan dari dekan fakultas dan beberapa perwakilan dosen yang datang malam itu, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama sebagai simbolitas bentuk sukur atas bertambahnya usia fakultas kami.
Tidak banyak hal yang disampaikan oleh dekan dan beberapa dosen malam itu beliau-beliau hanya berpesan pada kami untuk selalu berkreativitas dan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan beberapa performance tari-menari dari beberapa teman-teman jurusan. Ada beberapa tari tradisional dan modern kala itu, semua pengunjung tampak bersorak melihat beberapa perwakilan teman-teman kami yang sedang menari.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemilihan Raja dan Ratu fakultas kami, ada beberapa kontestan dalam lomba ini, suasana masih sangat ramai tapi entah mengapa aku masih merasa kesepian di tengah keramaian ini.
__ADS_1
“Selamat malam teman-teman apa kabar semuanya”, sapa MC dalam acara mencoba menghidupkan acara biar semaki rame.
“Malam juga”, jawab beberapa pengunjung.
“Baik-baik biar tidak loyo nanti ketika saya tanya apa kabar? Teman-teman jawabnya sehat semangat luar biasa gitu ya”, instruksi dari mc acara pada pengunjung praha malam itu.
Baik mari kita mulai semuanya “apa kabar hari ini?”.
“Sehat semangat luar biasa”, begitulah jawaban kompak dari pengunjung yang datang dalam acara tersebut.
“Baik-baik waktu sudah semakin malam langsung saja ya kita umumkan raja dan ratu fakultas pertanian tahun ini, hayo siapa tebak siapa yang berhak jadi raja dan ratu tahun ini?”.
“Andika Andika Andika”, teriak dari pengunjung wanita yang datang.
“Hurt ternyata mas Andika ada disini juga”.
“Baik -baik berdasarkan hasil voting dari mahasiswa yang telah memberikan aspirasinya raja dan ratu tahun ini jatuh pada? Pada? Pada?”
“Gitu aja terus lama sekali kapan kelarnya ini acara”, guman Rahayu dalam hati.
“Tentu saja pasangan yang sangat romantis dari jurusan kita Raja Andika dan Ratu Eki Nevitasari”, suara riuh tepuk tangan dari beberapa pengunjung semakin membuat suasana semakin ramai.
“Benar saja dilihat dari sudut padang manapun mereka sangat cocok menjadi pasangan raja dan ratu, benar-benar serasi ganteng dan cantik sama-sama memiliki aura yang bagus, apalah daya aku yang hanya seorang ah sudahlah, harusnya aku tadi tidak datang ke acara ini bukannya dapat hiburan yang ada hatiku malah terpuruk”, tanpa terasa mata Rahayu sudah mulai berembun melihat Andika dan Eki yang berada di atas panggung sedang bergandengan memakai mahkota.
“Selamat kepada Andika yang terpilih menjadi raja dan Eki sebagai ratu tahun ini, silahkan memberikan sedikit sapaan kepada semua pengunjung yang datang”.
__ADS_1
Andika lekas mengambil mick.