Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Pagi yang hangat


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandang, seperti biasa Rahayu akan bangun lebih awal dari semuanya. Senyum hangat terpancar dari wajahnya kala mendapati seorang lelaki yang tengah tidur dengan pulasnya sambil  memeluknya dengan begitu posesif.


“Masyaallah beginikah nikmatnya menikah”. Sejenak Rahayu memandang wajah teduh pria di sampingnya yang kini bergelar suami tersebut.


“Mas bangun mas, sudah subuh”.


Rahayu menggoyang-goyangkan tubuh Reno dengan pelan, mencoba membangunkan sang suami. Rupanya Reno tertidur begitu pulasnya karena lelah dengan serangkaian acara resepsi.


“Sudah subuh ya sayang?”.


Rahayu hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Aku siap-siap sholat dulu ya, kamu tunggu di sini saja sebentar”.


Reno bergegas menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dan menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah. Kebiasaan Reno setelah sholat subuh pasti menyempatkan diri untuk membaca surat waqiah dan beberapa surat lainya.


Sesudah menjalankan aktivitas seperti biasanya Reno kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan meja rias menyisir rambut panjangnya.


“Mas mau di buatin teh atau susu?”. Tawar Rahayu pada suaminya, dia sudah tahu jika Reno tidak minum kopi.


“Sebenarnya aku ingin susu yang langsung dari pabriknya”. Goda Reno pada istrinya.


Pipi Rahayu langsung memerah seketika, bagaimana bisa dia harus mendengar ucapan itu dari seorang laki-laki.


“Mas”. Rengek Rahayu dengan manjanya.


“Aku mau di temenin sama kamu saja sayang di sini”. Reno lekas memeluk Rahayu dengan begitu eratnya.


“Cium tangan dulu dong, kan habis sholat”.


Reno kembali merenggangkan pelukannya dan mengulurkan tangannya pada Rahayu dan kemudian mencium keningnya dengan begitu mesranya.


“Dulu aku slalu berdoa pada sang pencipta, Ya Allah bila nanti aku merasakan jatuh cinta pada cinta yang baik, maka jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya”.


“Kemudian aku menemukanmu, aku mulai mencintaimu tapi sayangnya kamu belum cinta sama aku. Aku tidak menyerah karena aku yakin kamulah ciptaannya yang terbaik untukku. Aku terus memperjuangkan mu hingga bisa memilikimu sekarang”.


Reno kembali memeluk istrinya dengan manja.


“Mas jadi bagaimana mau minum teh atau susu?”. Tawar Rahayu kembali.


“Teh aja sayang tolong bawa ke kamar saja ya”.

__ADS_1


“Malu mas yang lain sudah menunggu di luar”.


“Mereka pasti memaklumi pengantin baru”.


Ucap Reno yang membuat wajah Rahayu semakin merona tiada terkira.


Beberapa menit kemudian Rahayu kembali dengan membawa segelas teh hangat dan kue pastel. Mereka berdua menuju balkon kamar dan berbincang bersama.


“Kenapa hanya bawa satu minuman sayang?”.


“Karena aku ingin minum segelas denganmu mas”.


Rahayu meletakan satu gelas teh di depan meja mereka.


Kemudian


Rahayu menatap Reno dengan begitu dalamnya. Mata mereka kembali bertemu terpancar rasa sayang keduanya. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keadaan perlahan hati Rahayu luluh dengan perlakukan baik Reno padanya selama ini.


Ketika seorang suami dan istri saling berpandangan dengan penuh cinta, Allah akan melihat mereka dengan belas kasih (HR. Bukhari).


“Taukah kamu apa yang membuatku mencintaimu dengan begitu dalamnya?”.


“Apa mas?”.


“Sayang bolehkan aku meminta sesuatu padamu?”.


“Apa mas”.


Berhentilah bekerja, sungguh aku mampu untuk membiayai segala kebutuhanmu dan keluarganya. Aku berjanji akan memenuhi semuanya dengan sangat layak. Jika pada suatu hari aku tak menepati janjiku untuk dapat memenuhi kebutuhanmu secara layak, aku hanya minta padamu untuk bersabar menerima keadaan.


Reno meraih tangan Rahayu dan mencium punggung tangan tersebut.


Aku tak rela jika harus melihatmu pergi dari pagi hingga menjelang malam untuk mengais rezeki di luar sana. Jika kamu mulai merasa bosan dengan rutinitas yang ada di rumah kamu bisa memilih untuk melanjutkan sekolah kembali atau membuka usaha sendiri.


Rahayu tampak mulai berfikir dengan permintaan suaminya.


“Kenapa aku tidak boleh bekerja mas?”.


“Sebenarnya tidak ada larangan bagi wanita untuk bekerja. Ada salah satu alasan kenapa wanita harus bekerja? Karena dia ingin membantu suaminya untuk menopang perekonomian keluarga, sedangkan kamu tau kondisi perekonomian ku sudah lebih dari cukup sayang”.


“Tapi mas orang tuaku punya harapan yang lebih ketika aku dulu bisa sekolah sampai bangku kuliah, orang tua pasti akan bangga ketika melihat anaknya bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri. Mas tau kan bagaimana kondisi keluargaku dulu sampai bisa seperti sekarang ini”.

__ADS_1


“Orang tua akan lebih bahagia ketika melihat anaknya bahagia, percayalah tanpa harus bekerja di luar rumah kamu sudah mampu membuat mereka bahagia. Kamu bisa membuat mereka bahagia dengan memberikan mereka cucu-cucu yang lucu dan mengemaskan. Kamu juga bisa membuka usaha sendiri. Bukankah jika sudah menikah wanita harus patuh pada suaminya”.


“Tapi mas, bagaimana nanti jika bapak dan ibu memerlukan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhannya?”.


“Sayang ada aku yang siap membantu mereka, bukankah aku juga sekarang menjadi bagian dari anak mereka”.


“Sayang jika kamu bekerja, kamu akan menghabiskan lebih dari delapan jam waktu diluar rumah bahkan bisa lebih, sedangkan waktu bersamaku hanya tinggal berapa jam saja. Aku ingin bersamamu di sisa waktuku”.


“Kan hanya delapan jam mas masih sisa banyak waktu selama satu hari”.


“Kamu tidak menghitung waktu untuk tidur waktu untuk di jalan?. Waktu tidur yang baik itu berapa jam?”.


“Delapan mas”.


“Sudah enam belas jam waktu yang akan kamu habiskan tampa aku, waktu untuk bekerja dan waktu untuk tidur, sedangkan waktu denganku bersisa berapa lama?”.


“Kan tidurnya sama kamu mas”.


“Kita memang tidur berdua, tapi kita tidur untuk diri kita masing-masing, kita tidur untuk mengistirahatkan badan meskipun dalam ranjang yang sama”.


“Tapi mas bagaimana kalau nanti aku bosan”.


“Kamu bisa melanjutkan sekolah lagi sayang, kamu bisa menjadi guru kelak untuk anak-anak kamu. Percayalah aku akan berusaha untuk memenuhi segala kebutuhanmu dan keluargamu”.


"Aku tak rela bila istriku yang cantik ini di nikmati orang lain kecantikannya. Kamu juga bisa belajar membuka bisnis baru sayang dengan bekerja dari dari rumah, aku siap menjadi investornya".


Reno memeluk Rahayu dengan posesifnya.


“Aku ingin menghabiskan hari-hariku hanya bersamamu sayang, jadi tolonglah kabulkan sesuatu yang menjadi harapanku ini”.


Bisik Reno di telinga Rahayu.


Pagi itu pengantin baru sedang menikmati paginya dengan minum teh dan makan pastel basah di atas balon kamar mereka.


Mas keluar yuk, aku malu matahari sudah naik tapi kita masih di kamar, nanti orang akan berfikir macam-macam.


Rengek Rahayu dengan begitu manjanya pada Reno yang membuat Reno tak kuasa untuk tidak mengabulkan permintaannya.


Pasangan pengantin bari itu pun keluar kamar bersamaan.


Ceklek.

__ADS_1


Dan.


__ADS_2