Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
Ujian PKL


__ADS_3

Enam puluh menit berlalu Rahayu dapat dengan mudah menghadapi ujian praktek kerja lapang ini, dalam ruangan tersebut hanya ada satu dosen penguji, satu dosen pembimbing dan Rahayu sebagai peserta ujian. Terdapat tujuh pertanyaan yang di ajukan oleh dosen penguji dan pembimbing semuanya dapat di jawab dengan mudah.


Persiapan yang dilakukan berhari-hari bahkan sebelum mendapat jadwal ujian membuat semua yang ada di laporan praktek kerja lapang dapat dikuasai dengan mudah.


Rasa lega menghampiri Rahayu setelah dapat menyelesaikan satu tahap menuju tingkat selanjutnya. Tak lupa Rahayu mengabadikan foto untuk dokumentasi dengan dosen pembimbing dan penguji sebelum meninggalkan ruang sidang tersebut sebagai kenang-kenangan.


Dosen pembimbing dan penguji pergi meninggalkan ruang sidang tersebut setelah semua proses ujian selesai dilakukan. Rahayu berkemas membereskan beberapa file dan mematikan lcd proyektor sebelum keluar ruang sidang. Di luar rungan tampak dua sahabat yang sudah menunggu Rahayu keluar dari ruangan tersebut.


“Gimana-gimana lancar, apa ada kesulitan? Di tanya aneh-aneh tidak?”, tanya Nina dan Sari pada Rahayu yang baru saja membuka pintu ruangan tersebut.


“Alhamdulilah lancar tidak ada yang aneh semua ada di laporan praktek kerja lapang”, ucapnya dengan wajah full senyum.


“Yu apa kamu tidak mau memberi sedikit semangat sama mas Andika dia akan sidang skripsi sebentar lagi”. Nina dengan penuh hati-hati mengutarakan pendapatnya.


Rahayu hanya mengerutkan dahinya saja mendengar pendapat Nina.


“Sebagai ucapan trimakasih gitu Yu, karena mas Andika rela mengundur jadwal ujiannya demi mengosongkan ruang sidang ABC untuk kamu ujian barusan”. Sari memberitahukan siapa orang yang rela mengundur jadwal ujian untuk dirinya.


“Jadi mas Andika yang memberikan tempat ini untuk aku ujian”. Batin Rahayu dalam hati, sebenarnya aku ingin sekali mengucapkan trimakasih ataupun sekedar memberikan semangat pada mas Andika tapi aku takut, aku takut sikapku akan membuat hubungan mas Andika dan Eki kembali bergejolak.

__ADS_1


Rahayu hanya menggelengkan kepalanya saja dan bergegas meninggalkan kampus.


***


POV Andika


Hari ini aku akan melakukan sidang skripsi sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana. Sebenarnya aku tak harus membuat skripsi sudah bisa lulus tapi aku ingin hidup normal selayaknya mahasiswa yang lain.


Aku menggunakan kemeja putih polos dengan bawahan celana bahan warna hitam tak lupa menggunakan dasi dan memakai almamater kebesaran kampus tercinta. Tingkat kegantengan ku semakin bertambah berlipat-lipat hehehe.


Semakin mendekati kelulusanku perasaanku semkin entahlah, aku sedih akan meninggalkan kampus ini tapi hidupku juga harus tetap berjalan. Hal yang membuatku berat meninggalkan kampus ini karena  lingkungannya yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan tentu saja sosok yang istimewa Rahayu.


Rahayu sosok sosok gadis yang cantik dengan tubuh yang kecil namun dia begitu tegar dan mandiri dalam segala hal. Sayangnya hubunganku dan Rahayu belakang ini tidak membaik entah apa yang terjadi padanya dia tiba-tiba menjauh dariku. Sungguh ini sangat menyakitkan dan menyiksa.


Tanpa sengaja saat aku konfirmasi ruang sidang aku mendengar kesulitannya, rupanya dia kesulitan dalam mencari ruang sidang untuk ujian praktek kerja lapang nya. Mendengar hal itu aku langsung menuju petugas akademik untuk melihat jadwal dosen pembimbing dan pengujinya.


“Rahayu kenapa kamu slalu tampak menyedihkan dan memelas seperti ini? Tak bisakah kamu sedikit ceria selayaknya anak-anak muda pada umumnya. Sikapmu yang slalu menyedihkan membuatku ingin slalu melindungi dan menolong mu”.


Rupanya hanya ada saja jadwal yang kosong kebetulan ruangannya sudah aku pakai, aku merelakan ruang sidang ABC untuk Rahayu ujian. Melihat Rahayu tersenyum saat mendapat kabar dari pihak akademik cukup membuat semangatku dalam ujian skripsi esok hari.

__ADS_1


Beberapa waktu yang lalu saat pensi aku juga menyanyikan satu lagu yang ku tujukan untuknya. Entah dia merasa atau tidak kala itu aku menyanyikan lagu “kekasih bayangan” untuknya.


Diam-diam aku membelikan berbagai buku untuk latihan bahasa inggris dan ku titipkan pada dua sahabatnya untuk Rahayu belajar. Karena jika aku yang memberi secara langsung pasti akan di tolak. Aku juga sering mengirimkan berbagai makanan untuk Rahayu, namun lagi-lagi hanya ku titipkan pada dua sahabatnya itu. Aku takut Rahayu akan menolak jika tau itu dariku.


Satu hal yang tidak bisa aku lakukan untuknya. Aku tidak bisa mendekat dan bersamanya. Aku merindukan sosok Rahayu. Rahayu yang awal-awal aku kenal waktu maba dulu, Rahayu yang tak pernah menghindari ku. Rahayu yang suka sekali setiap aku ajak jalan-jalan meski hanya sekedar mengukur jalan tanpa tujuan yang jelas.


Aku merindukan waktu membonceng Rahayu, diam-diam di sepanjang perjalanan aku menatap wajahnya dalam spion sepedaku.Wajahnya yang polos dan meneduhkan membuatku enggan untuk berpaling. Aku suka tersenyum jika mengingat hal itu.


Aku rindu, aku rindu Rahayu yang pemalu, Rahayu yang tidak akan bicara sebelum aku yang memulainya. Rahayu yang pendiam, Rahayu yang pandai, Rahayu yang sederhana Rahayu yang tak pernah mengeluh dalam hidupnya tapi dibalik semuanya dia adalah sosok yang kuat dan tegar.


Harapanku hanya satu sebelum aku lulus dan benar-benar meninggalkan kampus ini, aku di beri kesempatan untuk sekedar berpamitan padanya, meminta maaf jika ada kesalahan yang aku perbuat hingga dia menjauh dariku, syukur-syukur mengungkapkan rasa cintaku padanya.


Ujian skripsiku berlangsung lebih dari enam puluh menit, tidak ada kesulitan yang berarti dalam ujian ini semua dapat ku jawab dengan mudah. Karena aku memang sudah sangat matang mempersiapkan semuanya.


Aku adalah mahasiswa pertama angkatan 2010 yang melakukan ujian skripsi. Ada euforia tersendiri yang disiapkan oleh teman-teman  seangkatanku.


Saat aku membuka pintu ruang sidang ABC dan hendak meninggalkan ruangan tersebut, aku dikejutkan dengan sambutan luar biasa dari teman-teman seangkatanku. Teman-teman baris rapi di sepanjang lorong dengan membawa berbagai macam pernak pernik kelulusan.


Ada yang membawa buket bunga, ada yang membuat kalung dari jajan makanan ringan, ada pula yang membawa balon-balon. Tak lupa ada balon bertuliskan Sarjana Pertanian yang langsung di berikan padaku. Tak berhenti di situ sambutan dari teman-teman juga diiringi dengan nyanyian khas jurusan kami. Sungguh luar biasa aku terharu dengan perlakukan teman-temanku.

__ADS_1


Aku berjalan sepanjang lorong tersebut menjabat tangan satu persatu teman seangkatanku dan saling memberikan semangat. Tak lupa Eki yang menyambut ku dengan buket bunga mawar dengan senyum di wajahnya.


Harusnya aku bahagia sekali hari ini tapi aku merasa hampa. Aku mencari sosok yang aku rindukan, aku berharap dia ada di sini memberi selamat padaku atau hanya sekedar tersenyum padaku. Namun rupanya nya harapanku musnah aku tak menemukan dia sama sekali sampai di ujung lorong lantai ini.


__ADS_2