Di Balik Toga Rahayu

Di Balik Toga Rahayu
PKM Judul


__ADS_3

“Ok teman-teman, besok kita akan berkumpul lagi di gazebo atas setelah istirahat makan siang, usahakan besok setiap anggota kelompok memberikan ide yang akan kita ajukan sebagai judul PKM (pekan kreativitas mahasiswa), pertemuan hari ini cukup sampai di sini, sampai jumpa besok dan jangan telat ya”. Pesan mas Andika pada semua anggotanya.


Tanpa terasa hari semakin sore, aku masih di perpustakaan mencari gagasan-gagasan apa yang kiranya besok bisa aku sampaikan pada teman-teman. Di kelompok ini aku adalah satu-satunya mahasiswa angkatan 2011. Aku tidak mengenal anggota kelompok yang lain selain mas Andika.


Aku tertarik pada PKM-bidang kewirausahaan, aku tidak akan kembali ke kos sebelum mendapatkan ide untuk besok,bukan tanpa alasan,karena di kos aku tidak punya media untuk mengakses informasi yang aku butuhkan.


Jam menunjukan pukul 19.00 WIB tapi aku juga belum menemukan gagasan ide sama sekali, pikiran ku buntu, aku belum terlalu paham dengan konsep-konsep PKM, aku beristirahat sejenak sekedar berjalan-jalan diantara kolam ikan yanga ada di taman perpus.


Berjalan-jalan di sepanjang taman perpus, tanpa sengaja mataku tertuju pada cafetaria di sebelah perpustakaan. Tampak sangat ramai sekali banyak mahasiswa yang makan di sana, berkumpul bersama teman-temannya dan ada juga beberapa yang mengerjakan tugas.


Aku berfikir sejenak, bagaimana kalau membuat cafe saja? Tapi pasti dana yang digunakan juga cukup banyak.


Tapi apa salahnya? Ini kan gagasan ide, boleh di terima boleh tidak.


Aku kembali lagi ke dalam perpus, di sana aku membaca beberapa contoh PKM, yang penting gagasan kita ada pembaruan yang terlihat beda dengan yang lain dan menarik.


Aku memutuskan untuk membuat cafe dengan jaman now, sesuai dengan jurusan ku yang kerap kali berada di lab. Maka ide ku kali ini adalah cafe dengan konsep lab. Karena sudah sangat lelah seharian di depan komputer jadi aku memutuskan untuk pulang saja.


***


Keesokan harinya berjalan seperti biasah, aku menitipkan beberapa donat dan molen di sekretariat dan membawa beberapa ke kelas. Saat tiba istirahat siang tepatnya pukul 12 siang aku langsung menuju ke gazebo atas untuk membahas PKM yang kemarin.


Siang ini, gazebo atas tampak ramai sekali, hampir setiap meja terisi, ada beberapa mahasiswa yang berkumpul untuk ngobrol-ngobrol, ada yang mengerjakan laporan praktikum, mengerjakan tugas dosen dan ada pula yang makan. Aku masih menunggu anggota kelompok yang lain.


Hampir satu jam menunggu, namun belum juga ada yang datang. Karena bosan menunggu terlalu lama, akhirnya aku berkemas berniat untuk pulang saja.

__ADS_1


“Ayu mau ke mana?” sapa salah satu kakak tingkat.


“Aku mau pulang”


“Kenapa pulang? Kan pertemuannya belum di mulai”


“Pertemuan?”


“kamu rahayu kan? Aku dimas, teman satu kelompok mu kemarin, masak sudah lupa?”


“Oh iya kah? Maaf mas aku lupa”.


Aku lupa jika kelompok ku terdiri dari 5 orang termasuk aku, 2 diantaranya cowok, mas Andika dan mas Dimas, namun yang tergambar hanya mas Andika saja. Otak ku sudah terkontaminasi dengan nama dan wajah Andika-Andika saja.


Kami segera kembali menuju gazebo atas lagi, 10 menit kemudian teman-teman anggota yang lain datang menyusul.


“eh em itu” padahal cuma mau jawab “iya saja”, tapi lidahku terasa membeku saat berhadapan dengan mas Andika, padahal dia tidak ngapa-ngapain cuma tanya hal biasah tapi aku sudah membeku terlebih dahulu. Gini amat ya Allah kalau suka sama seseorang. Padahal mas Andika datang juga dengan permaisurinya “mbk Eki”.


Aku hanya mengangguk kan kepala saja.


“ Bagaimana teman-teman apa sudah mendapat ide?


Masing-masing dari kami menceritakan ide yang diperoleh.


Dengan antusias kami saling mendengarkan dan mencatat beberapa hal yang kiranya penting.

__ADS_1


Mbak Eki mempunyai ide dengan membuat nasi biru yang sehat, karena mengandung antioksidan, antioksidan di dapat dari bunga telang, selain mengandung antioksidan bunga telang juga bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan pada kulit. Bunga telang saat di campurkan pada nasi akan memberi warna biru yang menarik dan di beri judul “ Healthy narkotik”.


Mas Dimas memiliki ide dengan membuat PKM-penelitian memanfaatkan ban bekas menjadi minyak tanah, limbah ban bekas yang ada kemudian di bakar dan di suling, minyak nya di gunakan sebagai bahan bakar pengganti gas untuk memasak.


Mbak Sarah mempunyai ide dengan membuat “dodol pocong” Unik langsung lahap. Dodol yang biasanya tidak menarik hanya sebagian orang saja yang menyukainya, terutama kalangan tua, akan di buat dengan kemasan, bentuk dan aneka rasa yang lebih menarik.


Aku dengan ide gagasan membuat cafe berkonsep laboratorium “cafe kiki dan mia” atau cafe kimia, di mana nanti semua barang-barang yang di gunakan dalam penyajiannya menggunakan alat-alat seperti di laboratorium. Misalnya menyajikan minuman menggunakan gelas ukur dari tabung reaksi.


Menyiapkan makanan dengan menggunakan cawan sebagai pengganti piringnya. Sedotan di ganti dengan pipet. Untuk jenis makanan nya pun akan disesuaikan dengan nama-nama kimia, seperti trinitotoluena (bahan peledak) untuk sebutan bakso beranak yang pedas.


Untuk pelayan maupun yang bertugas di cafe semuanya menggunakan jas lab. Dari tempat duduk dan meja yang digunakan semuanya di konsep seperti dalam lab. Dengan menggunakan tempat duduk kayu yang bulat dan meja yang panjang.


Sedangkan mas Andika memberi ide pemanfaatan ekstrak daun cincau untuk penangkal kanker dan mengurangi resiko diabetes. Daun cincau memiliki kandungan alkaloid dan isokondrodendrin kedua zat tersebut mampu mencegah terjadinya kanker. Daun cincau nanti kan di ekstrak kemudian di peras, hasil perasan nya akan di jemur dan dijadikan dalam bentuk evervesen untuk mempermudah dalam pengemasan dan konsumsinya.


Setelah semua anggota kelompok menyampaikan ide masing-masing, sekarang saatnya untuk memilih ide siapa yang akan diajukan ke dosen pembimbing kami besok.


“Wah yu ide kamu keren juga pasti lucu seandainya memang bisa terealisasi” ucap mas Andika


“Iya, trimakasih mas” seraya menunduk kan kepala, aku malu wajah ku di tatap mas Andika.


Oh Tuhan kalau satu kelompok begini pasti akan sering bertemu mas Andika, cintaku akan semakin berkembang tubuh subur. Bagaimana ini?


“Biasah saja, kalau menurutku itu terlalu mengkhayal terlalu rumit untuk merealisasikan, butuh tenaga dan dana yang jauh lebih besar, selain itu juga membutuhkan tempat untuk media usahanya” sanggah mbak Eki.


Aku tersentak kaget, kata-kata Mbak Eki langsung membangunkan lamunanku yang mengembara kemana-mana.

__ADS_1


“Teman-teman yang lain bagaimana?” kita jadi pakai ide siapa?tanya mas Andika pada yang lainnya.


Suasana menjadi hening.


__ADS_2