
Setelah selesai makan siang, mereka berkumpul di ruang tamu. tak lama kemudian terdengar suara deru mobil di halaman rumah.
"Papa kamu sudah pulang Luc,"bu Renata segera keluar menyambut suaminya yang baru datang.
"Jangan kaya gini, malu ada mama sama papa,"Rania menggeser kan kepala Lucas yang menyender di atas dadanya.
"Sayang, mama pasti ngerti. aku mau kaya gini sama kamu, nyaman tau gak?"Lucas kembali menyandarkan kepalanya di sana.
Rania akhirnya membiarkan suaminya bersikap sesuai kemauan dia sendiri, percuma dilarang, suami tampannya itu bakal tetep kaya gitu.
Tak lama bu Renata masuk bersama pak Bambang, Rania segera menyenggol tangan Lucas.
"Pah, kenapa udah pulang?"Lucas langsung mengangkat kepalanya.
"Papa, pusing Luc, ada yang mau papa bicarakan sama kamu mengenai pekerjaan,tapi sekarang papa lapar mau makan dulu,"ucap pak Bambang. ia langsung berjalan menuju ruang makan mengikuti langkah istrinya.
"Sayang, perusahaan lagi ada masalah ya?"tanya Rania. Lucas menatap wajah istrinya lalu menggeleng.
"Tapi, papa kelihatan pusing banget wajahnya, emang mas Hen gak bilang apa-apa sama kamu?"
__ADS_1
"Aku gak tau sayang, nanti tanya dulu sama papa.Hendrik juga gak ada bilang apa-apa sama aku,"papar Lucas.
"Pah, sebenarnya ada masalah apa sih di kantor? tidak biasanya Hendrik meminta papa langsung datang ke kantor,"Bu Renata mengisi piring untuk suaminya. setelah itu ia ikut duduk di samping pak Bambang.
"Papa gak begitu ngerti sih, soalnya kata Hendrik ini masalah bukan ada sama kita, tapi pak Hendra menyangka kalau perusahaan kita yang memutuskan kerja sama secara sepihak,"jelas pak Bambang.
"Jadi, yang salah perusahaan pak Hendra gitu, mama pusing ah, gak ngerti pah,"
"Ya udah, kalau mama pusing mendengar masalah kerjaan, mending nanti pijitin papa, dijamin gak bakal pusing,"kata pak Bambang. tangannya mencolek dagu istrinya.
"Hais...papa jangan gitu, kalau ada yang lihat gimana? malu kita udah tua, sebentar lagi gendong cucu,"Bu Renata memukul tangan suaminya dengan pelan.
"Hus, sudah papa makan aja, malah bahas anak sih, kalau mantu kita dengar kasian pah, pasti malu dia. lagian mama yakin kalau itu anak kita yang maksa, kelakuan Lucas gak jauh sama papa kan,"
Pak Bambang tertawa mendengar ucapan istrinya,"like father, like son mah."ucapnya.
Bu Renata menatap suaminya sekilas,"pah, tau gak tadi mama lihat siapa?"tanya bu Renta.
"Mana papa tau, kan mama belum ngasih tau,"ucap pak Bambang.
__ADS_1
"Mama tadi lihat shela pah, gimana kalau mereka ketemu lagi, mama takut kalau Lucas berpaling dari mantu kita, apalagi sekarang Rania lagi mengandung cucu kita,"bisik bu Renata. ia takut kalau Lucas akan kembali pada cinta masa lalunya itu.
"Ma, kita gak perlu takut. papa yakin kalau Lucas tidak akan berbuat seperti itu, apalagi sampai meninggalkan istri sama anaknya. menurut papa sekarang cinta Lucas sudah sepenuhnya milik mantu kita,"ujar pak Bambang. ia bisa melihat cinta yang sangat besar di mata anak semata wayangnya itu buat sang Rania.
"Semoga aja pah, pokoknya mama tak akan memaafkan anak kita kalau sampai meninggalkan Rania, terus memilih wanita kelewat percaya diri itu,"Bu Renata mengepalkan tangannya dengan kuat.
Pak Bambang geleng-geleng kepala melihat amarah istrinya, ia juga merasakan kebencian yang sangat dalam terhadap mantan pacar Lucas itu. ia masih ingat bagaimana hancurnya Lucas saat wanita masa lalunya itu pergi tanpa pesan.
"Mah, pah, kalian lagi ngomongin apaan sih? kayanya serius banget,"Lucas tiba-tiba sudah berdiri di belakang orang tuanya.
"Euh, ngga kok, mama sama papa tadi cuma lagi bicarakan tentang cucu, nah iya tentang kehamilan istri kamu,"ucap bu Renata. suaranya terdengar tenang. padahal dalam hatinya ia ketar-ketir takut kalau Lucas mendengar obrolannya bersama sang suami, terus nekat mencari mantannya itu.
"Kenapa deh, aku aja yang ayahnya bayi itu biasa aja, lah mama sama papa kelihatan tegang gitu, kandungan istri aku gak kenapa-napa kan mah?"selidik Lucas.
"Ngga, mama jamin kandungan istri kamu baik-baik aja Lucas, nanti kamu luangkan waktu buat nemenin istri kamu periksa, jangan kaya bulan kemarin gak ada waktu gara-gara meeting,"
"Itukan salah mama, aku udah bilang minta jadwalin lagi, soalnya hari itu aku gak bisa, klien aku gak bisa ditunda meeting nya, soalnya beliau harus pergi ke singapore hari itu juga,"jelas Lucas. ia masih ingat kejadian itu, ia tak bisa mengantar istrinya cek up kandungan, meskipun selalu ditemani bu Renata, tapi sebagai suami ia selalu ikut mendampingi sang istri.
Baca juga cerita baru aku judulnya "My Queen" dijamin gak ada pelakor, ceritanya ringan ya terima kasih😘
__ADS_1