
Bu Renata sama oma Ratna duduk di belakang kemudi, sedangkan Serly duduk di samping pak Maman.
Mobil mulai keluar dari area bandara, berbaur dengan macam-macam kendaraan di jalan raya yang sangat padat.
"Rena, kita langsung ke tempat kerjanya Lucas, ibu kangen sama dia,"tiba-tiba oma Ratna berbicara dengan lantang.
"Ibu, mending kita langsung pulang ya. Lucas masih bekerja, kasian kalau kita ke sana,"
"Di sana, pasti ada istrinya itukan?"tanya oma Ratna.
"Enggak, Rania masih kuliah kalau jam segini,"jawab bu Renata.
"Pokonya, ibu gak setuju kalau istrinya Lucas itu cuma babu, keluarga kita harus mendapatkan jodoh yang sepadan, biar gak malu-maluin keluarga,"ucap oma Ratna.
"Bu, jangan bicara seperti itu, sekarang ibu harus lihat sendiri kalau Lucas bahagia dengan pernikahannya,"bu Renata tak terima kalau mantu kesayangan dihina seperti itu.
"Alah, emang bener kan kalau istri cucu kesayanganku itu nikah sama pembantu. pasti kamu yang maksa, kan, pokonya ibu mau, Serly yang menjadi cucu mantuku,"ucap oma Ratna ngotot.
"Iya tante, aku pasti bisa kok jadi istri yang baik buat Lucas. waktu kecilkan kita teman dekat banget, sebenarnya waktu itu aku sudah suka sama Lucas, tapi mami sama papi malah bawa aku keluar negeri,"Serly ikut nimbrung perdebatan oma Ratna sama bu Renata.
Dasar ulat bulu, emang saya mau punya mantu gatal kaya kamu, sudah tahu Lucas sudah menikah masih aja setuju dengan syarat ibu.
Bu Renata memilih diam, percuma kalau ia terus berdebat sama ibunya. biarlah nanti Lucas yang menghadapi, ia yakin kalau Lucas akan melindungi istrinya dari serangan dua wanita aneh, ya meskipun yang satu ibu kandungnya sendiri.
"Jadi, sekarang kita langsung ke rumah bu?"pak Maman yang sedari tadi merasa kupingnya panas gara-gara mendengar ucapan pedas oma Ratna akhirnya bersuara.
"Iya pak, kita langsung ke rumah!"sahut bu Renata.
Akhirnya pak Maman melajukan mobilnya menuju rumah majikannya. melihat itu oma Ratna mendengus tak suka, sedangkan wajah Serly terlihat kesal karena tak jadi bertemu Lucas. laki-laki yang sudah beberapa tahun tak ia lihat itu, cuma mendengar dari oma Ratna kalau Lucas sudah menjadi orang sukses juga tampan rupawan.
Begitu sampai di kediaman bu Renata, omah langsung keluar dari mobil tanpa mengatakan sepatah katapun, bahkan pak Bambang yang baru saja tiba sehabis mengurus pekerjaan pun tak dihiraukan sama sekali.
"Ibu, kenapa mah?"tanya Bambang. raut wajahnya terlihat bingung melihat sikap ibu mertuanya itu.
"Biasa, ibu ngambek, tadi ngajak ke kantor. tapi aku tolak, di sana ada Rania,"papar bu Renata.
__ADS_1
"Om, apa kabar?"tiba-tiba Serly menyela obrolan suami istri itu sambil meraih tangan pak Bambang.
"Baik, kamu siapa?"pak Bambang mengerutkan keningnya.
"Saya Serly om, anaknya papi Tio,"jawab Serly dengan sopan.
"Oh, sampai pangling saya, kamu sudah dewasa ternyata,"pak Bambang mangut-mangut mendengar jawaban Serly.
"Eum, Serly, kami masuk dulu ya, tante capek, kamu minta tolong mba buat masukin barang-barang kamu,"bu Renata menggandeng tangan suaminya memasuki rumah tanpa menunggu Serly.
Sabar serly sabar, mau mendapatkan sesuatu itu tidak mudah, harus sedikit berkorban.
Serly membawa barang-barangnya masuk ke dalam rumah dibantu mba Siti sama pak Maman. Ia langsung masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan untuk dirinya, sedangkan omah sudah lebih dulu masuk ke kamar tempatnya kalau menginap di rumah anak menantunya.
****
Lucas mencium kening Rania dengan sayang. setelah membenarkan selimut untuk istrinya Lucas berjalan ke dalam kamar mandi, mereka baru selesai melakukan olahraga yang menyenangkan sampai Rania kecapean dan langsung tertidur.
Setelah selesai membersihkan diri, Lucas langsung memakai baju yang sudah tersedia di dalam lemari yang ada di kamarnya. ia meneruskan kembali kerjaan yang sempat tertunda karena kegiatan yang sangat menyenangkan bersama istrinya.
Rania mengerjapkan matanya berkali-kali, setelah matanya terbuka sempurna. matanya menatap sekeliling yang terasa asing, tapi ingatannya langsung konek kalau dirinya ada di dalam kamar tidur sang suami.
Rania menyibak selimut yang menutupi tubuh polosnya, lalu turun dari atas tempat tidur menuju pintu di sampingnya yang ia yakini kalau itu kamar mandi.
Lucas masuk ke dalam kamar berniat akan membangunkan istrinya. bu Renata baru saja memberitahunya kalau omah Ratna sudah ngomel-ngomel mau ketemu Lucas.
Lucas mendengar suara air dari dalam kamar mandi, ia membereskan baju Rania yang berserakan disembarang temapat.
Kenapa berceceran kemana-mana, padahal tadi aku yang bukan kan.
Rania keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk bekas Lucas mandi. ia langsung menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
"Kenapa, tangannya gitu?"tanya Lucas.
"Malu, kenapa kamu di sini yang,"Rania masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Apakah masih malu, padahal semuanya sudah pernah aku lihat sayang,"Lucas mendekati Rania, lalau menuntun tangan sang istri mendudukan di atas kursi.
"Mau pakai baju baru atau yang tadi sayang?"Lucas menatap istrinya yang juga sedang menatapnya.
"Emang, ada baju baru?"mata Rania memicing.
"Nanti nyuruh beli dulu sayang,"Lucas tersenyum, tangannya mengambil handuk kecil dari dalam lemari lalu mulai mengusap rambut basah Rania.
"Gak usah, aku pakai yang tadi aja,"Rania menikmati usapan Lucas di atas kepalanya.
"Setelah ini kita langsung pulangya,"tangan Lucas menghentikan usapan di atas rambut Rania.
"Emang kerjaan kamu udah selesai?"tanya Rania.
"Sudah, tadi mama sudah nelpon, katanya omah udah sampai, jadi kita di suruh pulang,"papar Lucas.
Rania mengangguk sebagai jawaban, setelah merasa rambutnya setengah kering, Rania bangkit mengambil pakaiannya yang ada di atas tempat tidur.
"Mau kemana sayang?"Lucas bingung melihat Rania membawa bajunya menuju kamar mandi.
"Mau pakai baju sayang, kitakan harus segera pulang,"jawab Rania.
"Pakai di sini aja yang, kenapa harus di kamar mandi sih,"Lucas geleng-geleng melihat tingkah istrinya.
Rani akhirnya menggunakan baju di hadapan suaminya, sesekali tangan jahil Lucas meraba kemana-mana, itu yang Rania takutkan kalau sampai telan.... di depan suaminya.
Lucas mengajak Rania keluar dari ruangannya, sekertaris Wina langsung melotot melihat Rania yang baru keluar dari ruangan bosnya.
"Wina, saya ada keperluan, jadi, kalau ada masalah penting, kamu langsung email saja, biar nanti saya periksa di rumah,"ucap Lucas dengan datar tanpa ekspresi.
Setelah mengatakan itu, Lucas langsung menggenggam tangan Rania mesra, ia tak peduli dengan ucapan semua karyawannya.
Wina masih menatap punggung dua orang yang sudah jauh dari hadapannya.
Ternyata bener, kalau pak Lucas sudah menikah tapi emang cantik banget sih, masih muda lagi.
__ADS_1