
"Nurut, saya nurut tuan, dasar tukang ngancam. "Rania berlari memasuki kamar mandi untuk menyiapkan air untuk mandi Lucas.
Dasar tidak punya hati, gini amat ya nasib jadi babu, dikit-dikit di ancam,dikit di pecat, awas kalau nanti aku banyak uang bakal saya tutup mulutnya pakai koran tuh tuan Lucas.
Rania menggerutu sepanjang menyiapkan air untuk Lucas mandi, setelah selesai,Rania bergegas keluar dari kamar mandi.
"Tuan Lucas yang terhormat, air nya sudah siap, silahkan kalau mau mandi. "Ucap Rania, bibirnya memaksakan tersenyum, meskipun hatinya dongkol.
"Pasti kamu sambil menggerutu kan, tadi? "Tanya Lucas, ia menyipitkan matanya menatap Rania.
"Tuan belajar ilmu kaya dukun ya, ko tahu kalau saya tadi menggerutu? "Tanya Rania polos.
"Heh, padahal tadi saya cuma nebak, benar-benar tidak ada niat bekerja ya kamu, di suruh gitu aja sambil menggerutu, padahal itu tugas kamu. "Lucas menyeringai matanya kian tajam menatap Rania yang mulai mundur.
"Tuan so tahu, padahal tadi saya cuma bercanda, mana berani saya menggerutu, saya ikhlas banget tuan, saya benar-benar niat bekerja, bukan mau menggerutu. "Rania berkelit membantah ucapan majikannya itu.
Lucas membuka kancing kemejanya di hadapan Rania, ia sengaja ingin melihat reaksi bocah di depan nya.
"Tuan, ampun saya masih perawan, jangan apa-apain saya tuan, saya masih bau kencur, belum wangi! "Rania panik melihat Lucas membuka baju di depan nya, tangan nya ia pakai untuk menutupi dadanya, kakinya mundur kebelakang sampai mentok menubruk sofa, di belakang nya.
Melihat Rania seperti itu, Lucas semakin semangat menjahili Rania, ia maju beberapa langkah sampai badan nya hampir rapat pada badan Rania.
Rania memejamkan matanya,begitu Lucas tinggal beberapa senti dari tubuh nya.
"Heh bocah, kamu pikir,saya tertarik sama badan kurus kering kaya gini,selera saya tinggi, bukan kaya gini. "Lucas menyentil kening Rania lumayan keras sampai berbekas merah.
__ADS_1
Rania mengusap kening nya yang kena sentil tangan jahil Lucas, rasanya sakit juga panas.
"Tuan,jahat banget nyentil kening saya, nanti saya laporkan KDRT loh, jangan menghina saya, nanti kalau tuan jatuh cinta sama saya, gimana."Ucap Rania, tangan nya masih mengusap-ngusap kening nya.
"Tidak akan, kamu bukan tipe saya, kalau mimpi jangan ketinggian, nanti jatuh nya sakit. "Ucap Lucas, ia melangkah menuju kamar mandi.
"Siapkan baju saya, kalau salah, siap-siap dapat hukuman dari saya."Lucas menunjuk Rania sebelum masuk kamar mandi.
Rania berlari keluar dari dalam kamar Lucas, ia takut salah mengambil baju untuk majikan arogan nya, ia lebih baik meminta bantuan Uwa nya, dari pada harus kena hukum.
Nafas nya masih ngos-ngosan ketika sampai di lantai bawah, ia segera mencari bik Tuti sebelum tuan arogan beres mandi, terus ia dapat masalah.
"Wa, bantuin aku dong, sebentar. "Ucap Rania begitu menemukan bik Tuti.
"Kunaon kamu teh, siga nu di udag jurig wae(kenapa kamu tuh, kaya yang di kejar hantu aja)?"Tanya bik Tuti.
"Nya, ngomong na nu jelas atuh, ngarah uwa ngarti(bicaranya yang jelas, biar Uwa ngerti). "Ucap bik Tuti, ia menatap ponakan nya intens
"Uwa, siapkan baju ganti tuan Lucas ya, aku takut salah wa. "Rania memohon sama bik Tuti
"Ya, tinggal siapkan baju santai gitu Ran, tempat nya di lemari paling bawah. "
"Engga tau, mending uwa yang siapkan ya, nanti salah aku bakal di hum wa. "Rania memegang tangan bik Tuti
"Sejak kapan den Lucas jadi tukang hukum, bibi tidak pernah di hukum, meskipun salah, jangan-jangan ini cuma akal-akallan kamu ya? "bik Tuti menunjuk Rania
__ADS_1
"Engga, beneran deh, cepat wa, keburu tuan Lucas nya keluar dari kamar mandi. "Rania mendorong bahu bik Tuti supaya pergi ke kamar Lucas.
Bik Tuti akhirnya menuruti permintaan Rania, ia yakin kalau Lucas sudah mengerjai keponakan nya.
Begitu masuk kamar Lucas, bik Tuti tidak melihat Lucas di dalam kamar, tapi ia mendengar gemercik air dari kamar mandi.
Bik Tuti melangkahkan kakinya menuju ruang ganti baju, ia memilih baju untuk Lucas, biasanya Lucas tidak pernah meminta dirinya untuk menyiapkan baju.setelah mendapatkan baju yang tepat, bik Tuti segera keluar dari ruang ganti.
ketika bik Tuti meletakan baju ganti Lucas, pintu kamar mandi terbuka menampilkan Lucas dengan rambut basah, airnya menetes sampai dada t******g nya.
"Kenapa bibi, bocah tadi kemana bi? "Lucas kaget karena Rania berganti wujud jadi bik Tuti.
"Tadi, Rania minta tolong bibi buat menyiapkan baju den Lucas ganti, katanya takut salah, terus dapat hukuman. "terang bik Tuti.
"Eum, itu bik....anu... "Lucas menggaruk kepala nyang tidak gatal, ia bingung harus bilang apa sama bik Tuti bagaimana pun Rania adalah keponakan bik Tuti, Lucas takut bik Tuti akan marah karena sudah mengerjai Rania.
"Tidak apa-apa, sudah jangan gugup gitu, bibi tahu aden cuma menjahili nya kan, kaya dulu waktu masih kecil, ingat ga? "tanya bik Tuti
"Bibi tidak marah? dulu dia nangis kalau aku usilin,sekarang dia marah, lucu kan bi? "Lucas tergelak sendiri mengingat kelakuan Rania
"Tidak, kenapa harus marah, bibi titip dia ya den, nanti kalau bibi sudah pulang ke Bandung."ujar bik Tuti
"Bibi, kenapa,harus pergi sih, aku di sini bakal terus butuh bibi. "Lucas menatap bibi dengan dalam.
"Bibi ga mungkin kan bakal di sini terus, pokonya aden harus bisa jaga diri, kalau nyari calon istri harus yang benar-benar tulus,jangan cuma lihat kekayaan, atau wajah aden yang tampan. "bik Tuti menyeka sudut matanya yang tiba-tiba basah
__ADS_1
Maaf kemarin tidak up, ada keperluan di real life, vote, komen, like nya jangan lupa ya, saya usahakan double **ya hari ini.
🌺🌺🌺🌺**