Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 22


__ADS_3

Mata Sarah tidak lepas dari Lucas sama Rania yang perlahan menghilang,terhalang orang-orang yang berlalu lalang dengan keperluan masing,tadinya Sarah merasa senang karena akan bertemu laki-laki pujaannya,tapi hatinya langsung hancur ketika Lucas mengatakan sudah punya calon istri.


"Jeng,apa benar yang tadi itu calon istri nak Lucas?"bu Neta masih belum percaya kalau laki-laki yang di sukai anaknya sudah membawa calon istri


"Ya begitulah jeng,tadi kan dia sendiri yang bilang."bu Renata tersenyum manis


"Saya,lihat perempuan tadi tuh masih kaya anak kecil,apa dia bisa mendampingi Nak Lucas yang sudah terkenal sebagai pengusaha sukses,padahal Sarah sengaja belajar di luar negeri biar bisa sepadan sama anak jeng Rena."bu Neta berkata panjang lebar,dari mukanya terlihat sangat kecewa karena tahu Lucas sudah punya calon istri


"Jodoh ga ada yang tahu jeng,kan jeng Neta juga tahu selama ini saya sudah mengenalkan beberapa gadis sama Lucas.tapi dia selalu nolak,Nak Sarah cantik pasti banyak laki-laki yang suka sama dia jeng,bahkan yang lebih dari anak saya."ucap bu Renata,ia bicara hati-hati takut menyinggung perasaan orang di depannya


"Emang usia calon istri Lucas berapa tahun tante?"Sarah yang dari tadi diam,ikut bertanya


"Masih delapan belas tahun Nak Sarah,dia baru lulus SMA,"jawab bu Renata


"Aduh jeng,usianya aja masih delapan belas,saya rasa anak umur segitu,pikirannya masih labil,mending jeng Rena pikir-pikir lagi,sebelum semuanya terlambat."ucap bu Neta


"Iya tante,mama benar,kalau saya sih sudah siap kalau harus mendampingi Lucas,saya lihat wanita tadi masih kaya anak kecil!"Sarah ikut menimpali ucapan mamanya


"Saya ga bisa memaksa Lucas jeng,Nak Sarah,itu sudah pilihan dia,insya allah Rania pikirannya sudah dewasa,meskipun usianya baru delapan belas tahun,"bu Renata merasa jengkel karena ibu dan anak itu ngotot


"Emang Rania itu anak pengusaha mana sih jeng?"tanya bu Neta,ia rasanya belum pernah melihat Rania


"Dia bukan anak pengusaha mana pun jeng,dia itu keponakan bik Tuti."jawab bu Renata dengan tenang


"Masa gue kalah sama pembantu sih,apa bagusnya coba,udah miskin,masih bocah lagi,gue yakin tuh anak pakai guna-guna,bik Tuti kan orang kampung pasti minta jampi-jampi sama dukun.cantikan gue kemana-mana,pendidikan gue tinggi,udah buta kali Lucas tuh."dalam hati Sarah terus mengumpat,ia tidak terima kalau kalah sama anak kecil.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Di sisi lain,Rania menarik tangannya dari genggaman Lucas,tapi bukannya lepas,Lucas malah menarik Rania menuju bioskop buat nonton,jarang-jarang ia punya waktu buat dirinya sendiri,selama ini ia selalu disibukan dengan kerjaan yang sudah menyita seluruh waktunya.


"Tuan,lepaskan,saya yakin tuan itu suka sama saya kan?"tanya Rania,mereka sedang mengantri untuk membeli tiket


"Jangan kepedean,selera saya bukan bocah seperti kamu."ucap Lucas dengan datar


"Terus,kenapa tadi bilang saya calon istri anda,padahal wanita tadi saya lihat sudah dewasa,cantik,apa tuan ga suka perempuan?"Rania menatap Lucas menunggu jawaban


Lucas tidak menjawab,melainkan menarik Rania ke pojokan yang sepi,ia mendorong tubuh Rania sampai mentok pada tembok di belakangnya,wajahnya sangat dekat sama wajah Rania.


"Kamu mau bukti kalau saya normal?"tatapan Lucas terasa menyeramkan buat Rania,mungkin dia tersinggung pikir Rania


Rania menggelengkan kepalanya,ia menyesal sudah memancing kemarahan Lucas,ia kan tidak bermaksud niatnya cuma menggoda,eh beneran marah jadinya.


"Dasar bocah,kalau bicara di pikir dulu,kali ini saya lepaskan,tapi kalau lain kali terdengar lagi,saya pastikan kalau kamu akan menyesal,telah mengatakan itu."ucap Lucas ambigu.Lucas menjauh dari badan Rania


Lucas membeli dua popcorn dan satu gelas premium iced blend chocolate,ia menyerahkan semuanya sama Rania


Lucas langsung berjalan tanpa melihat Rania yang kesusahan membawa cemilan sama minuman yang Lucas beli.


Nasib jadi babu,gini amat ya,punya majikan kaya singa lagi,jangankan nolong,ngeliat aja engga


Setelah mendapatkan tempat duduk,Lucas langsung mendaratkan bokongnya di atas tempat duduknya,di ikuti Rania duduk di sampingnya.


"Tuan,ini cemilannya!"Rania menyerahkan cemilan sama minumannya sama Lucas.


Lucas langsung menerimanya,bibirnya tersenyum tipis,ketika matanya melihat wajah Rania yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Ini buat kamu."Lucas menyerahkan satu bungkus popcorn ke tangan Rania


"Minumnya mana tuan?"tanya Rania


Lucas langsung meminum ice yang tadi ia beli,lalu menyerahkan sisanya sama Rania.


"Masa itu tuan,saya tidak mau,kata orang sama dengan ciuman tapi tidak langsung,saya tidak mau tuan."Rania menolak minuman sisa Lucas,karena sedotan itu bekas bibir majikannya yang super nyebelin


"Ya sudah kalau tidak mau,saya cuma beli satu kan tadi,kalau saya beli dua,nanti saya rugi dong."Lucas menarik kembali minum yang ia sodorkan sama Rania lalu meminumnya kembali


Orang kaya perhitungan,dasar laki-laki jahat,mana bisa makan popcorn tapi ga minum,kan seret


Karena tenggorokannya terasa seret,mau tidak mau Rania harus mengalah untuk menerima minuman itu,ya walaupun sisa,dari pada tidak minum sama sekali kan.


"Ya udah tuan,saya mau minumannya,tenggorokan saya ga enak kalau ga minum!"Rania meminta minuman yang sudah ada di genggaman Lucas itu


"Sekarang tidak bisa,siapa suruh tadi kamu nolak,makanya jangan pura-pura,lagian kata orang ko di percaya!"dengan santainya Lucas menyedot minuman yang di minta Rania


"Tuan ayolah,tenggorokan saya beneran ga enak,saya butuh minum,nanti kalau saya meninggal gara-gara tersedak gimana,nanti arwah saya gentayangan,terus menghantui tuan,mau?"Rania berbisik karena orang-orang sudah mulai mengisi tempat duduknya masing-masing


"Ga usah ngawur!"akhirnya Lucas menyerahkan minuman yang tinggal sedikit itu pada Rania


Dengan senang hati,Rania menerima minuman itu dan langsung meminumnya,karena tenggorokannya benar-benar kering.


lumayan lah,daripada tidak sama sekali!


like,komen,vote nya di tunggu ya sayangku🤗

__ADS_1


__ADS_2