
"Sudah, tapi dia malah nyuruh ke sini,"jawab oma.
"Kenapa? apa ada yang bisa aku bantu?"tanya Lucas.
"Serly, mau bekerja di sini, kamu tahukan bagian apa yang sedang kosong?"oma Ratna menatap Hendrik.
"Apa ya, sebenarnya gak ada lowongan oma, paling cleaning service. apa dia bersedia?"manik Hendrik menatap Serly yang sedang melotot ke arahnya.
"Ternyata saya salah datang kesini, Serly itu anak orang kaya perusahaan papanya besar. masa kerja jadi cleaning service,"bentak oma Ratna.
Kalau anak orang kaya, ngapain ngemis-ngemis kerjaan disini.
"Oma, aku gak mau jadi cleaning service, masa wanita cantik seperti aku kerja kaya gitu. yang pantas mengerjakan itu si wanita kampungan istrinya Lucas,"rengek Serly pada oma.
"Hendrik, pokonya oma gak mau tahu. besok saya datang ke sini harus sudah ada lowongan buat Serly, kalau enggak saya akan pecat kamu!"bentak oma Ratna. tangannya menarik Serly untuk keluar dari ruangan Lucas.
"Ck, ada-ada saja, lagian si Lucas, ngapain nyuruh tuh wanita gatal ke sini,"gumam Hendrik.
Setelah oma keluar dari ruangannya, Hendrik langsung memulai kerjaan yang sudah menumpuk. daripada mikirin wanita gatal lebih baik bekerja, ia tak takut oma mengancam dirinya akan dipecat.
"Bro, mana oma?"tiba-tiba Lucas nyelonong masuk ke dalam ruangannya.
"Udah pulang, ngapain lo suruh dia ke sini? enek gue lihat cewek yang oma bawa,"Hendrik menatap Lucas yang sudah duduk di depannya tanpa dipersilahkan.
"Sama, dia terus memprovokasi oma buat benci istri gue,"ucap Lucas.
"Pokonya, kalau sampai lo nyakitin Rania, siap-siap aja kehilangan dia. gue bakal bawa dia ke singapura!"ucap Hendrik dengan tegas.
"Enggak akan, mana mungkin gue nyakitin istri kesayangan,"suara Lucas tak kalah tegas, ia tak mungkin menyakiti Rania.
"Oke, gue percaya sama lo. tapi masalah cewek gatal itu gimana? bingung gue kalau backupnya oma,"Hendrik menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Makanya, gue suruh tanya ke sini. lo tempatkan dia dimana kek, asal jangan berhubungan sama gue,"Lucas menyerahkan masalah itu sama Hendrik.
"Oke, gue punya jalan keluar untuk itu,"Hendrik menyeringai.
__ADS_1
"Ya sudah, gue balik keruangan dulu, pokonya masalah Serly gue serahkan sama lo,"
Hendrik mengacungkan jempolnya tanpa menyahut ucapan Lucas.
Sementara di rumah, bu Renata lagi meminta suaminya untuk bicara sama oma Ratna. meskipun Rania melarangnya tapi bu Renata tak mau kalau sampai oma menghina mantu kesayangan bu Renata.
"Kenapa, gak mama aja yang bilang sama ibu?"tanya pak Bambang.
"Kalau mama yang bicara, ibu gak akan mendengar pa, ibu kan selalu nurut kalau papa yang ngomong,"
"Papa, males kalau harus bicara sama ibu, beliau keras kepala,"kata pak Bambang.
Mendengar ucapan suaminya. bu Renata cuma diam ia juga tahu gimana sikap ibunya yang keras kepala juga selalu memandang orang dari hartanya.
"Iya, nanti papa bicara sama ibu, mama jangan sedih kaya gitu,"pak Bambang mengusap kepala istrinya.
"Makasih ya....
Ucapan bu Renata terpotong dengan suara ribut-ribut yang berasal dari ruang keluarga. keduanya bergegas menuju sumber suara.
"Ibu, kenapa ibu marah-marah?"bu Renata mengerutkan keningnya melihat oma Ratna sedang marah-marah.
"Bu, ada yang mau saya bicarakan, tapi saya cuma mau bicara berdua aja!"kata pak Bambang.
Oma Ratna saling pandang sama Serly, sementara bu Renata tersenyum sinis pada Serly, ia sedikitpun tak menyukai wanita itu sejak datang bersama ibunya.
"Ada apa, kenapa cuma berdua? Renata sama Serly bukan orang lain,"ketus oma Ratna.
"Bu, ini masalah penting,"ucap pak Bambang.
"Ya sudah, Serly, kamu tunggu oma sebentar ya,"ucap oma Ratna dengan lembut.
Pak Bambang berjalan lebih dulu ke dalam ruang kerjanya, tak berapa lama oma Ratna menyusul memasuki ruangan itu.
Di ruang keluarga bu Renata sudah duduk di atas sofa, di sampingnya Serly sedang menunduk mungkin takut karena pendukungnya tidak ada di sampingnya.
__ADS_1
"Kalian dari mana?"bu Renata memulai obrolannya.
"Dari kantor Lucas tante,"jawab Serly.
"Terus, kenapa ibu sampai marah-marah?"
"Tadi, oma kan minta kerjaan buat aku, tapi kata Lucas gak ada lowongan. malah nyuruh jadi cleaning service,"Serly langsung cemberut karena niatnya mendekati Lucas gagal.
"Ya Lucas gak salah, kalau gak ada lowongan harus gimana lagi,"ucap bu Renata.
"Tapi, tante, kenapa tante mau menerima pembantu itu jadi menantu, padahal Lucas tidak layak bersanding sama pembantu itu,"Serly menatap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
"Saya gak pernah ngerasa kalau Rania itu pembantu, keluarga dia punya jasa buat hidupnya Lucas. kalau kamu gak tahu apa-apa, mending diam aja,"suara bu Renata sedikit meninggi karena jengkel mendengar ucapan Serly yang terus menghina Rania.
"Tante,kenapa bentak saya? orang tua saya aja gak pernah membentak, kenapa tante kaya gini,"
Bu Renata bergegas pergi dari ruang keluarga, rasanya ia malah pusing menghadapi Serly, kalau saja bukan karena oma Ratna, ia sudah mengusir wanita itu sejak semalam.
Sementara di dalam ruangan kerja pak Bambang tengah bersitegang sama oma Ratna, wanita tua itu kekeh akan menyatukan Lucas sama Serly. padahal pak Bambang sudah meminta oma supaya berhenti mengacaukan rumah tangga Lucas.
"Pokonya ibu mau kalau Lucas itu menikah sama Serly, dia jelas asal usulnya,"kekeh oma Ratna membuat pak Bambang menggelengkan kepalanya.
"Bu, apa ibu pikir Rania gak jelas?"tanya pak Bambang.
"Iya, memang kenyataannya sepeti itukan,"ucap oma Ratna.
"Bu, Lucas punya hutang nyawa sama bik Tuti, kalau gak bik Tuti mungkin Lucas sudah gak ada sama kita sekarang,"papar pak Bambang.
"Apa, Rania anaknya bik Tuti?"oma Ratna terlihat kaget mendengar ucapan pak Bambang.
"Bukan, tapi Rania keponakannya bik Titi, beliau menitipkan Rania sama Lucas,"jawab pak Bambang.
Mendengar semua penuturan menantunya itu, oma langsung menyandarkan tubuhnya di atas sandaran sofa. sedikitpun ia tak mengira kalau Rania keluarganya bik Tuti, orang yang brjasa buat Lucas.
"Tapi, ibu sudah berjanji akan membantu Serly buat dekat sama Lucas, ia sudah dari dulu menyukai Lucas,"lirih oma Ratna.
__ADS_1
"Bu, pokonya aku gak mau kalau sampai ibu menggangu rumah tangga Lucas. apa ibu tidak melihat perubahan pada diri Lucas sekarang?"
"Enggak, biasanya juga dia seperti itu, kalian aja yang terlalu berlebihan,"kata oma Ratna, hatinya jadi bimbang antara menyatukan Serly atau membiarkan rumah tangga cucunya itu.