
Rania keluar dari kamarnya,ia memakai baju yang menurutnya lumayan bagus,wajahnya terlihat lebih cantik, meskipun cuma memakai pelembab juga sedikit memoleskan lip tint.
"Wa, apa aku tidak akan buat malu bu Renata, dandan kaya gini?"Tanya Rania, ia takut kalau majikan nya akan malu, karena membawa dirinya.
"Kamu ngomong apa sih, cantik begini ko, persis kaya Uwa waktu masih muda. "Bik Tuti menatap Rania dari atas sampai bawah.
"Ah uwa bisa aja, sekarang uwa masih cantik banget ko. "Ucap Rania.
"Masa, yang benar kamu? "Bik Tuti sedikit salah tingkah mendengar pujian keponakan nya.
"Benar, kalau Uwa di sini terus di lihatnya dari Bandung hehe. "Rania langsung menutup mulutnya.
"Dasar, budak gelo(anak gila)!"Maki bik Tuti.
"Udah ah wa, aku berangkat dulu ya.takut bu Renata menunggu lama, masa majikan yang nunggu kan ga baik wa. "Rania mencium tangan uwa nya.
"Iya, cepat sana, nanti bisa di pecat, masa baru kerja sehari sudah di pecat, kan tidak lucu. "Papar buk Tuti.
Rania mengacungkan jempolnya, terus berlalu dari hadapan uwa nya.
"Kamu cantik banget Rani, ibu kira tadi bintang iklan yang sering ibu lihat di koran bungkus gorengan. "Bu Renata tersenyum melihat Rania yang berjalan menghampiri dirinya.
"Masa bu, Rania jadi malu, apa ibu tidak malu mengajak pembantu menemani ibu belanja? "Tanya Rania.
"Engga lah, yu kita berangkat sekarang. "Bu Renata menggandeng tangan Rania keluar rumah.
__ADS_1
"Loh, kalian belum berangkat? "Tanya bu Renata, pasalnya di halaman rumah nya dua laki-laki tampan sedang mengobrol sambil berdiri di samping mobil.
"Belum ma, mama mau ke mana? dandanan sudah seperti ratu elizabet gini. "
"Wah, tante ga bilang-bilang nih kalau ada cewe cantik. "Hendrik langsung berbinar melihat Rania.
"Mama, mau belanja sama Rania, buaya minggir, tidak masuk kriteria."Ucap bu Renata, bibirnya terangkat mengejek Hendrik.
"Tumben, biasanya mama ga pernah bawa pasukan, biasanya juga sama teman sosialisasi nya,yang di panggil jung jang jeng,itu."Lucas menatap mama nya tanpa ekpresi.
"Sosialisasi apaan, sosialita tahu!sekarang kan mama punya teman, jadi perginya sama Rania. "Bu Renata mencebik.
"Tante, kenalin dong sama aku, Lucas pelit tan ga bilang-bilang kalau ada cewe cantik di rumah. "Ucap Hendrik, matanya tidak lepas dari Rania.
"Udah,kalian berangkat sana, awas ya kamu kalau naksir Rania nanti,menurut mama Rania cantiknya alami tidak di dempul kaya.... "Bu Renata tidak meneruskan ucapan nya, melainkan menarik tangan Rania menuju mobilnya.
"Tan, beneran ga bakal di kenalin sama kembaran nya cha en woo? "Teriak Hendrik.
"Ga bakal, kamu buaya mangap,BAHAYA!"Ucap bu Renata, ia membuka sedikit kaca mobilnya waktu melewati Hendrik sama Lucas.
mendengar ucapan mama nya, Lucas menyeringai pada Hendrik, lalu ia masuk ke dalam mobil di ikuti Hendrik yang duduk di kursi kemudi mobil.
"Sialan lo, malah mengejek gue, siapa sih cewe tadi, beneran di poles dikit aja, model sabun colek mah lewat. "Hendrik mulai menjalankan mobilnya, menuju jalan raya berbaur dengan kendaraan lain nya yang mulai padat.
"Alah, udah lah, sekarang kerjaan banyak, masalah cewe pikirin nanti. "Ucap Lucas, matanya sudah fokus pada laptop yang ada di pangkuan nya.
__ADS_1
"CK, Gue ga mau kaya lo,jadi bujangan tua, yang di pikiran nya cuma kerjaan. "Hendrik berdecak mendengar ucapan Lucas.
"S****n lo, ngatain gue bujangan tua, ga nyadar umur lo berapa? "Lucas menggeplak pundak Hendrik.
"Ya karena gue selalu di kasih kerjaan bro, tiap mau pdkt lo pasti ngasih berkas seabreg, setelah beres cewe nya udah kabur di gondol aki-aki. "Ucap Hendrik berapi-api.
"Jadi maksud lo, gue penyebab lo ga pernah berhasil dapat cewe? "Tanya Lucas, tatapan masih fokus sama laptop nya.
"Yoi bro,kalau lo ngasih gue cuti, pasti ngantri tuh cewe yang daftar jadi pacar gue. "Hendrik mengiyakan ucapan Lucas.
"Fine!gue besok nyari asisten baru, lo bebas mau nyari cewe di mana pun,ga akan ada yang melarang. "Ucap Lucas.
"Weuh, ga jadi cuti gue, kebangetan ya lo,jadi bos. "Ucap Hendrik cepat, mau makan apa ia kalau sampai Lucas memecatnya.
"Makanya, jangan asal mangap tuh mulut, BAHAYA! "Lucas tersenyum,pandangan nya beralih menatap Hendrik yang terlihat kesal di samping nya.
"Anak, sama ibu sama-sama gendeng. "Gumam Hendrik.
"Ngomong apa lo?"Tanya Lucas, ia tidak begitu jelas mendengar gumaman Hendrik.
"Nenek gue kehilangan giginya dua. "Ucap Hendrik.
Lucas geleng-geleng kepala mendengar ucapan Hendrik.
like dan komen ya, supaya semangat menulisnya😘😘
__ADS_1