Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 116


__ADS_3

Lucas sama Daniel ngobrol tentang masa-masa lalu waktu mereka menjalani pendidikan bareng di salah satu kampus ternama dunia. usaha mereka tak sia-sia. terbukti sekarang keduanya sukses meski berbeda pekerjaan.


Sementara Rania cuma jadi pendengar, meskipun ia tak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi mata Rania terus melihat satu persatu pelayang yang berlalu lalang melayani pengunjung. ia berharap bisa melihat orang yang dia pikir adalah Firda Maharani.


"Sayang, kenapa?"tanya Lucas. ia menyadari kalau istrinya itu terlihat tak tenang, matanya terus melihat kesana-kemari.


"Hah, enggak, aku gak kenapa-napa sayang,"sahut Rania.


"Masih nyari orang yang tadi?"tanya Lucas lagi. Rania mengangguk sebagai jawaban.


"Dan, lo punya karyawan bernama Firda?"Lucas menatap sahabatnya.


"Firda Maharani, bukan?"


"Iya, bener kak,"Rania langsung menjawab pertanyaan Daniel.


"Ada, tapi dia kerja part time sih, soalnya sambil kuliah katanya, kenapa?"Daniel menatap suami istri itu bergantian.


"Dia sahabat istri gue, makanya dari tadi dia celingukan, bisa dipanggil gak bro?"jelas Lucas.


"Oh, bisa-bisa, sebentar. Ranti ke sini,"Daniel memanggil salah satu karyawannya.


"Iya, pak, ada yang bisa saya bantu?"tanya perempuan yang tadi dipanggil sama Daniel.


"Kamu panggil Rani, bilangin dipanggil sama saya,"jawabnya.


"Iya, pak,"


Perempuan bernama Rania itu mengangguk, setelah itu ia langsung masuk ke area dalam, mungkin itu dapurnya pikir Rania.


"Kak Daniel, kira-kira udah berapa lama Firda kerja di sini?"tanya Rania. ia tak pernah menyangka kalau sahabatnya itu kerja sebagai pelayan, karena ia pernah bilang kalau akan mencari kerja di toko-toko.


"Eum... aku lupa persisnya, cuma udah beberapa bulan sih, kalian temenan udah lama?"tanya Daniel.

__ADS_1


"Lumayan kak, aku kenal dia waktu awal-awal masuk kampus, tapi sekarang jarang ketemu karena aku cuti kuliah, terus Firda kerja, kalau kuliah pree dia pasti kerja katanya,"jelas Rania.


Firda terlihat berjalan menghampiri meja yang Rania tempati, matanya membulat ketika melihat sahabat serta bosnya berada satu meja.


"Pak, bapak manggil saya?"Firda melirik Rania sambil tersenyum, setelah itu ia menatap bosnya.


"Iya, kamu kenal sama mereka?"tanya Daniel.


"Iya, saya kenal pak, dia sahabat saya sama suaminya,"cicit Firda.


"Firda, kamu duduk di sini,"Rania langsung menarik tangan Firda supaya duduk di sampingnya.


"Ran, aku masih kerja, kalau kena sp gimana?"bisik Firda.


"Kak Daniel, bolehkan kalau Firda makan saya kita di sini, nanti kerugiannya minta sama suami saya aja,"Rania menunjuk Lucas yang duduk persis di depannya, sementara Daniel duduk berhadapan sama Firda.


"Wah, kesempatan meras orang kaya nih, boleh-boleh Ran, silahkan kamu duduk di sini temani kita makan Rani,"Daniel terkekeh mendengar ucapan istri sahabatnya, tapi matanya menatap Firda.


"Kenapa jadi aku yang, lagian cuma kehilangan satu pelayan gak akan buat dia rugi yang, tenang aja,"ujar Lucas.


Rania sibuk mengobrol sama Firda, begitu juga suaminya asyik bercerita sama Daniel sambil makan. mereka terlihat seperti pasangan sedang mengadakan double date.


"Firda, pokoknya nanti kamu harus cerita sama aku, kenapa bisa kerja di sini,"Rania mendelik sama Firda, ia merasa tak berguna saat sahabatnya itu kesusahan ia tak tau sama sekali.


"Iya, nanti aku cerita, makasih kamu udah ngajak aku makan sekarang, jujur tadi aku lapar banget, sepulang kuliah belum makan apa-apa,"bisik Firda.


"Kenapa, kalau mau ngelakuin apa-pun, kamu harus makan dulu, apalagi mau kerja, waktunya kan lama fir, apalagi pengunjungnya aku lihat ramai sekali dari tadi,"Rania mengomeli firda.


"Iya, siap bunda cantik, tadi aku buru-buru. mantan kamu datangnya telat, jadi aku kelar kelasnya juga telat, nyebelin kan dia,"Firda bicara sedikit keras, sepertinya ia lupa kalau mereka ditempat umum. apalagi di depannya ada atasan tempat kerja.


Mampus!


"Mantan, mantan siapa maksudnya?"Lucas langsung menghentikan tangannya ketika akan memasukan nasi ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Hehe... itu kak, maksud aku yang suka sama Rania maksudnya, maaf,"Firda jadi salah tingkah, tatapan mata Lucas benar-benar membuat nyalinya menciut seketika.


"Makan tuh, makanya jangan sembarangan hehehe...."Rania puas melihat wajah sahabatnya. siapa suruh bicara sembarangan.


"Mantan istri lo, dosen?"celetuk Daneil.


"Bukan!"


"Bukan!"


Lucas bicara barengan, membuat Daniel sama Firda tertawa, benar-benar jodoh pikir keduanya.


Selanjutnya mereka makan dengan tenang, tanpa ada yang bicara. beberapa mata memperhatikan ke arah mereka, terutama teman-teman Firda sesama pelayan, ada yang menatap dengan sinis ada juga yang menatap dengan bingung. hal itu membuat Firda tak enak juga takut, apalagi ada beberapa orang yang tidak menyukai dirinya, mereka iri sama Firda karena Daniel selalu memaafkan Firda ketika telat datang. beberapa orang yang menyukai Daniel merasa benci sama Firda karena menurut mereka Daniel memperlakukan Firda istimewa. terus ditambah sekarang melihat Firda makan satu meja sama Daniel, meskipun tidak berdua pasti mereka bakal tambah benci sama dirinya.


Setelah selesai makan, Firda pamit akan bekerja lagi, ia merasa tak enak sama pelayan yang lain karena dirinya bisa makan enak sementara yang lain kerja.


"Kak Daniel, aku titip temen aku ya, waktu itu mama udah nawarin dia keja di butik atau toko roti, tapi dia menolak, katanya gak enak harus merepotkan keluarga aku, ternyata dia kerja di tempat kak Daniel,"Rania menatap Firda yang sudah berlalu.


"Eum... kalau boleh tau, orang tuanya kemana?"tanya Daniel.


"Tidak tau, kata dia, Firda juga baru kalau dirinya anak angkat dikeluarga yang selama ini ia anggap paling menyayanginya, itu juga karena adiknya yang memberitahu, terus adiknya itu selalu bilang kalau Firda benalu,"papar Rania.


"Terus, orang tua angkatnya gimana? maksudnya ngasih tau gitu, dimana orang tuanya,"tanya Daniel lagi. ia sepertinya tertarik sama cerita tentang salah satu karyawannya itu.


"Orang tuanya sedang di luar negeri, katanya untuk sementara mereka tinggal di sana karena masalah pekerjaan, entah sampai kapan,"


"Jadi, orang tuanya gak tau kalau sekarang, Rani kerja,"


"Rania, maksudnya siapa kak?"Rania mengernyit mendengar nama yang di sebut sama sahabat suaminya itu.


"Ya itu, namanya Firda Maharani kan, aku manggilnya Rania,"jelas Daniel.


Lucas cuma memperhatikan obrolan antara istri sama sahabatnya itu.

__ADS_1


"Oh, Enggak, dia juga sekarang gak tinggal di rumah orang tua angkatnya itu kak, katanya dia ngekos dekat kampus, makanya Firda kerja kak, aku sama mama juga udah nawarin kalau boleh tinggal di rumah mamanya Lucas biar mama ada temennya, tapi dia menolak, lagi-lagi gak enak,"Rania terlihat sedih, ia kasian dengan nasib sahabatnya itu.


__ADS_2