
"Itu...anu itu....
"Itu, anu apa, bicara yang jelas,"
"Saya boleh masuk dulu tuan, saya pegal kaya gini terus,"tanya Rania.
"Hmmm,"
"Eum, tuan, hmmm itu, boleh atau enggak tuan, saya manusia modern, jadi gak ngerti bahasa seperti itu,"cicit Rania.
"Boleh, terus jelaskan kenapa ke sini malam-malam,"tegas Lucas.mata tajamnya masih menatap Rania.
Rania membuka pintu kamar sedikit luas biar ia bisa masuk, setelah berhasil masuk, Rania berdiri di dekat pintu.Lucas sejenak tertegun melihat Rania yang masih memakai kebaya putih lengkap dengan riasan yang tadi, tangannya memeluk boneka beruang yang warnanya sudah sedikit pudar.
"Sekarang jelaskan!"ucap Lucas.
"Itu, tuan, saya di usir ,"lirih Rania.
Lucas memicingkan matanya mendengar ucapan Rania.
"Diusir?"Lucas mengulang ucapan Rania.
Rania mengangguk sebagai jawaban, wajahnya menunduk tidak berani menatap Lucas.
"Siapa yang ngusir kamu, terus kenapa datangnya ke sini?"
"Eum, karena yang ngusir ibu saya tuan, ibu malah nyuruh saya tidur di sini, tadinya saya mau ke kamar lain, tapi semuanya sudah terisi."ucap Rania.
"Terus, kamu berharap saya menerima kamu tidur si dini gitu?"
"Iya tuan, saya mohon, saya bingung harus tidur di mana,"Rania mengangkat wajahnya, ia menatap Lucas dengan tatapan memelas.
"Oke, kamu boleh tidur di sini,"ucap Lucas.
__ADS_1
"Makasih banyak tuan, ternyata tuan ada baiknya, meski setitik,"
"Heh bocah, bicara macam-macam, keluar dari kamar saya,"Lucas menunjuk wajah Rania.
"Enggak, tuan Lucas baik banget, beneran deh,"Rania mengangkat jari tanda suer.
"Terus, saya tidur di mana tuan, oiya, kata ibu ratu, baju saya di pindahkan ke sini,"Rania memberanikan diri melirik kanan kiri, badannya terasa tak nyaman karena masih menggunakan kebaya, apalagi riasan di kepalanya.
"Kamu tidur di sofa, dan baju kamu saya gak tahu di simpan di mana, cari sendiri,"Lucas kembali fokus sama ponselnya.
Rania berjalan ke arah lemari, bonekanya tak lepas dari dekapannya. mata Lucas sesekali mencuri pandang pada Rania yang sedang membuka lemari.
"Tuan, saya pinjam kamar mandinya buat ganti baju,"Rania sudah menemukan baju yang biasa ia gunakan untuk tidur.
"Hmmm,"
Dasar alien, dari tadi jawabnya cuma hmmm doang, untung aku pintar bahasa alien jadi ngerti.
Rania membawa baju gantinya ke dalam kamar mandi, sbelumnya ia sudah menaruh bonekanya di atas meja yang tersedia di dalam kamar Lucas.
"Apa, kaya di hutan teriak-teriak, dasar bocah,"ketus Lucas.
"Tuan, saya boleh pinjam sikat giginya tidak, punya saya masih di kamar saya,"Rania keluar dari kamar mandi.
"CK, nyusahin banget, sana pakai,"Lucas mendengus melihat tingkah istrinya.
"Hehe tuan, baik deh, makasih ya tuan, jadi gemes,"tangan Rania mencubit pipi Lucas.
"Dasar bocah, sembarangan cubit wajah orang,"Lucas menepis tangan Rania.
"Maaf tuan, kulit tuan halus banget, kaya kulit cewe hihi...."Rania terkekeh terus langsung lari masuk ke kamar mandi.
Sudut bibir Lucas terangkat membentuk sebuah senyuman, kepalanya menggeleng beberapa kali mengingat tingkah ajaib istrinya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, terdengar pintu kamar mandi terbuka, Lucas buru-buru menyimpan ponselnya ke atas meja di samping ranjangnya, ia merebahkan tubuhnya pura-pura tidur.
Rania sudah berganti baju dengan piyama warna merah muda.
"Sudah tidur, baguslah, jadi aku bebas,"dengan santai Rania berjalan ke depan meja rias.
Mata Rania berbinar melihat skincare yang pernah bu Renata belikan untuknya sudah berjajar rapi di atas meja.
Skincare nya sama, apa dia pakai ini ya, pantas aja kulitnya licin, lembut kaya tepung tapioka, skincare nya mahal sih, minta sedikit boleh kali ya, punyaku ketinggalan di kamar, ibu sih buru-buru ngusir.
Lucas berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Rania, matanya terbuka menatap Rania dari pantulan cermin, di sana, ia bisa melihat istri kecilnya itu sedang memakai krim malam yang sebenarnya sudah ia siapkan untuk sang istri, untung mamanya memberi tahu tanpa ia harus bertanya. mama memang the best lah.
Mata Lucas mengikuti gerak gerik Rania, sampai akhirnya, Rania merebahkan tubuhnya di atas sofa. tangannya memeluk erat boneka yang tadi ia bawa tanpa mengunakan selimut, Rania memiringkan tubuhnya menghadap ranjang di mana Lucas berbaring, melihat itu Lucas buru-buru menutup kembali matanya yang dari tadi menatap perempuan yang beberapa jam sah menjadi istrinya.
Sedangkan Rania, matanya menatap orang yang ada di atas ranjang, tapi pikirannya entah di mana, ia memikirkan masa depannya yang entah akan seperti apa, pernikahan yang dirinya jalani akan berakhir atau akan berlanjut bahagia, meski sekarang keadaannya seperti ini, pikirannya terus melayang sampai tak terasa matanya semakin berat dan perlahan tertutup dan memasuki alam mimpi.
Lucas perlahan membuka matanya, ujung matanya melirik Rania yang masih menghadapnya.
Dia tidur, cepat banget tidurnya, padahal suhu kamar sudah gue buat sedingin mungkin, tapi bocah itu tidak berpengaruh sama sekali.
Lucas menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, ia bangkit lalu turun dari atas ranjang, kakinya berjinjit supaya tak menimbulkan suara, ia berjalan mendekati sofa tempat istrinya terlelap.
Lucas berjongkok di depan wajah Rania, matanya memperhatikan wajah damai Rania, yang sedang tertidur lelap, ia bisa merasakan kalau Rania tidur sangat nyenyak.
Bocah, sampai kapan pun, saya tidak akan melepaskan kamu, kamu harus bertahan di samping saya, apa pun yang terjadi kedepannya.
Lucas mengangkat Rania ala bridal style mendekati ranjang king size-nya, dengan hati-hati, ia menaruh tubuh sang istri dengan sangat pelan seakan takut sang istri akan kesakitan atau bahkan kebangun gara-gara ia tak hati-hati. Lucas merebahkan tubuhnya di samping sang istri tak lupa ia mengecup kening istrinya dan menyelimuti badan keduanya.
Tengah malam, Lucas kebangun gara-gara merasa ada yang menindih kakinya, ia membuka mata yang masih sangat mengantuk, ternyata kaki Rania menindih kakinya sementara tangannya berada di atas perutnya, Rania memeluk dirinya seperti guling.
Lucas mengambil ponselnya, ia sengaja memotret keadaanya sekarang.
Liat besok bocah, bagaimana reaksi kamu saat melihat foto ini.
__ADS_1
Setelah mendapat beberapa foto yang menurutnya bagus, ia menyimpan kembali ponselnya ke tempat semula, kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
Aku up nih kesayangan, jangan lupa like, komen, vote nya juga ya, jangan lupa favoritkan ya🤗