
Rania sudah dag dig dug karena persalinannya sudah di depan mata, dia berusaha untuk tak banyak memikirkan apapun, termasuk beberapa kejadian yang belakangan ini menimpa dirinya, sering ada orang yang memperhatikan kediamannya, tapi selama itu tak membahayakan dirinya Rania bersikap biasa aja. apalagi Lucas sudah menempatkan beberapa orang disekitar rumahnya untuk berjaga-jaga.
Seperti biasa Lucas sudah bersiap akan berangkat ke kantor, memang akhir-akhir ini dirinya jarang datang langsung, paling memantau dari rumah semua pekerjaannya apalagi sudah ada Hendrik yang sangat ia percaya untuk menghandle beberapa kerjaannya.
"Sayang, kamu gak papakan aku tinggal ke kantor?"tanya Lucas. Rania tersenyum menatap suaminya sambil mengangguk meyakinkan kalau ia baik-baik saja.
"Kalau ada apa-apa langsung kabari aku ya, terus kalau perut kamu terasa sakit langsung minta bibi untuk telpon aku, terus jangan lupa makan, jangan kecapaian juga,"cerocos Lucas sambil menarik tubuh Rania kedalam pelukannya.
"Iya, kamu udah puluhan kali loh bilang itu dari tadi sayang, pokoknya abang tenang aja ya, kerja yang fokus, aku baik-baik aja, lagian ada bibi kan, jadi gak usah khawatir."Rania mendongak menatap wajah suaminya. beberapa waktu belakangan ia merubah panggilan sama suaminya jadi abang, dan itu sudah dengan persetujuan Lucas pastinya.
"Aku khawatir sama kamu, takut nanti perutnya sakit kaya semalam,"sahut Lucas dengan nada lirih.
"Nggak, kata dokternya biasa kan kalau sudah sembilan bulan sayang, jadi kamu gak usah takut gitu, doakan saja yang terbaik buat kita berdua."Rania mengusap perutnya setelah pelukannya lepas dari sang suami.
Lucas mencium kening Rania lama, setelah itu ia berjongkok tangannya mengusap perut buncit Rania,"baby, ayah kerja dulu ya, baby jangan nakal nendang bundanya pelan-pelan aja, kasian bunda kesakitan kalau baby nendang nya terlalu kencang."Lucas mencium perut Rania beberapa kali.
"Aku berangkat ya, ingat jangan capek-capek, kalau butuh apa-apa minta tolong bibi aja ya cinta."Lucas kembali mencium kening Rania sebelum masuk ke dalam mobil.
Rania melambaikan tangan ketika mobil suaminya meninggalkan halaman rumah menuju jalan raya, setelah itu ia langsung masuk ke dalam rumah setelah memastikan Lucas pergi.
*****
Di tempat lain, Shela sedang duduk santai di teras rumahnya, di sampingnya maminya terlihat sedang anteng dengan ponsel di tangannya.
__ADS_1
"Mi, aku gak nyangka ternyata istrinya Lucas itu cuma seorang pembantu, tapi terlihat banget kalau Lucas sayang banget sama istrinya itu,"ucap Shela.
"Iya, mami juga gak nyangka, itu pasti cuma jadi pelampiasan doang deh, Lucas sakit hati karena kamu tinggalin waktu itu, makanya kamu harus lebih gencar dong deketin Lucas terus sampai dapat,"sahut maminya.
"Iya, Shela juga yakin kalau Lucas itu masih punya perasaan buat Shela mi, makanya mami bantuin dong, supaya Shela bisa cepat mendapatkan Lucas lagi, terus nendang istrinya jadi gembel,"
"Mami harus bantu apa Shel? kalau bisa pasti mami bantuin, lagian mami juga bosen hidup miskin terus kaya gini, gak bisa belanja-belanja, jalan-jalan, bisa makan aja udah syukur banget sekarang,"ucap maminya Shela.
"Emang cuma mami yang merasa kaya gitu, Shela juga sama mi, bosan, apalagi harus banting tulang kerja buat sehari-hari kita, mami sih enak cuma diam aja di rumah, coba Shela."Shela langsung beranjak setelah mengatakan itu, ia masuk ke dalam rumah.
Shela menjatuhkan badannya di atas kasur kamar tidurnya, matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya menerawang jauh pada masa lalunya dulu bersama Lucas, meskipun awalnya dirinya yang mendekati laki-laki ganteng itu, tapi Lucas akhirnya menerima cintanya, Lucas sangat perhatian juga selalu berusaha membuat dirinya nyaman, tapi hati sama pikiran Shela seolah tertutup setelah David terus mendekati dirinya, apalagi pengusaha itu selalu memberikan apapun permintaan dirinya, sampai puncaknya ia meninggalkan Lucas tanpa kabar juga pesan.
"Pokonya, gue harus kembali mendapatkan Lucas, gue gak rela dia bahagia sama perempuan kampung itu, sementara gue menderita sendirian."
Setelah selesai bersiap, Shela langsung keluar dari kamarnya.
"Mau kemana Shel, cantik banget kamu?"tanya maminya.
"Shela mau mendekati Lucas mi, doakan semoga dia memaafkan kesalahan Shela yang pernah meninggalkan dia dulu, pokoknya Shela akan berpura-pura menyesal untuk mendapatkan simpatinya dia, setelah itu pasti gampang menjerat dia kembali."Shela mengambil sepatu hak tingginya dari dalam lemari tempat sepatu.
"Gitu dong, apapun caranya kamu harus lakukan supaya berhasil."Maminya Shela mengacungkan jempol tangannya pada Shela.
Shela langsung keluar dari rumah setelah taksi yang ia pesan sudah datang, tujuannya sekarang adalah sebuah restoran jepang tempat Lucas meeting, ia sudah menyuruh orang untuk memata-matai Lucas sebelumnya, alhasil ia tahu dimana laki-laki itu berada.
__ADS_1
Senyum Shela mengembang begitu melihat Lucas sedang duduk sendirian, matanya terlihat fokus pada layar laptop di depannya hingga dia tak menyadari kalau Shela sudah duduk di hadapannya.
"Fokus banget Luc, sampai-sampai tak menyadari ada aku di sini."Shela melambaikan tangannya ke depan wajah Lucas.
Lucas langsung terperanjat kaget karena kehadiran Shela, untung saja ia tak sampai jantungan karena kaget luar biasa.
"Kamu, sejak kapan kamu di sini, pergi, saya masih ada meeting sebentar lagi!"ketus Lucas.
"Ya ampun Luc, sekarang kamu jahat banget sih sama aku, apa di hati kamu sudah benar-benar tak tersisa ruang buat aku?"Shela terlihat sedih karena penolakan Lucas, apalagi sekarang Lucas bicara sangat formal tak seperti dulu.
"Kamu pikir aja sendiri, sekarang saya sudah nikah sebentar lagi punya anak, jadi mending kamu jalani hidup kamu sendiri, daripada ganggu kehidupan saya,"jelas Lucas.
"Apa, kamu benar-benar cinta sama istri kamu itu, aku dengar-dengar dia itu awalnya cuma pembantu kan di rumah kamu, aku yakin dia cuma jadi pelampiasan aja,"ucap Shela dengan entengnya.
"Kamu, nyari tahu kehidupan ku Shela?"bentak Lucas, emosinya meledak karena mendengar ucapan Shela.
"Ya, aku tahu kamu tak pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun setelah aku pergi, kecuali sama wanita yang sekarang kamu nikahi itu kan, itu artinya cinta kamu buat aku masih ada kan, ayo lah Luc, kita balikan aja, terus kamu ceraikan istri kamu itu, aku yakin kita bakal hidup bahagia, aku janji tak akan meninggalkan kamu seperti dulu,"ucap Shela panjang lebar.
Lucas menyeringai mendengar ucapan perempuan tak tau malu di depannya itu,"jangan pernah bermimpi Shela, kamu tahu penyesalan terbesar di hidup saya?"Lucas mengeraskan rahangnya, ia benar-benar benci sama wanita itu sekarang, apalagi sudah menghina istri kesayangannya.
"Apa, pasti kehilangan aku kan Luc, makanya aku kembali buat kamu sayang, aku tidak akan pergi lagi seperti dulu,"ucap Shela sangat percaya diri.
"Penyesalan terbesar saya telah mengenal wanita gila seperti kamu, saya sarankan mulai sekarang jangan pernah tampakan wajah jelek kamu itu di hadapan saya, itu juga kalau kamu mau hidup dengan tenang!"Lucas menunjuk wajah Shela, setelah itu ia langsung beranjak dari hadapan Shela, padahal ia sedang menunggu kliennya buat meeting, tapi sekarang moodnya sudah hancur gara-gara kemunculan wanita masa lalunya itu.
__ADS_1
Uhuuu maafkan saya baru muncul lagi, saya tidak bisa masuk karena password NT saya lupa, apa ada yang kangen Lucas?