Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 23


__ADS_3

Setelah drama minuman selesai,akhirnya mereka berdua nonton dengan tenang,meskipun Rania kurang menyukai film yang di pilih Lucas,ya karena film itu bergenre action romance,Rania lebih suka film Romantis,tidak ada actionnya,tapi ya tidak mungkin ia ungkapkan yang ada dirinya kena semprot majikan galak itu.


Ponsel Lucas bergetar tanda ada pesan masuk,ia sengaja mengaktifkan mode getar,supaya kalau ada pesan bisa terasa.Lucas merogoh ponselnya dari saku celananya.


Madam tercinta


kalian di mana sih?mama udah selesai nih.


Aku di bioskop ma,tadi si bocah yang minta.


Madam tercinta


Ya sudah tidak apa-apa,mama naik taksi aja pulangnya,jangan kegedean gengsi,kalau suka tinggal bilang😏


Ga ada yang suka,tadi gara-gara ke pepet aja.risih di liatin ondel-ondel kebanyakan poles!


Madam tercinta


Dasar bujang tua,nanti di ambil orang baru nyesel,ya sudah,teruskan pdktnya,mama ga sabar mau punya mantu.


Lucas berdecak melihat pesan mamanya,ia tidak membalas kembali pesan mamanya,matanya melirik kesamping dimana Rania sudah tidur dengan kepala menyender pada sandaran kursi.


"Dasar bocah,di ajak nonton malah ngorok."ucap Lucas,tangannya terulur merapihkan rambut Rania yang menutupi wajah cantiknya,ia merebahkan kepala Rania pada bahunya,biar tidurnya nyaman.


Sementara di cafe,sepeninggalnya bu Renata,wajah Sarah masih terlihat dongkol,ia merasa kalah sama abg ,apalagi secara tidak langsung bu Renata menolaknya untuk mendekati Lucas,meskipun secara halus,tetap saja itu sebuah penghinaan untuk dirinya,Sarah sengaja kuliah di luar negeri supaya bisa mengimbangi Lucas yang se-orang pengusaha sukses,apalagi mamanya bilang kalau bu Renata adalah orang paling kaya di antara semua teman sosialitanya.


Makanya ia dengan semangat berangkat kuliah di Singapura,tapi setelah ia pulang sama sekali tidak menyangka kalau laki-laki incarannya itu sudah punya calon istri,padahal ia selama di Singapura selalu bertanya sama mamanya,mamanya juga yakin kalau Lucas belum punya pacar apalagi calon istri.mimpinya ketinggian sih,jadi pas jatuh langsung sakit banget.


"Ma,selama ini mama bilang kalau Lucas belum punya pacar,tapi sekarang,percuma aku kuliah sampai luar negeri,kalau dia sudah punya calon istri."Sarah menatap mamanya sendu,ia merasa semua usahanya sia-sia

__ADS_1


"Mama juga baru tahu sayang,mama yakin kalau anak labil itu pakai guna-guna buat menjerat Lucas."bu Neta mengusap tangan anaknya bermaksud menenangkan,tapi Sarah langsung menepis tangan ibunya dengan kasar


"Pokonya aku ga mau tahu,mama harus bantu aku buat dapetin Lucas,aku udah suka sama dia dari lama ma,"ucap sarah


"Sayang,mama kenalin kamu sama anak teman mama yang lain aja ya,banyak ko anak teman mama yang masih single,bahkan wajahnya lebih ganteng dari Lucas."bu Neta mencoba memberi saran sama Sarah


"Engga ma,aku maunya sama Lucas,pokonya aku ga mau kalah,apalagi cuma sama anak abg,mana cuma pembantu lagi!"ucap sarah emosi


Mendengar ucapan Sarah,bu Neta memilih bungkam,ia tahu sifat anaknya seperti apa,dari kecil ia sudah memanjakannya,apa-pun yang Sarah minta harus terpenuhi,meski kadang tidak masuk akal.


🌺🌺🌺


Film yang Lucas tonton sudah selesai beberapa menit yang lalu,tapi Rania masih nyaman menutup matanya,kepalanya masih bersandar pada tangan Lucas,Lucas sendiri tidak berniat membangunkan Rania,meskipun tangannya sudah lumayan pegal.ia memilih membuka ponselnya,memeriksa email yang masuk,masalah pekerjaan.emang otak bisnis di manapun pasti kerjaan yang di pikirkan.


Rania membuka matanya,pandangannya langsung tertuju pada layar bioskop yang sudah mati,ia berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran entah kemana dan dimana,begitu nyawanya terkumpul Rania baru sadar kalau ia sedang bersandar manja pada tangan seseorang.


"Tu...tuan."Rania mendongak,manik coklatnya langsung menatap wajah tampan yang sedang memperhatikan dirinya


"Tuan,kenapa tidak bangunin saya? lagian mana ada saya tidur ngorok,saya tidak merasa tuh."Rania mendengus mendengar ucapan Lucas,bisa-bisanya orang didepannya itu bilang ia ngorok apalagi sampai ileran


"Dari tadi, saya sudah bangunin kamu,emang dasarnya aja tidur kaya kebo,atau kamu sengaja ya biar bisa nyender sama saya lebih lama!"ketus Lucas,padahal dalam hati ia senang Rani nyender pada tangannya


"Aduh tuan,saya tidak ingat kalau saya nyender sama tuan,kalau saya sadar,mending nyender sama tembok,lebih nyaman."ucap Rania


"Dasar bocah,minggir saya mau pulang!"Lucas berdiri lalu berjalan meninggalkan Rania yang masih mematung


"Tuan,jangan tinggalin saya,nanti saya nyasar terus di culik gimana."Rania berlari menyusul langkah lebar Lucas


"Siapa yang mau menculik kamu,bukannya untung ,yang ada malah buntung."ucap Lucas,ia sama sekali tidak peduli sama Rania yang ngos-ngosan mengejar dirinya

__ADS_1


"Iya juga sih,nyulik aku buat apaan,kan aku ga punya uang."gumam Rania


"Tapi bisa aja sih,ada yang butuh kamu."ucap Lucas,ia tiba-tiba menghentikan langkahnya


"Siapa tuan,yang butuh saya,saya mau pindah kerjaan lah."tanya Rania,sekarang ia bisa mensejajarkan langkahnya sama Lucas


"Banyak!"


"Dimana?"


"Pasar organ!"


Rania mendengus mendengar ucapan Lucas,masa iya harus menjual organnya,ia lebih baik kerja jadi pembantu,daripada harus menjual organ tubuhnya.


"Tuan,ibu Renata mana,jangan di tinggalin."Rania menengok kanan kiri,sekarang mereka sudah ada di parkiran mall itu di samping mobil Lucas


"Mama,sudah pulang dari tadi,makanya kalau nonton jangan tidur,nyusahin tahu ga!"papar Lucas,ia masuk mobil lalu duduk di belakang kemudi


"Kenapa tuan tidak bangunin saya,kalau ibu marah gimana tuan?"tanya Rania.wajahnya terlihat gelisah


"Tadi saya bilang,saya sudah bangunin kamu,salah kamu sendiri,tidur sudah kaya mayat aja,jadi ya terima aja kalau mama marah."ucap Lucas dengan santai


Lucas mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran mall,sepanjang perjalanan keduanya diam,mereka larut dengan pikiran masing-masing.


Menempuh perjalanan tiga puluh menit,mobil Lucas akhirnya sampai dengan selamat di garasi rumah orangtuanya,tanpa menunggu Lucas,Rania sudah lebih dulu keluar dari mobil,pikirannya tidak tenang,ia takut kalau bu Renata akan memarahinya gara-gara ia tidur pas nonton,sampai bu Renata mengalah pulang sendiri tanpa menunggu dirinya sama Lucas.


Rania melangkahkan kakinya memasuki rumah yang terlihat sepi.


"Rania....

__ADS_1


like,komen,vote nya dong,yang banyak ya,biar saya lebih semangat,dan up nya cepat🤗


__ADS_2