
Lucas melajukan mobilnya menuju rumah, jalanan sudah mulai sepi karena sudah menjelang malam, cuma beberapa mobil yang yang masih berlalu lalang di atas jalan yang biasanya macet apalagi kalau pagi sama sore. kesabaran harus berkali-kali lipat karena kemacetan.
Tak butuh waktu lama akhirnya, mobil Lucas sudah berada di depan gerbang rumahnya. satpam yang berjaga sigap membukakan pintu untuk tuannya.
Setelah memarkirkan mobil di garasi rumahnya. Lucas segera keluar dari dalam mobil, suasana rumah sangat senyap mungkin orang-orang sudah pada tidur pikirnya.
Ketika tangannya bersiap membuka pintu, tiba-tiba pintu sudah terbuka duluan dari dalam. nampak bibi sedang berdiri di depannya.
"Belum tidur bi?"tanya Lucas. bibi menggeleng sebagai jawaban.
"Istri saya sudah tidur?"tanya Lucas lagi. kakinya melangkah masuk ke rumah.
"Kayanya sudah den, soalnya non Rania tidak keluar dari tadi,"sahut bibi. setelah Lucas masuk bibi segera menutup pintu lalu menguncinya.
"Oh, sudah makan belum bi?"tanya Lucas.
"Siapa? non Rania den?"
"Iya bi, istri saya sudah makan belum?"
"Belum, cuma tadi siang. setelah itu tidak keluar lagi dari kamar, katanya mau nonton di kamar den,"jelas bibi.
__ADS_1
"Ya sudah, saya ke kamar dulu. bibi istirahat saja sudah larut malam,"ucap Lucas.
"Iya, selamat malam den,"Setelah mengucapkan itu bibi berlalu, ia terlihat menguap sambil berjalan menuju kamarnya.
Lucas bergegas menuju kamarnya. badannya sudah terasa lengket, meskipun cuma duduk di dalam ruangan tapi tetap saja merasa gerah jadi badannya gak nyaman. begitu membuka pintu kamar senyumnya mengembang ketika melihat Rania sudah tertidur pulas, tangannya memeluk guling, laptopnya masih menyala menampilkan aktor-aktor korea yang menjadi idola istrinya. kadang Lucas merasa cemburu karena istrinya itu kuat berjam-jam demi aktor kesayangannya.
Lucas membuka seluruh pakaiannya setelah mengecup kening Rania. ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badan yang seharian terkena AC.
Setelah beberapa menit menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi. Lucas segera keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang membungkus pinggang hingga kaki, Lucas berjalan ke depan meja rias, ia mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.
Rania membuka matanya begitu mendengar suara berisik dari hairdryer yang digunakan Lucas. ia duduk di atas kasur sambil matanya tertutup kembali.
Lucas melihat bayangan Rania dari cermin di depannya, setelah rambutnya sedikit kering. Lucas segera menyimpan hairdryer ke tempatnya. ia melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, Lucas duduk di samping sang istri, tangannya terulur menyentuh pipi Rania.
"Aku, membangunkan kamu sayang, maaf ya, tidurnya jadi terganggu,"ucap Lucas.
"Kamu, baru pulang, yang?"tanya Rania. matanya terlihat masih mengantuk.
"Iya, banyak kerjaan tadi, kata bibi kamu belum makan ya?"Lucas mencium kening Rania. tangannya mengusap pipi yang sedikit bulat efek berat badan yang sedikit naik.
"Iya, tadi aku nonton, terus ketiduran deh,"sahut Rania.
__ADS_1
"Ya udah, kita makan dulu yu, aku juga belum makan sayang,"ajak Lucas. tangannya menarik tangan Rania dengan lembut.
"Kamu belum makan dari tadi, cuma sarapan roti gitu?"sentak Rania.
"Bukan, tadi makan pas meeting di luar sayang, maksudnya belum makan malam,"Lucas tersenyum melihat wajah Rania.
"Oh, kirain belum makan seharian, pokoknya sesibuk apapun kerjaan kamu, jangan sampai lupa makan ya sayang,"Rania turun dari atas tempat tidur mengikuti suaminya.
"Siap tuan putri, kamu juga jangan lupa makan, kalau aku telat pulang, kamu makan duluan aja yang, jangan nungguin aku,"Lucas menarik kursi untuk istrinya duduk.
"Kamu bakal sering pulang malam ya?"Rania menatap Lucas yang sedang melihat makanan di atas meja.
"Mungkin, yang, tapi aku usahakan bakal pulang lebih awal, biar banyak waktu sama kamu,"Lucas mengusap kepala Rania,"mau makan sama apa sayang?"tanyanya.
"Aku makan yang pedas-pedas, tapi berkuah sayang,"jawab Rania.
"Tapi, bibi masaknya cumi asam manis, ayam goreng sama tumis buncis yang,"Lucas menunjuk makanan hasil masakan bibi,"terus gimana yang?"lanjutnya.
"Masak mie instan boleh gak?"tanya Rania. setelah dirinya hamil, Lucas tak pernah mengijinkan makan makanan kurang sehat itu.
"Boleh, tapi jangan sering-sering ya, biar aku yang masakin, kamu duduk saja,"jawab Lucas.
__ADS_1
Rania bersorak gembira ketika diperbolehkan makan mie instan oleh Lucas.
sedikit duluya, Insya Allah aku double up ya, maaf kalau banyak typo.