
"Elah, dari pagi juga gue kerja bro, nungguin pengantin datang kesiangan,"ketus Hendrik, ia keluar dari ruangan bosnya.
"Berisik! keluar sana, gue masih banyak kerjaan,"Lucas mengibaskan tangan menyuruh Hendrik keluar dari ruang kerjanya.
Akhirnya Hendrik keluar dari ruangan Lucas,begitu keluar ia berpapasan sama Wina, sekertaris Lucas yang akan masuk. senyum wanita itu dibuat semanis mungkin, tapi Hendrik sama sekali gak tertarik sama wanita yang pakai baju kurang bahan apalagi dandanannya sangat tebal.
ia melenggang begitu saja tanpa membalas senyum wanita itu.
Sombong banget, sama aja kaya pak Lucas. jangan-jangan mereka tidak suka wanita, boro-boro nyapa, senyum aja enggak.
Wina mengetuk pintu ruangan Lucas setelah Hendrik menghilang dari pandangannya.
"Pak, ini berkas yang harus bapak tanda tangan,"Wina meletakan berkasnya di depan Lucas.
Lucas langsung membubuhkan tanda tangan di atas kertas yang diserahkan sekertaris nya.
"Jangan ada yang ganggu saya, kalau ada yang tanya saya, bilang saja lagi gak bisa di ganggu,"ucap Lucas tanpa menatap lawan bicaranya.
"Iya pak, kalau gitu saya permisi dulu,"Wina langsung meraih berkas dari atas meja bosnya, terus langsung keluar ia sudah hapal sikap bos besar itu.
Lucas kembali larut dalam kerjaannya, masalah yang tiba-tiba muncul membuat dirinya sedikit kelimpungan,seharian ia berkutat di depan laptopnya sampai lupa waktu sudah malam.
Sekertaris yang biasa berpamitan pun tak datang karena Lucas meminta tak ada yang mengganggunya. tiba-tiba ia mendengar orang mengetuk pintu.
"Bos, loe gak pulang?"Hendrik langsung masuk setelah dipersilahkan masuk, biasanya dirinya akan nyelonong masuk. tapi sekarang Hendrik takut karena ia yakin suasana hati Lucas lagi jelek gara-gara mak lampir tadi.
"Emang udah waktunya pulang?"Lucas mengangkat wajahnya.
"Astaga bos, sekarang udah jam delapan,"Hendrik membelalakan matanya mendengar ucapan Lucas.
"Masa sih, perasaan pas gue ke toilet masih jam 4 ,"Lucas memandang sekeliling ternya sudah menyala lampu, bahkan pemandangan di luar gedung pun sudah gelap.
"Bos, loe terlalu fokus sama kerjaan, lagian saham kita sudah pulih, malah lebih ningkat,"jelas Hendrik.
__ADS_1
"Iya, tapi gue tetep akan ngambil langkah tegas, kalau mereka kekeh gak mau tanggung jawab,"tegas Lucas.
"Iya harus, mak lampir pikir ini masalah main-main, gara-gara ditolak masa jadi perusahaan yang dikorbankan!"ucap Hendrik, ia sangat setuju dengan ucapan bosnya.
"Kalau tetep seperti sekarang, kita bawa kejalur hukum!"
"Ya udahlah, masalah itu kita pikirkan besok, sekarang gue mau pulang, gerah mau mandi, lagian emang loe gak kangen sama istri di rumah bos, kalau gue, udah gue kekepin ,"Hendrik menaik turunkan alisnya.
"Hah, sampai lupa gue sama dia, s****n gara-gara Alinda saiko, dia pasti sendirian,"Lucas menyambar jas dari sandaran kursi kerjanya.
"Maksudnya, sendirian giman? kan ada tante sama om,"Hendrik mengernyit sambil melihat Lucas yang terlihat gelisah.
"Gue, sekarang tinggal di apartment,"ucap Lucas. setelah mematikan laptopnya ia berjalan keluar ruangannya diikuti Hendrik dibelakangnya.
"Sejak kapan pindah ke apartment loe?"tanya Hendrik, saat ini mereka sudah di dalam lift, suasana kantor sudah hening, tak ada aktifitas seperti siang hari.
"Kemarin, gue mau mandiri, kebetulan Rania juga mau, bukan mau sih, dia emang istri penurut,"jawab Lucas.bibirnya membentuk satu senyuman ketika mengingat istrinya.
"Kayanya, loe udah beneran cinta sama dia bis, syukurlah, jangan sampai sia-siain dia, apalagi kalau di hati loe masih tersimpan nama shela, gue pastiin bakal bawa Rania kabur dari kehidupan loe,"ucap Hendrik panjang lebar, ia bahagia melihat Lucas sekarang terlihat bahagia.
Semoga loe bisa menjaga Rania dengan baik, gue udah sama dia semenjak pertama melihat dia. asal dia bahagia, gue udah senang.
Sedangkan Lucas, ia langsung mengendarai mobilnya menuju apartment yang sekarang menjadi tempat tinggalnya.
Jalanan yang lenggang memudahkan dirinya untuk segera sampai, ia sudah tak sabar ingin segera memeluk istri tercintanya, padahal baru beberapa jam tidak bertemu, tapi rasanya kangen banget, lebar memang Lucas.
Setelah memarkirkan mobilnya, Lucas bergegas menuju lift memencet tombolnya menuju unitnya.
Kenapa lama banget sih, sejak kapan lift ini jadi kaya siput, perasaan pas berangkat biasa aja.
Akhirnya lift berhenti di lantai yang Lucas tuju, ia bergegas keluar dari dalam lift lalu berjalan menuju tempatnya.
"Sayang, aku pulang,"Lucas membuka sepatu terus menyimpannya di rak.
__ADS_1
"Sayang!"Lucas kembali memanggil istrinya karena tak ada jawaban. ia bergegas mencari sang istri di tiap ruangan.
"Sudah tidur ternyata, maaf ya aku pulangnya telat,"gumamnya. kemudian ia mencium kening Rania yang sedang terlelap di atas tempat tidur.
Rania membuka matanya karena merasakan pergerakan Lucas.
"Sayang, udah pulang ya, maaf aku ketiduran,"Rania langsung bangun begitu melihat kalau sang suami ada dihadapannya.
"Gak apa-apa sayang, aku mengganggu tidur kamu ya,"Lucas langsung menarik Rania ke dalam pelukannya.
"Enggak, tadi aku emang nunggu kamu, tapi malah ketiduran sayang,"Rania menyusupkan wajahnya di atas dada Lucas.
"Kangen sayang,"ucap Lucas.
"Kan tadi juga ketemu sayang, oh iya, kamu sibuk banget ya, sampai pulangnya malam banget,"tanya Rania.
"Iya, tadi banyak kerjaan, sampai tak sempat makan, kamu masak sayang?"Lucas merenggangkan pelukannya lalu mengangkat dagu Rania, mengecup bibirnya sekilas.
"Ya ampun, kalau gitu, aku siapkan air buat kamu mandi ya, terus aku panaskan makanan selama kamu mandi,"Rania langsung turun dari atas tempat tidur lalu melangkah menuju kamar mandi, tapi tangannya langsung ditarik Lucas.
"Aku aja sayang, kamu panaskan makanan saja,"kata Lucas.
"Kamu kan capek sayang, aku aja ya,"Rania menatap suaminya.
"Capek aku ilang begitu melihat kamu,"
"Ikh dasar, sekarang pinter gombal ya kamu, biasanya juga dingin kek kulkas,"Rania memeletkan lidah meledek suaminya.
"Mana ada, orang dari dulu ramah, ko dibilang dingin sih,"ucap Lucas.
"Udah ah, aku siapin air dulu sayang,"Rania melepaskan tangannya dari genggaman Lucas.
Lucas menanggalkan pakaiannya, lalu menyusul sang istri ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
like, komen, vote juga ya, terima kasih🤗😘😘