
"Eh, cewe tadi emang siapa sih Luc? jangan-jangan yang mau di jodohkan sama lo ya? "Tanya Hendrik.
"CK, enggaklah, kata mama dia ponakan nya bik Tuti, tapi dia bakal kerja di rumah gantiin bibi yang mau berhenti kerja. "Jawab Lucas.
"Sayang banget bego,cewe cantik kaya gitu cuma kerja sebagai art,mending gue jadiin istri lah!"Ucap Hendrik.
"Ga usah ngimpi, lo ga lihat tadi gimana mama gue. "Lucas mendelik sama Hendrik.
"Ah, ga asyik lo, bukan nya mendukung malah kaya gini. "Ucap Hendrik.
"Kalau tante Rena mau jodohin lo sama cewe tadi,gimana Luc? "Tanya Hendrik.
Lucas yang sedang fokus melihat laptopnya menatap tajam ke arah Hendrik.
"Gue, kan cuma nanya bos, lihatnya jangan kaya mau habisin gue dong, ngeri lo,kalau ga mau jawab ya sudah. "Hendrik bergidik melihat tatapan tajam Lucas.
"Ga bakal lagi,mama jodoh-jodohin gue."Ucap Lucas, matanya kembali fokus sama laptop nya.
setelah itu hening tidak ada pembicaraan lagi,sampai mobil memasuki area perkantoran milik orang tua Lucas.
🌺🌺🌺
Di sisi lain, Rania sama Bu Renata tiba di pusat perbelanjaan, kedua turun dari mobil.
Rania terperangah melihat gedung bertingkat di depan nya, ia tidak pernah membayang kan akan menginjakan kaki nya di tempat yang selama ini cuma ia lihat di televisi atau ponsel nya yang sudah ketinggalan jaman.
ia jadi teringat sama sang ibu,kalau ia ikut pasti akan heboh.
__ADS_1
"Yu masuk Rani."Suara bu Renata membuyarkan lamunan Rania.
"Iy.... a bu, "Ucap Rania gugup.
"Kenapa,ko kaya gugup gitu? "Tanya bu Renata,
"Engga bu, saya cuma kagum lihat gedung nya,bagus banget. "Jawab Rania.
"Ibu kira kenapa, yu masuk,pokonya kamu harus temani ibu ya hari ini. "Bu Renata menggandeng tangan Rania memasuki mall itu.
"Bu!"Tiba-tiba Rania berhenti berjalan ketika akan menaiki eskalator.
"Kenapa Rani? "Bu Renata mengerutkan kening nya.
"Hehehe aku taku kepeleset bu, kalau naik ini. "Ucap Rania, wajahnya merah karena malu.
Bu Renata sama Rania memasuki lift,tangan Rania tidak lepas dari genggaman bu Renata.
"selain lucu, anak ini juga polos,sepertinya aku sudah ada cara buat mendekatkan kamu sama Lucas, kalau terang-terangan bilang sama Lucas pasti akan marah dia. "batin Bu Renata, ia tersenyum sendiri membayangkan rencananya.
"Bu, ibu ke sambet jin lift ya, ko jadi senyum-senyum sendiri. "Tanya Rania,matanya menatap wajah majikan nya.
"Hus, ada-ada aja kamu, masa ada jin numpang naik lift sih, dia kan bisa menghilang,jadi tidak perlu naik lift kaya kita. "Ucap Bu Renata.
Rania mangut-mangut mendengarkan ucapan majikan nya,lift berhenti di lantai yang di tuju Bu Renata, ia menarik tangan Rania keluar dari dalam lift.
Bu Renata masuk kedalam toko baju-baju branded,Rania mengekor sama bu Renata ke manapun majikan nya itu melangkah.
__ADS_1
"Kamu, milih juga baju, biar ibu yang bayar Ran."Ucap bu Renata.
"Ga usah bu,aku tidak akan cocok pakai baju-baju di sini. "Ucap Rania, ia tersenyum manis pada majikan nya.
"Tidak nerima penolakan, ibu bantu milih ya Ran, terus kamu coba dulu. "Bu Renata memilih baju untuk Rania, yang menurutnya cocok.
setelah mendapatkan yang ia pikir cocok, ia segera menyuruh Rania mencoba nya di ruang ganti.
Rania, akhirnya menerima baju yang di berikan bu Renata, ia masuk ke dalam ruang ganti dengan canggung.
Rania keluar dari dalam ruang ganti, dengan baju yang bu Renata pilihkan sudah melekat indah di tubuhnya.
"Ibu, apa ini tidak berlebihan? "Tanya Rania, ia merasa kalau baju itu terlalu bagus untuk nya, yang cuma seorang pembantu.
"Astaga, kamu cantik banget, udah itu cocok buat kamu, biar ibu bayar sekalian ya,kamu ganti dulu baju nya ibu tunggu di kasir. "Bu Renata berlalu dari hadapan Rania menuju kasir sambil membawa baju pilihan nya.
Rania kembali masuk ke ruang ganti, mengganti baju nya dengan baju yang ia gunakan dari rumah.
"Hah, masa harganya sampai 5 juta, itu duit semua atau apa."Rania tak sengaja melihat harga baju yang tertera di kertas kecil yang menempel di baju yang ia pegang.
Rania menghampiri bu Renata yang sudah menunggunya di depan kasir.
"Bu, bajunya ga usah aja ya, mahal banget, sayang uang nya. "Bisik Rania pada bu Renata.
"Udah, sini bajunya, nanti bisa kamu pakai kalau ibu ajak ke mana-mana ya. "Bu Renata mengambil baju dari tangan Rania, setelah itu ia simpan di depan kasir.
__ADS_1
"Tapi...