Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 75


__ADS_3

"Jadi, gitu ceritanya yang, beberapa tahun kita tak ketemu. terus tadi kita ketemu, aku gak ngenalin dia karena wajahnya berubah, atau mungkin aku lupa karena sudah beberapa tahun gak ketemu,"Rania menutup ceritanya.


Lucas menatap Rania dengan lekat, bibirnya belum mengeluarkan sepatah katapun membuat Rania bingung juga takut.


"Sayang, jangan diam aja dong, bicaralah ayo,"Rania mengguncang tangan Lucas.


"Jadi, sekarang jadi dosen kamu?"Lucas masih menatap lekat manik Rania. jujur dirinya takut kalau istrinya itu akan berpaling.


"Iya, dia baru ngajar hari ini, menggantikan profesor Syamsudin yang pindah tugas,"


"Jadi, kalian bakal setiap hari bertemu? bakal selalu dekat,"Lucas mendengus mengingat hal itu.


Rania mengangguk sebagai jawaban, ia tak merasa ada masalah dengan itu karena sedari awal dirinya tak pernah ada hubungan apapun sama laki-laki yang selalu mengiriminya surat itu.


Lucas dengan gerakan cepat mengangkat Rania kedalam pangkuannya, membuat Rania memekik karena kaget.


"Kamu, pindah kampus aja ya yang,"wajah Lucas memelas.


"Kenapa, harus pindah? aku udah nyaman di sana, lagian aku gak ada hubungan apapun, jadi gak ada alasan buat aku pindah,"Rania jelas menolak untuk pindah kampus.


"Sayang, kamu ngerti gak sih, perasaan aku seperti apa?"Lucas memeluk pinggang Rania erat.


"Emang, gimana, aku gak tahu perasaan kamu, kan kamu yang ngerasain lah,"ucap Rania dengan polosnya.


"Aku, cemburu, aku takut kamu berpaling sama laki-laki itu, apalagi kalian sudah kenal lama,"kata Lucas.


"Hahaha... kamu cemburu, yang benar saja sayang, aku gak ada hubungan apa-apa sama bang Kevin,"Rania tertawa keras mendengar ucapan Lucas.


"Kamu, mungkin tak ada perasaan apa-apa sama dia, tapi dia pasti ada perasaan sama kamu, dia pernah menyatakan cinta sama kamu, meskipun melalui surat,"Lucas merengut, tatapannya lurus ke depan.


"Biarkan saja, gak usah dipikirkan, lagian dia sudah dijodohkan sama Viola,"ucap Rania.


Setelah bernegosiasi dengan cukup lama, ditambah rayuan yang Rania keluarkan, Lucas mengijinkan Rania tetep kuliah dengan beberapa syarat yang harus Rania patuhi.

__ADS_1


Lucas merasa ketakutan kalau Rania akan direbut orang lain, ia sudah menyakini kalau dirinya benar-benar jatuh cinta sama istri kecilnya itu. sekarang ia bisa menjawab pertanyaan oma Ratna tadi pagi, tentang wanita masa lalunya yang pergi meninggalkan dirinya cuma pamit lewat pesan itupun sesudah beberapa waktu wanita itu meninggalkan dirinya.


Sekarang Lucas sudah yakin tentang masa depannya bersama sang istri, ia yakin di depan sana kerikil-kerikil harus ia hadapi. karena tak ada rumah tangga yang lepas dari cobaan atau ujian. itu tergantung bagaimana kita menghadapinya.


Lucas kembali meneruskan kerjaannya yang masih menumpuk, sedangkan Rania juga sibuk dengan tugas-tugasnya. ia terlihat fokus duduk di atas sofa sambil memangku laptopnya.


Sesekali Lucas melirik istrinya yang tengah fokus, lalu kembali tenggelam dengan berkas-berkas berharganya.


Rania menguap beberapa kali karena mengantuk juga bosan sedari tadi cuma diam menunggu suaminya. tugas yang tadi banyak sudah ia selesaikan. akhirnya ia merebahkan tubuhnya di atas sofa tangannya masih memeluk laptop.


"Astaga, sampai lupa kalau istriku menunggu dari tadi,"Lucas melirik Rania yang sedang meringkuk di atas sofa.


Lucas membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjanya, matanya melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya sebelum beranjak menghampiri sang istri. ia harus memastikan kalau sudah waktunya pulang, jangan sampai dirinya menjadi contoh yang tidak baik buat karyawannya.


Lucas jongkok di depan wajah Rania. tangannya mengusap kepala Rania dengan sayang.


"Enghh, sayang udah selesai kerjanya?"Rania mengerjapkan matanya.


"Enggak, aku gak bosan ko, tadi ngantuk banget jadi ketiduran,"Rania menegakan tubuhnya.


Lucas merapihkan rambut Rania yang berantakan. lalu mengecup kening Rania agak lama.


"Mau, pulang sekarang?"tanya Lucas.


"Emang, udah waktunya pulang?"Rania mengerutkan keningnya.


"Udah, kalaupun belum, aku bisa pulang kapan aja yang,"jawab Lucas.


"Gak, boleh gitu. kamu harus jadi teladan buat karyawan kamu, jadi mereka segan sama kamu bukan semata karena kamu bosnya, tapi karena kamu bisa jadi contoh yang baik,"papar Rania.


Lucas tersenyum mendengar ucapan Rania, istri kecilnya sudah bertambah dewasa sekarang. ia sangat bangga bisa hidup sama wanita seperti Rania, bukan cuma cantik tapi juga sangat dewasa dan bijak.


Keduanya keluar dari ruangan sambil bergandengan tangan, lebih tepatnya Lucas yang tidak mau melepaskan tangan Rania barang sedetikpun.

__ADS_1


Rania menunggu Lucas yang sedang mengambil mobilnya di tempat parkir. Lucas menyuruhnya menunggu di lobby kantor.


"Rania, bisa kita bicara sebentar?"tiba-tiba Serly berdiri disampingnya.


"Bicara, tentang apa tante?"Rania sedikit menjauh dari Serly karena masih takut wanita itu berbuat sesuatu tanpa ia ketahui.


"Aku, aku minta maaf soal tadi, aku janji tidak akan mengganggu kamu sama Lucas,"Serly menunduk tak berani menatap wajah Rania.


"Itu...


"Sayang, buruan naik,"Lucas membuka pintu mobilnya.


"Maaf, aku duluan tante,"Rania langsung meninggalkan Serly yang menatap nanar ke arah Rania.


Hah, kalau saja si asisten kurang ajar itu tidak memaksa dan mengancam akan membuat perusahaan ayah bangkrut, aku tak akan sudi meminta maaf sama cewek kampungan itu.


"Ingat ucapan gue tadi, kalau sampai lo menggangu rumah tangga mereka lagi, jangan harap perusahaan bokap lo masih ada!"Hendrik berbisik ditelinga Serly. lalu menubruk bahu Serly dengan keras sampai badan Serly terhuyung ke depan.


Dasar asisten sinting, sekarang gue minta tolong siapa? oma sudah tidak peduli lagi sama gue.


Serly mengacak rambutnya frustasi, ia benar-benar pusing tak ada satupun yang bisa ia mintai tolong, keluarganya juga sama mengacuhkannya.


*****


Di lain tempat tepatnya di sebuah rumah sederhana ibunya Rania sedang mengobrol sama kakaknya yaitu Astuti. Ibunya Rania itu mengkhawatirkan putrinya dengan munculnya Kevin di dekat Rania akan menimbulkan masalah.


"Sudah, kamu tenang aja. bu Renata pasti tidak akan tinggal diam Lis,"bik Tuti menenangkan adiknya.


"Tapi, tadi kata nek Rosma, Kevin akan mengejar Rania, nek Rosma juga tak percaya waktu aku bilang kalau Rania sudah menikah,"bu Lilis mendengus kesal.


"Biarkan saja, nanti aku bakal bilang sama bu Renata masalah ini. kamu jangan banyak pikiran,"bik Tuti menepuk punggung adik satu-satunya itu.lalu keluar dari rumah itu.


Semoga kamu baik-baik saja nak, meskipun kadang suka bikin ibu kurang darah, tapi ibu sayang sama kamu. kasian kamu selalu menderita dari dulu.

__ADS_1


__ADS_2