
Rania menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.matanya menatap langit-langit kamar,pikirannya kembali pada waktu beberapa jam yang lalu,saat dirinya menerima syarat untuk bisa meneruskan pendidikannya.
Apa keputusan aku tidak salah,Rania menikah itu bukan hal main-main,masa depan mu masih panjang,apa aku bakal bisa jadi istri yang baik,bakal jadi apa pernikahan mu nanti,pernikahan tanpa cinta itu berat.
Rania bangkit dari tidurannya,tangannya menggapai ponsel dari atas nakas ,mengusap layarnya lalu menekan no ibu tersayangnya.terdengar suara wanita yang selama ini bisa menjadi ayah juga ibu untuk dirinya,ibu yang tak pernah ngeluh walau bagai mana pun kondisi kehidupannya.
Ran,ibu kangen,kamu sehat kan?"
Aku sehat ibu,ibu gimana kabarnya,Uwa udah sampai belum bu?"
Alhamdulilah ibu sehat,udah dari tadi Uwa sampai Ran,kamu gak sibuk,bisa telpon ibu jam segini.
Enggak,kerjaan aku udah selesai bu,ada yang mau aku tanyakan sama ibu,boleh gak?"
Tinggal tanya aja,biasanya juga langsung nyerocos,gak pernah tanya boleh enggak segala.
Ye ibu,sekarang kan beda,ini masalah sedikit serius,jadi aku harus nanya dulu sama ibu Ratu."
Ya sudah,jadi masalah apa yang sedikit serius itu,ibu jadi penasaran,tumben kamu punya masalah sedikit serius,biasanya kan selalu garing.
Ah ibu,emang ibu yang paking ngerti hidup aku,semalam bu Renata telpon ibu,benar?"
Benar,minta kamu jadi menantunya tapi ibu gak anggap,soalnya gak mungkin kan.anak majikan kamu itu,tampan,kaya,sekolahnya di luar negeri.masa mau nikah sama pembantu yang udik kaya kamu,harusnya dia sama ibu,baru benar hihi
Emang ibu tahu dari mana kalau anak majikan aku itu tampan,jangan mimpi ibu Ratu,situ sudah ada kerutan di wajahnya,masa mau sama berondong manis.
Kamu iri ya sama ibu,tadi ibu lihat gambarnya di ponsel Uwa kamu,mata ibu langsung jelas pas lihat yang tampan kaya gitu.tapi ya sudah kalau gak boleh,itu buat kamu,tapi cariin ibu duda tampan,kaya raya,supaya ibu bisa beli skin care ya.
Gak usah banyak gaya,ibu ratu sudah cantik tanpa pakai skin care segala.
__ADS_1
Hah sudah lah,jadi dari mana kamu tahu bu Rena telpon ibu?
Tadi beliau bilang sama aku,beliau bilang aku bisa kuliah kalau mau nikah sama tuan Lucas,tapi kalau gak mau bu Renata menyuruh aku pulang bu.menurut ibu bagai mana?"
Rania anak kesayangan ibu,untuk masalah itu,ibu menyerahkan semuanya sama kamu.ibu tahu kamu anak pintar,sayang banget kalau sampai kamu berhenti sekolah nak,tapi ibu tidak bisa berbuat apa-apa.untuk makan aja kadang ibu gak punya,apalagi kalau harus bayar kuliah kamu,terus sekarang ada jalan buat kamu meneruskan pendidikan kamu,tapi syaratnya seperti itu,ibu tahu kamu bingung,soalnya ini untuk masa depan,apalagi menikah itu bukan main-main,jadi ibu menyerahkan semuanya sama kamu,keputusan ada di tangan kamu yang akan menjalaninya Ran.
Tadi aku sebenarnya sudah menerima syarat dari ibu Rena bu,semoga itu yang terbaik buat semuanya,aku mau bikin ibu bangga sama aku,aku juga mau bahagiain ibu.doakan aku ya bu.
Itu pasti Ran,doa ibu selalu menyertai mu,semoga kamu selalu di limpahi kebahagiaan nak.
Iya ibu,terima kasih,nanti bilangin sama Uwa ya!
Iya,jadi sebentar lagi ibu bakal punya mantu ganteng,ibu senang banget ini,ya sudah kamu harus jaga diri ya,ibu mau bilangin berita ini sama Uwa kamu,pasti dia bahagia nih,anak majikan kamu itu selalu dia bangga-banggakan.
Bu Lilis langsung mematikan panggilan telponnya.Rania geleng-geleng kepala mendengar ibunya yang sangat antusias.
semoga ini yang terbaik,walaupun aku belum tahu kedepannya akan seperti apa,aku menyerahkan semuanya sama engkau ya Allah.
Tok...tok...tok
Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya,ia langsung bangun terus menuju pintu untuk membukanya.
"Ran,ibu mau minta semua perlengkapan untuk pendaftaran kamu nak."ucap bu Renata,ternyata yang mengetuk pintu kamarnya bu Renata
"pendaftaran apa bu?"tanya Rania
"Ya pendaftaran masuk universitas Ran,bapak udah nunggu di sana.kamu gak lupa bawa kan."tanya bu Renata
"Oh,enggak ko bu,sebentar saya ambil dulu."jawab Rania,ia bergegas mengambil semua surat-surat yang ia susun rapi dalam lemari bajunya
__ADS_1
"Ini bu,semuanya sudah ada di sini."Rania memberikan Amplop coklat kepada bu Renata
"Ya udah,buat daftar pernikahan juga sekalian ya ini Ran."kata bu Renata
"Iya bu."
"Ibu pulangnya bakal telat kayanya Ran,nanti beritahu Lucas ya,siapkan makan malamnya buat kamu sama Lucas aja,ibu berangkat sekarang ya."bu Renata langsung pergi dari hadapan Rania tanpa menunggu ucapan Rania
"Emang harus secepat ini ya,aku kira masih nanti-nanti nikahnya,hah aku takut ibuuu.mending tidurlah rasanya kepala mau pecah kalau ingat anak nikah sama tuan Lucas."gumam Rania
Rania menutup pintu kamarnya.sekarang ia butuh istirahat untuk merilekskan pikiran serta pisiknya yang seharian ini menerima beberapa kejadian tak masuk akal menurutnya.tidak butuh waktu lama dirinya langsung tidur dengan nyenyak.
Lucas tampak sedang fokus menatap layar laptop yang menampakkan beberapa email yang masuk,mengenai pekerjaan.tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya terperanjat karena kaget.
"Apa,gue masih lihat email yang leo kirim."ucap Lucas sama Hendrik yang masih ada di kantor.
"Jangan ngegas dong bos,gue seharian kerja gantiin kerjaan loe,masa balasan loe kaya gini."
"Ga usah lebay,buruan apaan?"
"Tadi pak Hendra nyariin loe,bawa anaknya bos,katanya besok mau ketemu loe,gue makin yakin dia bakal minta loe nikahin anaknya."
"Bukan urusan gue,bentar lagi gue mau nikah,mending anaknya pak Hendra buat loe aja."
"Jangan mimpi *loe,malam masih bentar lagi,anaknya pak Hendra buka selera gue,Rania baru selera gue bos."
"CK,loe jangan mimpi,Rania gak akan mau sama mahluk kaya loe*,gak ada lagi kan gue tutup ya."
Lucas langsung mematikan ponselnya,tiba-tiba moodnya jelek gara-gara ucapan Hendrik.tapi dirinya tetap melanjutkan kerjaannya.
__ADS_1
Apa bilang aja ya kalau Rania itu calon istri gue,biar mulut Hendrik diam,benar-benar merusak mood gue tuh anak s***n.
like,komen,vote nya di tunggu ya,masukan favorit juga ya,selamat membaca😘😘*