Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 135


__ADS_3

"Iya, mbak siapa ya?"


"Kenalin saya Shela pacarnya Lucas, kamu pasti saudaranya Lucas kan?"Shela mengulurkan tangannya pada Rania.


Deg


Jantung Rania berdetak lebih kencang dari biasanya, ia ingat wanita itu yang mereka temui waktu sama mama mertuanya. padahal waktu itu dirinya mengira kalau wanita itu selingkuhan papa mertuanya. ternyata masa lalu suaminya sendiri.


"Hey, kenapa malah bengong, nama kamu siapa?"Shela melambaikan tangan di depan wajah Rania.


"Ekheum... kenalin saya Rania mbak, istrinya Lucas!"Rania menetralkan wajahnya, sebisa mungkin ia jangan gentar menghadapi wanita di depannya itu, bagaimanapun dirinya lebih menang karena sudah menikah sama suaminya, sementara wanita di depannya cuma masa lalu laki-laki yang sekarang sudah bergelar suami juga sebentar lagi gelarnya menjadi seorang ayah.


"Hah! kamu pasti bercanda kan, saya tahu Lucas itu cinta mati sama saya, asal kamu tahu ya, saya itu cinta pertamanya Lucas, kalau mau bercanda jangan berlebihan deh."Shela meremehkan Rania, ia tersenyum sinis menatap Rania dari atas sampai bawah. dalam hatinya ia mengakui wanita di depannya itu sangat cantik juga masih muda ditambah menggunakan pakaian yang terlihat mahal.


"Saya serius mbak, perut saya sudah buncit gara-gara dia, jadi, mbak jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti jatuhnya sakit!"bisik Rania.


"Saya gak percaya, kamu yang mimpinya ketinggian, perasaan Lucas itu cuma buat aku, meskipun kita berjauhan lama."Shela terlihat emosi mendengar ucapan Rania.


"Terserah, saya tidak minta mbak percaya kok, cuma saya ingatkan jangan pernah ganggu rumah tangga saya sama Lucas, paham!"jelas Rania.


"Kalau benar kamu sudah menikah sama dia, saya akan merebut dia dari kamu, karena yang harusnya berada diposisi kamu itu adalah saya."Shela menyeringai jahat.


Rania cuma mengangkat bah, ia yakin kalau suaminya itu tak akan kembali sama perempuan di depannya itu, mereka sudah membicarakan masalah itu beberapa kali. apalagi ia punya mertua yang pasti akan membelanya.


"Terserah mbak, tapi saran saya, mending mba cari laki-laki lain, terus jaga baik-baik jangan pergi tanpa pesan seenaknya, situ pikir manusia tidak bisa berubah, merasa besar kepala karena paling dicintai, ck ck ck, kasian banget mbak!"Rania geleng-geleng kepala menatap wajah Shela.


Ponsel Rania berdering dari dalam tasnya,"suami saya pasti nungguin karena saya lama, maaf ya mba, saya duluan, ingat pesan saya, mending cari laki-laki lajang yang bisa menerima mba yang sekarang,"

__ADS_1


"Iya sayang, aku udah selesai kok."Rania sengaja mengangkat telepon di depan Shela, supaya wanita itu tahu kalau Lucas sudah menjadi miliknya.


"Kamu gak papakan, kenapa lama yang, apa perlu aku susul ke sana?"


Suara Lucas terdengar panik, hal itu membuat Rania tersenyum penuh kemenangan.


Shela memalingkan wajahnya, sekarang ia yakin kalau wanita di depannya itu tidak mengada-ngada.


Setelah berbicara ditelepon, Rania segera keluar dari dalam toilet, ia bisa melihat raut wajah Shela yang sangat emosi, ia tak mau terjadi hal yang tidak ia inginkan, bukan dirinya takut tapi ia lebih menjaga perutnya untuk sekarang, Rania tak mau terjadi apa-apa sama anak dalam kandungannya.


"Akh, sialan, ternyata Lucas sudah menikah, semua ini gara-gara mami yang maksa aku buat ikut David laki-laki brengsek itu!"Shela berteriak setelah Rania keluar dari toilet itu.


Dalam hatinya ia bertekad akan merebut Lucas dari Rania, ia akan mengejar laki-laki yang masih ada dihatinya itu, apalagi ia melihat Lucas sudah banyak berubah, ia yakin kalau Lucas sudah menjadi orang yang sukses. Shela tak rela kalau Rania bisa hidup bahagia sama Lucas.


"Apa Lucas tadi ketemu sama mbak Shela ya, soalnya dia jadi aneh, tiba-tiba membuang baju yang baru satu kali ia pakai, apalagi harga bajunya gak murah,"


Sepanjang perjalanan, pikiran Rania tak tenang, dihadapan Shela ia bisa terlihat santai, tapi sungguh hatinya ada sedikit ketakutan, bukan takut suaminya berpaling, tapi lebih ke Shela berbuat sesuatu pada kandungannya.


"Sayang, kenapa lama? aku khawatir tahu."Lucas langsung bangkit menghampiri Rania saat istrinya itu baru masuk ke dalam restoran.


"Eum, gak papa, tadi ada setan di toilet nya, jadi aku debat dulu."Rania tersenyum masam.


"Ada setan, maksudnya gimana sih sayang? kamu gak papa kan?"Lucas memeriksa tubuh istrinya.


"Nggak, nanti ada yang mau aku tanyakan sama kamu, awas kalau gak ngaku!"Rania menatap tajam suaminya.


Lucas menelan ludah, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering hanya karena melihat tatapan istrinya yang belum pernah ia lihat selama mereka menikah.

__ADS_1


"Bibi, maaf lama ya, tadi aku ketemu setan di toilet."Rania terlihat sumringah ketika berhadapan sama bibi, ia tak mau kalau sampai bibi tahu dirinya ada masalah.


"Gak papa non, setan di toilet itu biasa non, kan tempat mereka di sana,"sahut bibi.


"Sayang, aku udah pesankan makanan buat kamu, kalau kurang tinggal bilang ya,"Lucas mengusap kepala istrinya.


Sepasang mata yang sedang memperhatikan kemesraan suami istri dari jauh, terlihat berkaca-kaca, penyesalannya datang belakangan, sungguh dirinya sangat ingin berada diposisi Rania saat ini.


"Eum, kayanya kurang deh yang, soalnya aku baru saja menguras emosi sama perasaan juga, jadi perlu tenaga lebih, buat nanti,"seru Rania.


"Siap sayang, kamu emang istri yang baik banget deh, sampai ingat kalau kita akan berantem di atas ranjang."Lucas berbisik ditelinga Rania.


Bibi cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah majikannya, ia berdoa semoga selamanya hubungan keduanya baik-baik saja.


Rania tak menanggapi ucapan suaminya, ia lebih fokus sama makanan yang baru datang di hadapannya, ia belum tenang karena suaminya itu tidak menjelaskan perihal baju yang dibuang, sebelum bertemu Shela Rania mungkin Rania percaya kalau baju itu kotor, tapi setelah ketemu Shela kepercayaannya itu pudar.


"Ayok, makan yang banyak sayang, Dede bayinya pasti lapar."Lucas mengusap perut istrinya, ia kaget karena mendapat tendangan dari dalam sana.


"Wah, anak ayah beneran lapar ya,"ucap Lucas dengan antusias.


Rania tersenyum, ia juga bahagia karena bayi dalam perutnya aktif, hal itu menunjukan kalau buah hatinya sehat di dalam perutnya.


Akhirnya mereka bertiga makan dengan lahap, terutama Rania ia sampai nambah beberapa menu makanan karena merasa masih lapar. setelah selesai, Rania bersama bibi menunggu Lucas yang sedang membayar makanan mereka.


"Sayang, kamu kenapa, perasaan dari tadi lebih banyak diam deh?"Lucas merangkul bahu istrinya setelah selesai membayar makanan.


"Aku, mau kamu jujur sama aku yang, masalah kamu membuang baju tadi, kalau sampai kamu bohong, awas saja ya,"ancam Rania.

__ADS_1


"Sayang aku...



__ADS_2