
Rani perlahan membuka pintu, matanya fokus ke dalam kamar.
tiba-tiba kepalanya terbentur pintu, dengan cukup keras.
"Siapa sih yang naruh pintu di sini, geser dong orang mau lewat juga."Rania memukul pintu di depan nya.
Rania melangkahkan kaki nya lebih dalam,lalu mendekati ranjang king size tempat Lucas tertidur pulas.
"Tuan Lucas, bangun."ucap Rania
Suara nya sama sekali tidak berarti untuk membangunkan Lucas dari tidur nyenyak nya. Rania mencoba kembali membangunkan Lucas,tapi hasilnya sama seperti sebelum nya, jangankan bangun bergerak saja tidak.
Tangan Rania terulur,jarinya menusuk-nusuk pipi mulus Lucas. "tuan bangun dong, kebo banget sih."kata Rania
Tangan Lucas tiba-tiba menangkap tangan Rania yang sedang menusuk pipinya, Rania yang kaget langsung terjerembab,sebagian tubuhnya tengkurep di samping Lucas,sedangkan sebagian lagi menjuntai ke bawah.
Wajah Rania berada di atas dada Lucas, posisi itu membuat Rania menahan napas,jantung nya berdebar lebih cepat,tangan nya masih berada dalam genggaman tangan Lucas. hal itu membuat Rania susah untuk lepas.
Lucas merasa dada nya terasa berat, mau tidak mau akhirnya ia membuka matanya. matanya langsung melotot begitu matanya melihat kepala Rania berada di atas dadanya.
"Kamu, nyari kesempatan peluk-peluk saya, dasar bocah saraf. "teriak Lucas
"Tuan, jangan teriak-teriak, orang pikir saya ngapa-ngapain tuan, padahal tuan yang menarik tangan saya. "ucap Rania ketus
Lucas baru sadar kalau memang dirinya menggenggam tangan Rania, ia langsung melepaskan setengah mendorong Rania hingga kepala Rania membentur ujung tempat tidur.
"Tuan, benar-benar kaya singa galak, tidak nyentil kening, mendorong sampai membentur ranjang, nanti saya laporkan pasal kekerasan. "Rania mengusap kepalanya yang terasa sakit
"Salah siapa peluk-peluk, kamu sengaja mau menggoda saya pagi-pagi begini."Lucas turun dari atas tempat tidur, mendekati Rania yang masih mengusap kepalanya
"Tuan mau ngapain? "Rania panik ketika melihat Lucas terus mendekat ke arah dirinya
__ADS_1
Lucas tidak menjawab,ia malah semakin mendekat pada Rania, tangan nya meraih kepala Rania yang tadi terbentur.
Tangan nya menyibak rambut panjang yang menghalangi pandangan nya,Lucas melihat kepala Rania memerah akibat benturan tadi.
pantas bocah tengil ini kesakitan, lumayan juga benturannya, sampai merah gini.
"Tuan, saya sudah tidak apa-apa, jangan modus ya,"Rania mendorong Lucas
"Heh bocah, siap yang mau modus sama bocah kaya kamu, tipe saya bukan kamu, selera saya tinggi, bukan level kamu!"ucap Lucas
"Huh, siapa juga yang mau jadi tipe nya tuan arogan,pantas saja tuan tidak laku-laku,seleranya terlalu tinggi, mungkin jodohnya masih di alam lain,"ledek Rania
Mendengar ucapan Rania, Lucas menatap tajam Rania, Lucas menyeringai,kakinya sedikit demi sedikit melangkah mendekat kembali pada Rania.
Tinggal beberapa senti lagi badan Lucas untuk sampai. secepat kilat Rania menghindar, ia berlari menjauh dari jangkauan Lucas, melihat Rania lari Lucas langsung mengejar nya, hingga terjadilah aksi kejar-kejaran dalam kamar yang lumayan luas itu.
Napas Rania ngos-ngosan,akibat berlarian menghindari Lucas, melihat Rania kecapean Lucas langsung menarik tangan Rania,tubuh Rania langsung jatuh ke atas kasur karena kencangnya tarikan Lucas, badan Lucas ikut terjatuh di atas tubuh Rania, karena tangan nya masih memegang tangan Rania.
"Ehem... pantas mama tunggu kamu tidak turun-turun, ternyata sedang bermesraan ya,"sindir bu Renata
Mereka berdua kompak menoleh ke arah pintu, ketika mendengar ucapan bu Renata, tapi posisi mereka masih seperti tadi, mereka berdua belum sadar dengan keadaan nya.
"Lucas, turun,kasian Rania, badan kamu pasti berat. "bu Renata menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua mahluk di depan nya itu, meskipun ia berniat mendekatkan keduanya, tapi bukan secepat itu, ini terlalu di luar ekspektasi nya
Lucas baru sadar kalau dirinya menindih Rania, secepat kilat ia bangkit dari tubuh Rania, begitu juga Rania, pipinya terasa panas entah karena malu atau karena marah sama Lucas, karena gara-gara dirinya,bu Renata melihat kejadian memalukan itu.
"CK kalian ini, belum mahram,sudah main tindih-tindihan, untung mama keburu datang, kalau tidak entah apa yang akan terjadi. "sindir bu Renata
"Ma, ini bukan yang seperti mama pikirkan, tadi bocah itu,kepala nya terbentur,makanya aku lihat, "ucap Lucas
"Mana bisa terlihat, kalau kamu menindih tubuhnya Rani, kalau berdiri baru terlihat, dasar kamu tuh banyak alasan. "bu Renata mendengus
__ADS_1
Sedangkan Rania cuma bisa menunduk, ia tidak berani mengangkat wajahnya, kalau bisa Rania ingin menyelam saja ke dasar laut,untuk menghindari bu Renata.
"Rani, kamu bereskan tempat tidurnya, ibu yakin kamu di paksa kan sama dia, jangan mau,dia perjaka tua."bu Renata menunjuk Lucas yang berdiri tidak jauh dari dirinya
"Ma, apaan sih,pakai bilang perjaka tua segala,"Lucas mendelik sama mama nya
"Ey, emang iya, teman-teman kamu sudah pada nikah, kamu masih jomblo, apa jangan-jangan tidak laku ya. "ejek bu Renata, semakin menjadi-jadi
"Sudah lah, mending mama keluar aja, tunggu di bawah. "Lucas mendorong bu Renata supaya keluar dari kamarnya
"Kamu takut mama ganggu ya, kamu suka kan sama Rania, ngaku aja deh. "bu Renata mengedip-ngedipkan matanya
"Apaan sih, aku ga bakal suka sama bocah, apalagi ceroboh kaya dia."Lucas menutup pintu kamarnya setelah mama nya benar-benar ke luar.
Lucas melangkahkan kakinya, ke dalam kamar, ia melihat Rania sedang membereskan tempat tidurnya.
"Bocah, siapkan baju saya, kalau salah, ingat ada hukuman menanti. "Lucas meletakan jarinya di leher,lalu menggerakkan nya,
Dasar tuan arogan, galak, jahat, hidup lagi, bisanya cuma ngancam, saya doakan suatu saat suka sama aku, terus bakal aku tolak mentah-mentah.
"Heh, dasar bocah, di suruh malah melamun, kamu tuli ya. "Lucas menarik telinga Rania.
"Saya dengar tuan,sudah sana mandi, saya bosan lihat tuan terus, mending saya lihat opa-opa korea yang ganteng."Rania mengibaskan tangan nya ke arah Lucas
"Siap kamu nyuruh-nyuruh saya, di luar sana banyak wanita yang betah lama-lama melihat saya, kamu aja yang seleranya kampungan, dasar udik. "setelah mengucapkan kata-kata itu,Lucas berlalu ke dalam kamar mandi
...tuhan dosa apa,yang sudah aku perbuat di alam lain, kenapa nasib saya begini amat, padahal kalau saya di takdirkan menjadi miliuner saya tidak akan nolak. daripada punya majikan gendeng setengah saraf. ...
**like, komen, vote nya di tunggu ya, selamat malam,selamat membaca😘😘
🌺🌺🌺**
__ADS_1