
"Sayang, kamu percaya sama aku ya, aku yakin bisa menaklukan oma,"Rania berusaha menenangkan Lucas.
"Tapi, ucapan oma udah keterlaluan sayang,"Lucas melirik Rania sekilas.
"Iya, aku aku tahu, tapi, kalau kita melawan oma, itu malah bakal tambah repot sayang, kekerasan kalau dilawan sama kekerasan juga itu gak baik,"
"Iya, aku ngerti sayang. tapi kalau oma udah melakukan kekerasan pada pisik, aku gak tinggal diam,"ucap Lucas dengan tegas.
"Iya, sekarang kamu tenang. gak udah emosi terus ya,"Rania berusaha menenangkan Lucas yang masih terlihat marah.
Akhirnya Lucas bersikap seperti biasa setelah Rania menenangkannya.
Sampai fakultas Rania, ia langsung menghentikan mobilnya lalu memeluk istrinya dengan erat tak bisa dipungkiri kalau keberadaan Rania membawa beberapa perubahan pada dirinya. kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari seberapa banyak usianya, tapi seberapa kuat kita menghadapi masalah.
"Aku masuk dulu ya, nanti kalau oma ke kantor. kamu biarkan aja,"tangan Rania mengusap wajah Lucas.
"Iya, nanti aku usahakan jemput kamu, tapi, kalau sibuk, aku suruh supir kantor,"ucap Lucas. lalu mencium tangan Rania dengan lembut.
"Iya, kamu kerja yang tenang sayang!"Rania keluar dari mobil setelah mencium pipi suaminya.
Mobil Lucas kembali berbaur dengan kendaraan lain menuju tempat kerjanya. begitu sampai keningnya mengernyit melihat mobil ia kenali memasuki area parkir khusus petinggi perusahaan.
Itu mobil mama, ngapain mama ke kantor segala.
Lucas memperhatikan mobil bu Renata dari dalam mobilnya, matanya langsung membola begitu melihat oma juga Serly turun dari mobil. ternya firasatnya benar kalau oma bakal datang mengacau.
Lucas turun dari mobilnya setelah oma masuk ke dalam perusahaan, ia menarik napas sebelum kakinya memasuki lift khusus.
Lucas melihat oma sedang berjalan menuju ruangannya, di belakangnya Serly berjalan dengan santai mengikuti langkah oma Ratna.
"Oma, kenapa Lucas belum sampai ya?"Lucas mendengar ucapan Serly dari depan pintu ruangannya.
"Iya, pasti nganterin istri kampungannya itu, pokonya oma akan bertindak supaya Lucas bisa melepaskan pembantu itu,"ucap oma dengan emosi.
__ADS_1
Lucas membuka pintu dengan sedikit kencang. membuat oma sama Serly terjengkat karena kaget.
"Lucas, kamu mau buat oma kena serangan jantung ya?"bentak oma Ratna.
"Salah oma sendiri. ngapain pagi-pagi udah ribut di ruangan orang,"ketus Lucas sambil berjalan menuju kursi kebesarannya.
"Kamu, kenapa makin kurang ajar, pasti karena ketularan istri kampungan kamu ya!"suara oma terdengar tinggi menandakan kalau ia sedang emosi.
"Istri aku orang baik, justru perempuan yang oma bawa yang gak baik,"sindir Lucas. matanya melirik Serly yang sedang berdiri di samping oma Ratna.
"Luc, kamu tega banget bicara kaya gitu sama aku, dulu, kamu itu lembut banget kan, selalu belain kalau ada yang ganggu aku. pasti kamu diguna-guna sama pembantu itu ya,"rengek Rania dengan suara manja.
"Sekali lagi mulut lo ngehina istri gue, lo akan tahu akibatnya,"bentak Lucas membuat Serly bersembunyi di belakang tubuh oma Ratna.
"Lucas, kamu benar-benar berubah, benar yang dikatakan Serly, istri kamu itu bawa pengaruh buruk buat kamu! pokonya oma gak mau tahu Serly harus kerja di sini,"mata oma menatap tajam Lucas yang sudah duduk di kursi tempatnya kerja.
"Terserah, lakukan apapun kemauan oma,"Lucas mulai menyalakan laptopnya.
"Serly, akan oma tempatkan jadi sekertaris kamu,"ucap oma.
"Mending Wina pindahkan, oma yakin Serly pasti lebih pintar daripada sekertaris kamu itu!"ucap oma.
"CK, enggak oma, Wina yang sudah ngerti semua urusan kantor, juga kerja sama, sama perusahaan lain,"ucap Lucas dengan tegas.
"Mending oma tanya Hendrik, biar dia yang ngurusin orang bawaan oma ini,"
"Kamu, nyuruh oma?"oma Ratna mendelik tak suka.
"Enggak, tapi kalau oma Nerima nya gitu ya terserah. aku masih banyak kerjaan,"Lucas jengkel sama oma juga Serly yang gak keluar dari ruangannya.
"Dasar cucu kurang ajar!"oma menarik tangan Serly keluar dari ruangan Lucas, ia sudah tahu kalau sifat Lucas sama dirinya keras.
"Oma, terus aku bagaimana? aku maunya dekat terus sama Lucas biar bisa ngambil hatinya,"Serly memegang tangan oma.
__ADS_1
"Sabar, kalau oma maksa Lucas, dia bakal tambah gak suka sama kamu, kamu nurut aja sama oma,"oma berusaha memberi pengertian sama Serly.
Akhirnya Serly mengikuti saran dari oma, asal ia bisa kerja di kantor itu terus bisa dekat sama Lucas.
Hendri yang baru masuk ke dalam ruangannya terkejut melihat oma sama perempuan yang tidak ia kenali sudah duduk di kursi depan meja kerjanya.
"Oma, kapan sampai?"Hendrik mencium punggung tangan oma.
"Kamu, tambah ganteng sekarang. oma baru sampai beberapa menit yang lalu,"ucap oma Ratna.
"Oma bisa aja, siapa gadis cantik yang di samping oma, boleh kali dikenalin,"Hendrik melirik Serly yang duduk di samping oma.
"Dia, itu Serly temen masa kecilnya Lucas,"oma memperkenalkan Serly pada Hendrik.
Oma sudah biasa keluar masuk perusahaan menantunya itu, pak Bambang membangun perusahaan itu dari nol tanpa menyusahkan orang lain, orang tuanya sudah meninggal ia juga berasal dari keluarga menengah kebawah. tapi dengan kegigihannya ia berhasil sampai sekarang.
"Lucas, sudah datang oma?"tanya Hendrik. pasalnya tumben oma datang keruangan nya buka ke tempat Lucas cucu kesayangannya.
" Sudah, dia baru sampai, padahal berangkat dari rumah dia yang duluan, malah nganterin istri kampungannya itu,"sungut oma dengan ketus.
"Maksudnya, gimana oma?"Hendrik tak mengerti dengan ucapan oma.
"Ya itu, istri kampungan yang Lucas pilih manja banget, ke kampus aja harus di anterin, padahal kan naik angkutan umum bisa,"ucapan oma membuat Hendrik melotot, ia tahu kalau Rania bukan anak manja meskipun asalnya dari kampung, tapi Rania selalu sopan.
"Maaf, oma setahu aku, yang minta Lucas buat antar jemput Rania itu Lucas sendiri,"Hendrik yang sudah menganggap Rania adik sendiri itu tidak terima kalau Rania dihina.
"Mas Hendrik jangan tertipu tampang polosnya, dia itu bawa pengaruh buruk buat Lucas,"Serly ikut menjelekan Rania.
"Oma, kalau boleh saya tahu, apa oma ada keperluan sama saya?"Hendrik langsung mengalihkan pembicaraannya, ia tak suka kalau adik kesayangannya itu dijelek-jelekin.
Kalau oma bukan orang tua, sudah kuhajar dengan cepat sampai babak belur.
"Oma, mau minta kamu buat nempatin Serly di perusahaan ini,"ucap oma Ratna.
__ADS_1
"Kenapa, gak langsung sama Lucas bicaranya?"tanya Hendrik.
"Sudah, tapi dia malah nyuruh ke sini,"jawab oma.