Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 37


__ADS_3

Semua orang sudah siap, Rania sudah di make up auranya sangat keluar, siapa-pun yang melihatnya akan terpukau.


Kebaya warna putih sudah melekat indah di tubuhnya,dandanan wajah yang begitu soft and flawless , mahkota siger sunda terpasang indah di atas kepalanya. bu Renata sengaja memilih adat sunda sebagai asal kelahiran menantunya.


Area taman belakang sudah di sulap menjadi tempat yang sangat indah, karena di sana akan dilaksanakannya acara sakral tersebut.


"Masya Allah, kamu beneran anak ibu?"ibunya Rania mengucek matanya berkali-kali, melihat anak gadisnya sangat cantik setelah selesai di rias.


"Iya, aku anaknya ibu ratu, ini nyata loh, bukan cuma mimpi,"Rania tersenyum melihat ibunya yang seakan tak percaya kalau wanita cantik yang sedang duduk di depan meja rias itu Rania si gadis desa, anak kesayangannya.


"Mungkin, kalau dulu, waktu ibu nikah sama bapak kamu di make up seperti ini, kecantikannya bakal berkali-lipat dari pada kamu ya Ran,"ibunya Rania masih menatap lekat anak gadisnya.


"Iya, mungkin,"ejek Rania.


Lucas sangat gagah memakai jas warna putih senada dengan kebaya Rania, rambut yang biasanya tertata rapi, sekarang tertutup songkok.


Semua orang sudah berkumpul, Lucas sudah duduk di depan penghulu juga paman Rania, adik dari bapaknya Rania, mereka baru tiba siang tadi.


"Apakah sudah bisa di mulai?"penghulu menatap Lucas yang duduk di hadapannya.


Lucas mengangguk sebagai jawaban, jantungnya berdetak lebih cepat, tangannya terasa dingin.


Lucas langsung berjabat tangan sama paman Rania, paman Rania tersenyum ketika merasakan tangan calon suami dari keponakannya itu terasa dingin.


"Ananda Lucas Abian Pratama sudah siap?"tanya paman Rania.


"Siap, paman,"


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan keponakan saya Rania Mutiara binti Rudi Hidayat dengan mahar berupa lima ratus gram emas dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Mutiara binti bapak Rudi Hidayat dengan mahar tersebut di bayar tunai."


"Bagaimana para saksi, sah?"

__ADS_1


"SAH!"


"SAH!"


"Alhamdulillah,"semuanya yang hadir mengucap syukur. apalagi orang tua mereka berdua.


Semua rasa gelisah, nervous, yang tadi ia rasakan. rasanya semuanya langsung hilang dalam dirinya, berganti dengan perasaan bahagia, juga lega.


Beberapa menit setelah akad selesai, Rania masuk ke tempat acara, semua mata memandang takjub pada kecantikan wanita yang baru beberapa menit menjadi seorang istri.


"Wah, cantik banget ya,"


"Pantas Lucas selalu nolak wanita lain, pacarnya cantik banget kek bidadari,"


"Sangat serasi sama Lucas ya,"


Orang-orang yang hadir di sana, semuanya sangat mengagumi kecantikan Rani.


Rania duduk di samping Lucas, ia mencium punggung tangan suaminya, Lucas juga meraih kepala istrinya lalau mencium kening sang istri.


Semuanya menyalami kedua pengantin, sepupu-sepupu Lucas tak henti-hentinya menggoda pengantin baru.


"Gila, akhirinya loe nikah juga bang, gue kira bakal terus nungguin pacar loe yang kaya bang toyib gak pulang-pulang,"Arya sepupu yang seumuran dengan Lucas langsung memeluk Lucas


Mendengar ucapan kerabat Lucas, kening Rania mengerut, ia berpikir kalau Lucas punya pacar, tapi kenapa menikahi dirinya. tapi Rania tak peduli mereka nikah karena ada kepentingan masing-masing.


"Iya, bener banget kata mas Arya, aku juga mikirnya bang Lucas bakal nungguin kak shela pulang, tapi nikah sama orang lain ternyata,"perempuan yang usianya tak jauh dari Rania ikut bergabung membahas tentang pacar Lucas.


"Sudah lah, jangan ngomong gitu, thank ya udah nyempetin waktunya, padahal semuanya sibuk,"Lucas melirik Rania yang acuh tak acuh dengan obrolan mereka.


"Pasti lah kak, aku sengaja mengosongkan jadwal pemotretan aku demi bisa datang, aku beneran penasaran waktu mami bilang kalau bang Lucas mau nikah, aku beneran ngira nikahnya sama kak shela,"perempuan tadi kembali menyebut nama shela.


Rania semakin yakin kalau laki-laki yang baru saja menjadi suaminya itu punya pacar, tapi ia tak peduli, asal bisa kuliah dirinya tak apa harus menjalani semuanya, termasuk pernikahan yang sama sekali tak ia inginkan.

__ADS_1


"Kamu jangan percaya sama apa yang mereka bicarakan tadi ya,"Lucas menatap Rania yang duduk di sampingnya.


"Itu kan urusan tuan, aku gak bakal ikut campur, kita nikah cuma gara-gara kita punya kepentingan masing-masing, tuan tenang aja,"ucap Rania.


"Eh tuan, emang pacar tuan di mana sekarang?"tanya Rania tiba-tiba.


"Kamu gak sakit hati?"Lucas mengernyit mendengar pertanyaan Rania, di wajahnya sama sekali tak ada kesedihan.


"Sakit hati kenapa?"tanya balik Rania.


"Saya suami kamu Rania, apa kamu gak sakit hati menanyakan pacar saya,"


"Tidak, kenapa harus sakit hati, saya gak ada perasaan sama tuan, justru aku senang kalau nanti pacar tuan balik, jadi saya bisa bebas buat memilih suami yang mencintai saya,"kata Rania.


Wajahnya terlihat berseri-seri waktu mengatakan itu.


Apa bocah ini beneran,gak ada sedikitpun perasaan buat gue, lihat nanti bocah kamu bakal bertekuk lutut sama gue.


"Tuan, kenapa malah senyum-senyum, apa tuan sedang berkhayal kalau yang duduk di sini adalah pacar tuan,"Rania mengibaskan tangannya di depan wajah Lucas.


"Jangan harap kamu bisa bebas, atau jauh dari saya,"Lucas menatap tajam Rania.


"Astaga tuan, saya gak mau di madu, pokonya nanti kalau pacar tuan sudah kembali, saya mau kita cerai,"Rania menatap balik Lucas, ia tak merasa takut karena pikirnya Lucas tak akan berbuat jahat karena masih banyak orang.


"Baru nikah, udah bilang cerai-cerai segala, jangan pernah kata-kata itu keluar kembali dari mulut mercon kamu,"Lucas menyentil bibir Rania pelan.


"Aduh bang, mesra-mesraannya nanti dong, sekarang masih banyak orang,"tante Lidya mendekati kedua pengantin baru.


"Mesra apaan, yang ada tadi menindas ku, dasar suami galak tukang nindas, apalagi nanti dia bakal bebas buat menganiaya aku,"batin Rania.


"Rania kenapa malah bengong, kesel ya karena tante ganggu?"tante Lidya mengusap pipi Rania


"Ah, enggak tante, ganggu apaan sih,"Rania cengengesan.

__ADS_1


"Bos....


like,komen,vote,masukan favorit ya,terima kasih buat kalian yang sudah menjawab saya, semoga saya bisa terus up cerita ini.


__ADS_2