Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 18


__ADS_3

pagi harinya bik Tuti masih membantu Rania menyiapkan sarapan untuk bu Renata sekeluarga,padahal Rania sudah melarang,tapi bik Tuti kekeh."ini terakhir uwa bikin sarapan buat majikan Uwa"


Seperti biasa,Rania membangunkan bayi besar yang super nyebelin menurutnya,meskipun sudah terbiasa tapi kadang kesabarannya di uji berkali lipat,ada saja kelakuan majikannya yang membuat ia naik darah.


Rania membuka pintu kamar Lucas,tapi ia tidak melihat penghuni kamar yang biasanya masih bergelung di bawah selimut.


kemana tuh mahluk,biasanya masih ngorok,di bangunin susah kaya kebo,sekarang sudah tak ada.


Rania perlahan berjalan mendekat kearah tempat tidur,lalu mulai melipat selimut terus menata bantal di atas kasur,setelah di rasa beres Rania berbalik,dan langsung menabrak tubuh Lucas yang berdiri di belakangnya.


"Kamu punya mata kan,atau jangan-jangan sudah rabun ya."Lucas menatap Rania dengan tajam


"Tuan,jangan asal bicara,jelas-jelas tuan yang salah,sudah tahu ada orang,kenapa berdiri di sini,kenapa tidak di sana,pasti sengaja kan supaya bisa dekat-dekat sama saya."ucap Rania membela diri


"Idih,jangan mimpi,mending dekat-dekat sama tembok daripada sama kamu,nanti saya alergi kalau dekat kamu."Lucas sengaja menjauh dari badan Rania


"Saya senang kalau tuan alergi dekat saya,jadi tugas saya bisa di tukar sama Mbak Yanti,saya bebas dari peraturan aneh-aneh."Rania memelankan suaranya


"Kamu tidak akan lepas dari saya,enak aja mau tukar-tukar tugas,dasar bocah."ucap Lucas


ternyata bukan cuma badan yang besar seperti gajah,telinganya juga sensitif kaya gajah hihi


"Ngapain senyum-senyum,pasti kagum lihat ketampanan saya kan."Lucas mencondongkan badannya ke depan

__ADS_1


"Jangan harap,dilihat dari mana ngaku tampan,menurutku ni ya tuan,lebih tampan pak Tono deh dari pada tuan."bisik Rania di telinga Lucas


Inpo:Pak Tono satpam di rumahnya,bu Renata,badannya tinggi,kulitnya sawo buruk,kumisnya seperti ulat bulu tampan bukan


Mata Lucas membulat mendengar ucapan Rania,ia tidak terima kalau ketampanan nya di sanding kan sama pak Tono,bahkan apa katanya tadi lebih tampan satpam itu dari pada dirinya.


"Apa katamu bocah,ternyata selera kamu seperti pak Tono,benar-benar harus dibawa ke Dokter mata nih bocah."Lucas menyeringai membuat Rania menelan salivanya


"Tuan,jangan marah,saya cuma bercanda tadi,masa tuan percaya,kata tuan saya kan masih bocah,kalau bocah pasti ucapannya asal."Rania memohon,ia yakin kalau tuan arogan di depannya itu akan menghukumnya seperti sebelum-sebelumnya


"Ngeles pinter,saya berubah pikiran sekarang,kamu sudah dewasa ga bocah lagi,jadi ucapannya pasti serius kan."bibir Lucas membentuk senyuman


"Ah,mana bisa gitu tuan,dari bocah jadi dewasa itu lama,itu tidak sah tuan."Rania gugup karena Lucas terus mendekat kearahnya


"I...iya tuan."ucap Rania terbata


"Oke,nanti sah!"Lucas mengulum senyumnya setelah mengatakan itu


"Jadi,sekarang saya bisa keluar dari sini kan tuan?"Rania bingung melihat wajah Lucas,tapi ia tidak memperdulikan itu,apalagi ia tidak mengerti ucapan Lucas


"Siapkan air untuk saya mandi,setelah itu boleh keluar."ucap Lucas.senyumnya masih tidak luntur dari bibirnya


Tumben tidak banyak drama,biasanya "kamu saya hukum,bereskan berkas saya,ini lah,itu lah,otaknya lagi beku kali ya,tidak berceceran

__ADS_1


"Kenapa malah melamun,mau saya berubah pikiran?"tanya Lucas,ia melihat Rania masih berdiri di tempatnya


"Engga,saya laksanakan sekarang tuan,jangan berubah dulu ya."Rania langsung berlari menuju kamar mandi sampai jidatnya menubruk pintu kamar mandi yang masih tertutup


pintu tak tahu kayu,padahal berubah dulu jadi kapas supaya jidat bagus saya ga sakit


Melihat tingkah Rania,tawa Lucas menggelegar memenuhi kamar kedap suara itu.


pagi-pagi udah dapat hiburan,ah lucunya,menggemaskan


Rania keluar dari kamar mandi setelah selesai menyiapkan air untuk Lucas mandi,dahinya mengernyit melihat Lucas senyum-senyum sambil beberapa kali menggelengkan kepalanya.


"Tuan,tuan ga sakit,atau ketempelan jurig(Hantu)kan?"Rania menempelkan tangannya pada kening Lucas


"Kamu,mana ada saya ketempelan,dasar bocah kurang bangku."Lucas menepis tangan Rania,ia buru-buru masuk ke dalam kamar mandi


kurang bangku,dia kenapa sih,dari tadi tingkahnya aneh,jangan-jangan benar-benar ketempelan jin nyasar lagi


Rania bergidik,bergegas ia keluar dari kamar Lucas,takut kalau yang punya kamar sudah beres mandi,nanti pikiran nya berubah.


"Kamu....


...**like,komen ya,kalau rame saya bakal cepat up nya,terima kasih semuanya๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ**


__ADS_2