
"Mama....
Terdengar suara Lucas di luar kamar bu Renata.dirinya memanggil mamanya sambil mengetuk pintu.
"Ngapain tuh anak,berisik banget."ucap bu Renata.
"Kamu lihat-lihat dulu Ran,ibu nyamperin Lucas sebentar."kata bu Renata,lalu meninggalkan Rania yang masih terpaku pada laptop di depannya.
Semuanya bagus-bagus,pasti syaratnya berat nih,waktu itu bu Renata kan bilang ada syaratnya.kira-kira apa ya
Rania menggigit jarinya,ia tidak mungkin bisa milih kampus untuk meneruskan pendidikannya,apa lagi daftar Universitas yang ada di laptop itu semuanya terbaik juga mahal biaya pendidikannya.
Bu Renata membuka pintu kamarnya,di depannya berdiri Lucas sedang main ponselnya.
"Ngapain nyariin mama?"tanya bu Renata
"Ma,aku pinjem laptop dong,mau buka email."
"Laptop kamu di mana?"
"Di kantor ma,tadi di bawa Hendrik."jawabnya,matanya masih fokus pada ponsel di tangannya
"Ya kan bisa di ponsel kamu,laptop mama lagi di pakai."kata bu Renata
"CK,susah buka di ponsel ma,ga jelas lihatnya kaya di laptop,sebentar aja."kata Lucas memohon,ia memasukan ponselnya ke dalam saku celananya
"Dasar mata orang tua!"ejek bu Renata
"Ma,ko mama jahat banget sih sama anak sendiri,serasa anak angkat aja."kata Lucas
"Sudah ah,mama masih ada kerjaan,nanti saja buka email-nya tunggu Hendrik nganterin."ucap bu Renata
"Ma,emang mama lagi ngerjain apaan sih,nanti aku bantu biar cepat."
"Laptop mama lagi di pakai Rania,sudah jangan ganggu,ini masalah sama depan,jadi ga bisa ganggu."
"Emang si bocah bisa pakai laptop,gegayaan pegang laptop segala."Lucas melihat ke dalam kamar mamanya
"Sembarangan kalau ngomong,dia itu pintar,sudah sana jangan ganggu dia,nanti ga selesai-selesai lagi,mama mau dapat kepastian secepatnya."bu Renata mendorong badan Lucas dari hadapannya
__ADS_1
"Ma,si bocah lagi ngerjain apaan sih,kaya orang bingung gitu,mending aku yang ngerjain deh."ucap Lucas,bukannya pergi ia malah melewati mamanya lalu masuk ke dalam kamar bu Renta
"Bocah,ngerjain apa sih,kaya orang bingung gitu."tanya Lucas
"Diam dulu tuan,saya lagi konsentrasi,ngomongnya nanti aja kalau mau di dengerin."jawab Rania tangannya dengan lincah menggulir keyboard laptop bu Renata
"Ngelunjak nih bocah lama-lama."ucap Lucas,tangannya terulur pada laptop yang di pegang Rania
"Jangan ganggu,sana keluar."tangannya langsung di tepis bu Renata sebelum sampai pada laptop
Bu Renata mendorong Lucas keluar dari kamarnya,setelah memastikan Lucas keluar.bu Renata mengunci pintu kamarnya,ia yakin kalau anak itu akan datang kembali kalau pintunya tidak di kunci.
"Udah belum Ran?"tanya bu Renata
"Aku bingung bu,kampusnya yang biasa aja,maksudnya yang bayarnya tidak sampai ratusan juta gitu."jawab Rania
"Jangan dong,biar ibu yang pilih ya.kalau kamu bingung."bu Renata mengambil laptopnya dari tangan Rania
"Aku gak mau punya hutang bu."kata Rania
"Enggak,sudah kamu nurut aja ya sama ibu."ucap bu Renata
"Hah,itu sampai saya punya cucu pun kayanya gak bakal sanggup bayarnya bu,kecuali saya nikah sama billionaire baru bisa."kata Rania
"Makanya kamu harus nikah sama billionaire Ran."
"Mana ada yang mau.saya kan cuma pembantu,orang kampung lagi,gak ada bagus-bagusnya bu."lirih Rania
"Tidak boleh gitu,kita harus bangga pada diri kita sendiri,bagai mana pun keadaan,apa pun kondisi kita,karena itu sudah jadi milik kita."kata bu Renata
"Iya bu,maaf,aku bangga ko sama diri aku,apalagi sama ibu aku."ucap Rania,wajahnya sudah ceria khas seorang Rania
"Jadi udah ya kamu pilih kampus itu,ibu yang akan ngurus pendaftaran nya,kamu terima beres."bu Renata tersenyum manis menambah kecantikan di wajahnya
"Ta-pi syaratnya apa bu?"
"Kamu nikah sama Lucas!"jelas bu Renata
"Bu saya nanyanya serius loh ini,masa ibu bercanda."Ucap Rania,wajahnya masih terlihat tenang karena pikirnya bu Renata bercanda
__ADS_1
"Ibu serius,ibu juga udah ngasih tahu ibu kamu sama bibi semalam."kata bu Renata.wajahnya terlihat serius membuat Rania menelan ludahnya dengan cepat
"Tapi bu,tuan Lucas pasti akan menolak,apa lagi saya merasa tidak pantas kalau harus menikah sama dia."ucap Rania,tangannya saling meremas satu sama lain
"Kenapa tidak pantas,Lucas sudah setuju buat nikah sama kamu."jelas bu Renata.Mata teduhnya menatap Rania dengan lembut
"Masa bu,dia tidak nolak?"tanya Rania,pasal nya laki-laki itu berulang kali bilang kalau Rania bukan tipenya,tapi kenapa sekarang dia setuju menikah dengannya
"Iya,tadi ibu sudah tanya dia.jadi sekarang ibu cuma perlu jawaban kamu.itu terserah kamu,kalau nolak saya bakal pecat kamu,silahkan pulang ke Bandung."kata bu Renata dengan tegas.
"Bu,boleh minta waktu tidak?"tanya Rania.dirinya benar-benar bingung sekarang
"Tidak,jawab sekarang atau kesempatan hilang."jawab bu Renata
"Ibu semalam nelpon ibu saya di kampung?"tanya Rania
"Iya,ibu kamu menyerahkan semuanya sama kamu,kalau kamu nerima ibu kamu juga nerima."
"Saya mau bu!"ucap Rania
"Hah,kamu serius mau Ran?"tanya bu Renata.ia terlihat antusias mendengar jawaban Rania
"Iya bu,asal saya bisa kuliah,terus buat ibu saya bangga."jawab Rania
"Ah,kamu emang anak baik sayang,jadi sekarang sudah deal ya,ibu akan urus pernikahan kamu sama Lucas."kata bu Renata.wajahnya memancarkan kebahagiaan
Rania cuma menganggukkan kepalanya sebagau jawaban,sebenarnya hatinya masih bimbang,tapi sebisa mungkin dirinya tidak memperlihatkan itu di hadapan majikannya.
"Kalau gitu,saya permisi dulu bu,mau bantu Mbak Yanti."ucap Rania
"Jangan capek-capek ya,kan mau jadi pengantin."bu Renata menaik turunkan alisnya menggoda Rania
"Ish,ibu ada-ada aja,saya permisi dulu bu."Rania bergegas meninggalkan bu Renata yang sedang senyum-senyum sendiri
"Ah,senangnya.otw punya mantu,papa harus segera pulang nih harus lihat kalau misi istri cantiknya berhasil."ucapnya bicara sendiri
Rania berjalan dengan lunglai menuju kamarnya.ia harus memberi tahu ibunya tentang keputusan yang baru saja ia pilih,walaupun dirinya belum benar-benar yakin apakah keputusan yang baru saja ia ambil itu adalah keputusan yang terbaik buat dirinya.
Rania tidak pernah menyangka akan di kasih syarat seperti ini sama majikannya untuk bisa melanjutkan pendidikan,menikah di umur sekarang bukan impiannya,meskipun ia sering bilang akan menikah muda kalau ada orang kaya yang meminangnya,itu cuma ucapan dalam bibir ia sama sekali tidak serius dengan ucapan itu.mungkin ini yang di sebut ucapan adalah doa,maka berucap lah yang baik-baik agar jadinya juga baik.
__ADS_1
Makasih buat yang selalu ngasih saya semangat,komen kalian adalah semangat buat saya selalu up cerita ini,like,komen,vote juga favoritkan ya🤗😘😘