Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 34


__ADS_3

"Maksud anda,saya tidak mengerti?"tanya Lucas


"Saya berniat menjodohkan Nak Lucas sama putri saya Alinda,dengan begitu perusahaan kita akan lebih maju,bagai mana nak Lucas,ide saya brilian kan?"pak Hendra tersenyum,ia menoleh sekilas sama Alinda yang terlihat senang mendengar ucapan ayahnya


"Kenapa,pak Hendra punya pemikiran sampai ke arah sana?"tanya Lucas


"Putri saya sudah menyukai nak Lucas dari lama,ia juga yang meminta di jodohkan sama nak Lucas,saya sangat setuju dengan permintaannya,lagi pula nak Lucas masih single kan,jadi tak ada salahnya kalau nak Lucas menerima perjodohan ini."jawab pak Hendra


"Maaf banget pak,bukannya saya tidak menghargai niat baik bapak sama nona Alinda.tapi,saya sebentar lagi mau menikah,mungkin sekitar dua minggu lagi.jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya tidak bisa menerima niat baik bapak."Lucas menjawab dengan tenang,ia menjawab sambil tersenyum


"Tapi saya sangat menyukai pak Lucas,saya bersedia menjadi yang ke dua pun tak apa,asal saya bisa menikah sama pak Lucas."tiba-tiba Alinda memegang tangan Lucas.tapi dengan cepat Lucas menepis tangan Alinda


Sedangkan di samping Lucas,Hendrik melotot mendengar ucapan bosnya,ia mengira kalau Lucas sengaja berbohong karena tak mau menerima perjodohan itu.


"Alinda,jaga sikap kamu nak,"pak Hendra menatap tajam anaknya yang menurutnya tak punya harga diri karena memohon sama laki-laki yang baru menolaknya


"Berarti saya telat ya,beruntung banget perempuan yang bisa menjadi istri nak Lucas,sudah tampan,sukses,asalnya dari keluarga terpandang pula,padahal saya sangat berharap nak Lucas bisa jadi bagian dari keluarga saya,"pak Bambang terlihat kecewa mendengar kenyataan yang baru di dengarnya


"Sekali lagi saya minta maaf pak."Lucas meminta maaf,ia benar-benar tak menyangka kalau kedatangan rekan bisnisnya itu akan meminta menikahi putrinya


"Saya mengerti,tapi ngomong-ngomong putri dari pengusaha mana atau putri pejabat mana yang beruntung bisa bersanding sama nak Lucas?"tanya pak Hendra


"Di sini,saya yang beruntung pak bisa menikahinya,dia sebenarnya bukan anak dari pengusaha manapun,apalagi anak pejabat,dia hanya gadis biasa,"Lucas tersenyum ketika mengingat si bocah yang sebentar lagi akan jadi istrinya


"Masa,seorang pengusaha sukses,nikahnya sama perempuan biasa,saya benar-benar tidak terima dengan penghinaan ini,masa saya kalah sama gadis biasa!"bentak Alinda,setelah mengatakan itu Alinda keluar dari ruangan Lucas sambil membanting pintu


Lucas saling pandang sama Hendrik,sedangkan pak Hendra terlihat kaget melihat kelakuan putrinya.


"Maafkan tingkah anak saya nak Lucas,nak Hendrik,dia terlalu saya manja,semua yang dia mau pasti saya turuti.dari kecil ia selalu mendapatkan yang dia inginkan,sampai akhirnya jadi seperti sekarang."papar pak Hendra


"Iya,saya mengerti pak,"ucap Lucas

__ADS_1


"Ya sudah kalau nak Lucas tidak bisa menerima permintaan saya,saya pamit dulu mau nyusulin Alinda,takut melakukan hal yang berbahaya,"pak Hendra bangkit dari duduknya lalu bersalaman sama Lucas juga Hendrik.


"Bos,bohong gak tanggung-tanggung,gimana kalau nanti dia nanya mana istri loe?"Hendrik geleng-geleng kepala melihat bosnya.


"Siapa yang bohong sih,gue serius mau nikah,"Lucas bangkit dari duduknya di atas sofa,lalu berjalan ke arah meja kerjanya.


"Bos,gue tahu loe udah tua,tapi gak harus menghayal juga kali,padahal tadi terima aja perjodohan anaknya pak Hendra,daripada setres gitu,"ucap Lucas sekenanya.


"Buat Loe aja,sana keluar dari ruangan gue,"Lucas mengusir Hendrik dari ruangannya.


"S****n,malah ngusir,yang tadi bukan selera gue bos,jadi maaf banget saya nolak,"Hendrik pindah duduk menjadi di depan Lucas.


"Emang selera loe yang kaya gimana,jangan sok jual mahal,muka pas-pasan juga,"ujar Lucas.


"Enak aja muka pas-pasan,gue sama loe ganteng gue,Kaya Rania,baru selera gue!"


"Jangan mimpi,sana keluar,jagan makan gaji buta mulu,"Lucas melempar Hendrik pakai kertas yang ada di atas meja.


"Hmmm,sana kerja. gue gak bisa konsen kalau loe masih di sini."ucap Lucas.


"Jahat banget punya bos.kalau gak butuh,udah gue tukar tambah di pasar burung tuh anak."Hendrik menggerutu sambil keluar dari ruangan bosnya.


Melihat Hendrik menggerutu sambil keluar ruangannya, Lucas tersenyum miring


*mungkin nanti loe harus bener-bener lihat sendiri, baru percaya terus gak ngoceh lagi.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ*


Ibunya Rania baru saja selesai menerima telpon dari majikan anaknya. wajahnya terlihat bingung, bukan berarti ia tak bahagia mendengar putri kesayangannya akan menikah, dirinya sangat bahagia, dengan menikah Rania akan punya sosok pengganti ayahnya yang sedari kecil tak pernah Rania dapatkan. tapi apa ini tidak terlalu cepat,rasanya baru kemarin dirinya menggendong Rania,menemaninya bermain,tapi sekarang putri kesayangan nya itu akan menjadi istri orang.


Bik Tuti yang baru masuk ke rumah adiknya, merasa heran melihat adiknya melamun.tatapannya kosong."Kamu kenapa Lis,kaya orang bingung gitu?"

__ADS_1


"Ah, teteh bikin kaget saja,"


"Siapa suruh kamu melamun,kenapa? mau nikah lagi?"


"CK,engga lah teh.tadi majikan teteh menelpon aku,katanya pernikahan Rania akan di laksanakan dua minggu lagi. aku harus gimana teh?"raut wajah bu Lilis terlihat bingung.


"Apanya, yang buat kamu bingung?"


"Ya,aku harus gimana teh?"tanyanya dengan raut bingung.


"Tadi, bu Rena bilangnya gimana emangnya?"


"Ya, beliau cuma bilang, kalau Rania setuju nikah sama putranya. terus,waktunya dua minggu lagi teh,"papar ibu Rania


"Kenapa harus bingung,nanti kita ke sana,"


"Iya teh,kata bu Renata cuma akad,resepsinya nanti kalau omanya Lucas sudah pulang,"kata Ibunya Rania


Bik Tuti mangut-mangut mendengar ucapan adiknya,tapi raut wajah serta tatapannya sulit di artikan ketika mendengar omanya Lucas.


Kening bu Lilis mengerut menatap manik kakaknya, "Teh,omanya Lucas baik kan?"tanya bu Lilis.


"Baik,kenapa tanya kaya gitu,"


"Ga apa-apa sih,cuma penasaran aja hihi,"bu Lilis terkekeh


"Tapi....


**Maaf kemarin gak up,ada yang nungguin gak sih?


tetep like,komen, vote juga ya,jangan lupa masukan favorit ceritanya๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2