Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 30


__ADS_3

"Ya,maksudnya apa mama nyuruh kamu ngelakuin sesuatu gitu,atau apalah,sampai mama bersedia bayarin kuliah kamu,tadi saya lihat Universitasnya swasta semua,yang bayarnya sampai ratusan juta sampai bisa lulus."jawab Lucas panjang sedikit lebar kaya badan author


"Em itu....


"Itu apa?"tanya Lucas


"Bu Renata meminta saya menikah sama tuan."bisik Rania


"Hah,apaan aku gak dengar?"tanya Lucas,ia tidak mendengar jelas ucapan Rania


"Bu Renata meminta saya menikah sama anda."ucap Rania sedikit keras


"Terus kamu mau?"tanya Lucas,dirinya sudah mengira pasti mamanya akan meminta itu sama Rania


"Saya terpaksa mau tuan."jawab Rania


"Kamu terpaksa nikah sama saya,emang saya bakal mau nikah sama kamu."kata Lucas


"Kata ibu,tuan bersedia nikah sama saya."Rania menunduk takut


"Saya terpaksa,saya malas terus di kenalin sama anak temen mama,jadi ya saya terpaksa mau nikah sama kamu.ingat ya terpaksa."ucap Lucas


"Emang tuan kira,saya suka rela gitu,saya juga terpaksa demi pendidikan saya."jelas Rania,rasa takutnya mendadak hilang mendengar ucapan Lucas


"Heh bocah,kamu beruntung bisa nikah sama saya,di luar sana,banyak perempuan berebut mau jadi istri saya."ucap Lucas


"Saya gak termasuk perempuan di luar sana tuan,saya di dalam sini,jadi saya merasa biasa aja karena akan menikah sama tuan."Rania menatap Lucas yang juga sedang menatapnya


Sial wajahnya cantik banget kalau liatnya sedekat ini


Lucas langsung memalingkan wajahnya ke arah lain,begitu juga Rania


"Saya sudah selesai makannya,bereskan!"titah Lucas


Rania melihat piring Lucas masih terisi makanan,tapi Lucas sudah mendorong piring itu ke depannya.


"Tuan,itu masih ada,jangan buang-buang makanan,di luar sana banyak orang-orang yang tak seberuntung kita yang masih bisa makan enak."kata Rania


"Saya sudah kenyang,mood saya tiba-tiba hilang gara-gara lihat wajah kamu."kata Lucas.ia tidak mungkin bilang kalau Rania sangat cantik,bisa besar kepala dia,pikir Lucas

__ADS_1


"Astaga,tuan emang segitu jeleknya wajah saya.begini kalau orang rada kurang."Rania langsung membawa piring bekas Lucas makan ke belakang


"Heh bocah,ngomong apa kamu,yang ada kamu yang kurang,kurang perasaan buat saya."ucap Lucas,ia memelankan akhir ucapannya,meskipun Rania tidak akan mendengarnya


"Tuan,saya izin kebelakang ya,saya sudah ngantuk."Rania berdiri di samping Lucas setelah membereskan meja makan


"Temani saya ngobrol,saya belum ngantuk."ucap Lucas nadanya tegas tidak mau di bantah


Dasar maji**kan gak punya hati,bagaimana nasib nanti kalau beneran nikah sama orang kaya gini,bisa-bisa saya menderita tiap detik ya Tuhan


"Tapi,sekarang sudah malam tuan,emang mau ngobrolin apa sih malam-malam gini."tanya Rania,wajahnya memelas supaya di ijinkan tidur


"Apa aja,saya gak suka di tolak,cepetan saya tunggu di kamar saya."Lucas langsung berjalan meninggalkan Rania yang sedang mematung mendengar ucapan Lucas


Kenapa harus di kamar sih,jangan-jangan dia mau modus,ikutin gak ya,ya Tuhan aku harus gimana beri hamba petunjuk


"Bocah,buruan,malah bengong kaya orang kurang jajan."teriak Lucas dari lantai atas


"CK,iya tuan,gak sabaran banget sih jadi orang."Rania akhirnya berjalan menaiki anak tangga sambil menggerutu


Rania masuk kamar Lucas yang pintunya terbuka dengan perasaan was-was,bagai mana tidak,dirinya cuma berdua sama laki-laki dewasa di dalam kamar di tambah waktu sudah malam.


"Ngapain masih berdiri di sana,duduk sini,saya mau menyelesaikan kerjaan."kata Lucas,tangannya menepuk sofa di sampingnya


"Enggak,temani saya dulu,jarang-jarang saya bisa nyantai kaya gini."kata Lucas,tangannya terlihat lincah di atas keyboard laptop yang tadi siang Rania lihat


"Kenapa harus di temani,tuan kan sudah tua,masa kaya anak kecil harus di temani segala."Rania mendengus mendengar ucapan Lucas


"Kamu tuh ya,ngelawan terus perasaan,ingat saya ini calon suami kamu,harus nurut!"Lucas menoleh ke sampingnya di mana Rania sedang duduk sambil cemberut


"Hmmm.kenapa bawa-bawa calon suami,itukan belum pasti tuan."ucap Rania


"Tapi tetap bakal jadi,jadi kamu harus nurut sama saya.ngerti?"tanya Lucas


"Ngerti,tuan muda calon suami yang terhormat!"


"Good girl!gitu kan enak dengarnya."


Setelah itu suasana terasa hening,cuma suara ketikan dari keyboard laptop Lucas yang terdengar nyaring.Rania melihat suasana kamar Lucas ketika malam,selama tinggal di rumah besar itu,baru sekarang Rania tahu suasana kamar Lucas ketika malam,biasanya ia masuk kamar itu ketika pagi sama siang hari saja.

__ADS_1


"Bocah."panggil Lucas


"Iya,perlu sesuatu tuan?"tanya Rania


"Enggak,saya kira,kamu tidur tadi,makanya saya panggil."jawab Lucas


"Oh.


"Kamu pilih jurusan apa?"tanya Lucas


"Saya,maunya administrasi perkantoran tuan."jawab Rania


"Kenapa,pilih jurusan itu?"tanya Lucas lagi


"Saya,mau jadi sekertaris tuan."jawab Rania


"Sekertaris itu,harus berpenampilan menarik,cantik,tinggi....


"Tuan,jahat banget sih,emang saya gak pantes ya jadi sekertaris."Rania langsung memotong ucapan Lucas


"Bukan gitu bocah,maksud saya,gimana ya.aduh saya bingung bilangnya."Lucas menggaruk kepala yang tidak gatal


"Maksud tuan,saya gak pantas kan,tuan emang gak punya hati."ucap Rania ketus


"Bukan bocah,kamu nanti jadi sekertaris saya saja,baru bisa."kata Lucas


"Apa apaan kaya gitu,saya gak mau tuan.saya mau kerja di perusahaan yang besar,CEO nya yang ganteng,terus baik,jadi saya kerjanya betah."jelas Rania


"Dasar bocah,perusahaan saya lebih dari besar,karyawan saya tiga ribu orang,saya juga ganteng,makanya periksa mata,biar lihatnya jelas!"kata Lucas,nadanya terdengar kesal


"Iya lah tuan,saya percaya,tapi tetap saya gak mau kerja di kantor anda."ucap Rania


"Kenapa,takut jatuh cinta sama saya?"tanya Lucas


"Bukan,saya gak mau punya bos galak,terus suka marah-marah kaya tuan Lucas terhormat."jawab Rania dengan polosnya


"CK,ngomong sama kamu emang gak ada baiknya,nyesel saya ngajak kamu jadi teman ngobrol."Lucas berdecak,ia selalu kalah kalau berdebat sama Rania,ia membayangkan nanti kalau dirinya benar-benar menikah sama gadis di sampingnya itu bakal seperti apa rumah tangganya


"Makanya,biarkan saya kembali ke kamar saya aja tuan,nanti tuan malah sakit gara-gara ngobrol sama saya."ucap Rania

__ADS_1


"Diam,duduk di tempat kamu."Lucas menatap Rania yang hendak berdiri dari sampingnya.


Hai semuanya,saya up,jangan lupa like,komen,vote nya juga ya,jangan lupa masukin favorit juga ya see you🤗


__ADS_2