Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 21


__ADS_3

"Tapi kayanya,mata kamu itu rabun,pokonya harus di periksa,bahaya nanti."ucap Lucas


"Engga tuan,mending ikutin saran mamanya tuan Lucas,kayanya tuan butuh pacar atau istri."Rania tersenyum geli melihat wajah Lucas


"Ga usah so tahu bocah,saya bisa mendapatkan wanita seperti apa pun tanpa harus di bantu mama."ucap Lucas,kayanya kepedean nya sudah tingkat ibu kota


"Sombong,menurut sama orang tua itu harus tuan,sebagai anak kita harus berbakti sama orang tua,sala satunya menuruti permintaannya."ucap Rania so bijak


"Tuh dengerin Luc,Rania aja tahu,jadi mau ya,mama janji sebentar,"ucap bu Renta


"Tapi aku beneran ga suka sama anak temen mama yang selama ini,mama kenalin sama aku."papar Lucas,ia menarik napas panjang


"Tuan,masalah suka atau engga,itu urusan tuan,sekarang yang harus tuan lakukan cuma menuruti permintaan ibu,kalau tuan merasa tidak cocok aku yakin ibu juga tidak akan maksa,iya kan bu?"Rania memutar tubuhnya menghadap bu Renata di belakang nya


"Iya,mama ga akan maksa sayang,mama cuma ga enak sama teman mama,dia yang memaksa katanya sarah mau ketemu kamu."ucap bu Renta


"Tuan,pasti tuan mau kan?"tanya Rania


"Hmmm..."cuma itu yang keluar dari bibir Lucas sebagai jawaban


"Ikh tuan lucu banget kalau nurut gini."tangan Rania terulur mencubit gemas pipi mulus Lucas

__ADS_1


Lucas berdecak sambil menepis tangan Rania yang mencubit pipinya.


"Cuma kamu yang bisa buat Lucas nurut Rania,bisa-bisanya tuh anak nyubit pipi Lucas,kalau orang lain yang ngelakuin pasti ngamuk kaya singa kelaparan."


Mobil yang di kemudikan Lucas sudah terparkir rapi di basement Mall yang bu Renata bilang,Bu Renata lebih dulu keluar dari mobil di susul Rania dan terakhir Lucas.


"Jangan jauh-jauh dari saya,nanti kamu hilang,bikin repot."Lucas menggenggam tangan Rania mengikuti langkah bu Renata masuk ke Mall


"Tuan,lepas,saya bukan anak kecil yang bakal hilang karena ketinggalan."Rania menarik tangannya dari genggaman Lucas,tapi tidak bisa tenaga Lucas lebih kuat,apalagi tangan Rania kecil,imut mirip tangan author,jangan iri,dengki, diam di tempat sambil tarik napas aja ya.


"Diam,kamu kan ceroboh,nanti di culik tahu rasa!"Lucas malah menautkan jari-jarinya pada jari tangan Rania


"Siapa yang mau nyulik orang miskin tuan,saya tidak punya apa-apa,yang ada tuan yang bakal di culik tante-tante."ucap Rania,ia masih berusaha menarik tangannya meskipun itu sia-sia


"Kalian ini,dari tadi berantem terus,loh ko tangan Rania kamu genggam?"bu Renta tiba-tiba berbalik karena dari tadi telinganya gatal mendengar pertengkaran di belakang nya


"Si bocah yang minta ma,katanya takut hilang,padahal aku tahu dia cuma alasan,"ucap Lucas


Mata Rania melotot sempurna mendengar ucapan Lucas,kapan ia minta tangannya di genggam,yang ada tuan arrogant nya yang memaksa,dan apa katanya barusan"takut hilang"emang Rania bocah lima tahun yang harus di pegangin biar ga hilang.


"Dia bohong bu,atau mungkin lupa,tadi siapa yang maksa pegang tangan saya,maklum sudah tua."Rania memelankan suaranya di akhir kalimatnya

__ADS_1


"Sudah-sudah,tuh lihat teman mama sudah nunggu!"bu Renata melerai perdebatan dua mahluk di depannya,ia mengajak Lucas juga Rania masuk ke cafe tempat teman yang sudah menunggunya


Bu Renata menyapa ibu dan anak yang sudah menunggunya itu,tangan Lucas tidak melepaskan tangan Rania meskipun si empunya tangan menarik tangannya.


"Maaf telat ya jeng,tadi ada keperluan sedikit."ucap bu Renata,ia duduk di depan ibunya Sarah


"Tidak apa-apa jeng,saya sama Sarah juga belum lama ko,oh iya,dia siapa jeng?"ibunya sarah menunjuk Rania yang duduk di tengah antara bu Renata sama Lucas


"Oh iya,jeng Neta lagi keluar kota ya,waktu terakhir kita ngumpul."ucap bu Renata


"Iya jeng,saya lagi ke Surabaya waktu itu,emang dia siapa jeng Rena?"tanya bu Neta,ia masih penasaran karena belum tahu wanita yang terlihat sangat dekat sama Lucas


"Dia itu


"Dia calon istri saya tante!"Lucas langsung memotong ucapan bu Renata,ia sudah merasa risih karena Sarah dari tadi menatapnya dengan genit


"Hah,apaan deh tu...


Tangan Lucas langsung menutup mulut Rania,ia tersenyum sama bu Neta sama Sarah yang sedang menatapnya.


"Ma,tante,Sarah,kita permisi dulu ya,"Lucas bangkit sambil menarik tangan Rania keluar dari cafe itu

__ADS_1


Maaf sedikit,nanti insya allah up lagi,asal komen sama like nya banyak,ngarep ya😁


__ADS_2