Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 45


__ADS_3

"Ada-ada saja sih, udah yu, kamu yang pilih, kamu sering belanja kan sama mama,"ucap Lucas.


Rania berjalan di depan, Lucas mengekor di belakangnya sambil mendorong troli, ia mengikuti kemanapun langkah istrinya.


"Sayang, emangnya kita langsung pindah?"Rania berbalik kebelakang dimana Lucas berdiri.


"Iya sayang,"


"Terus, barang-barang aku,baju. gimana?"tanya Rania.


"Udah, semuanya udah beres sayang, cepet pilih lagi,"Lucas mendorong bahu Rania pelan.


"Ikh, aku belum selesai bicara,"Rania menatap Lucas.


"Apa lagi sayang, cepetan, aku lapar belum makan siang,"kata Lucas.


"Oh, oke sayang,"Rania kembali memilih bahan-bahan makanan.


Setelah menyimpan belanjaannya kedalam mobil, Lucas mengajak Rania mencari makan, sedari tadi perutnya sudah terasa perih karena belum diisi makanan, baru sarapan tadi pagi.


Lucas mengajak Rania makan di restoran yang menyajikan makanan jepang, yang masih berada di dalam mall tempat mereka berbelanja.


Rania duduk sambil menunggu suaminya yang lagi ke toilet, ia belum memilih makanan karena menunggu Lucas terlebih dulu.


"Sayang belum pesan?"Lucas duduk di depan Rania.


"Belum, aku gak tahu, belum pernah makan makanan kaya di buku itu,"Rania menunjuk gambar makanan yang ada di buku menu.

__ADS_1


"Mama, belum pernah ngajak makan di restoran jepang?"tanya Lucas.


"Belum, makanya aku bingung sayang,"Rania merengut.


"Aku yang pilih aja ya,"Lucas memanggil pelayan untuk memesan makanannya, makanan buat Rania ia samakan dengan dirinya.


"Sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku tadi,"Lucas menatap istrinya, mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanan nya datang.


"Yang mana sih?"kening Rania mengerut.


"Laki-laki yang tadi siapa?"Lucas bertanya sambil memalingkan wajahnya.


"Ya ampun,masih ingat aja,"Rania tersenyum melirik suaminya.


"Tadi aku lihat kamu akrab banget,"ucap Lucas.


"Lain kali jangan ditanggepin ya, ingat jangan berteman sembarangan,"ucap Lucas.


"Iya sayang, aku gak lupa,"Rania mengacungkan jempolnya.


Obrolan keduanya terhenti karena pelayan sudah mengantarkan pesanan mereka berdua, lebih tepatnya Rania cuma mengikuti suaminya, keduanya makan dengan lahap apalagi Lucas yang belum makan apapun, Rania sudah makan mie ayam waktu di kampus.


Sesekali Lucas menyuapi Rania dengan makanan dari piringnya, padahal makanan mereka sama, mendapat perlakuan seperti itu, pipi Rania merona, ia tak menyangka kalau suami yang biasanya selalu menjahili dirinya bisa berbuat romantis.


"Sayang, aku bisa makan sendiri,"Rania menolak suapan Lucas, Rania kasian karena dari tadi Lucas baru beberapa suap yang masuk keperutnya.


"Kamu juga suapin aku sayang, jadi adil,"Lucas mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Malu ah, di sini kan banyak orang,"Rania melihat sekeliling, meski tidak begitu ramai, tapi tetep ada beberapa pengunjung yang sedang makan.


"Ya udah, nanti di rumah aja ya,"Lucas mengedipkan matanya genit.


Rania menunduk melihat suaminya seperti itu, dirinya masih belum terbiasa mendapat perlakuan seperti sekarang, dirinya belum pernah pacaran, jadi, untuk masalah perasaan Rania masih belum mengerti. akhirnya agenda belanja selesai, Lucas membawa Rania menuju apartemen yang akan mereka tempati. menjelang magrib mobil Lucas memasuki parkiran apartemen.


Rania melihat sekeliling, apartemen elit dengan berbagai pasilitas yang sangat lengkap membuat Rania terperangah, keduanya keluar dari mobil, setelah mengeluarkan barang-barangnya. Lucas berjalan menggandeng tangan Rania satu tangannya menenteng kantung belanja.


"Sayang, aku bantu sini,"Rania hendak mengambil barang dari tangan Lucas.


"Ga usah, aku bisa ko bawa ini sendiri,sambil gendong kamu juga sanggup,"Lucas terkekeh melihat istrinya.


"Apaan sih, gak lucu tahu,"


"Cie, blushing,Lucu deh,"Lucas menggoda istrinya yang sudah merona.


Lucas melepas tangan Rania lalu menekan tombol lift yang akan menuju unitnya yang berada di lantai 28, lift berhenti keduanya keluar terus berjalan masuk kedalam apartemen setelah Lucas membuka pintunya.


Begitu masuk, Rania langsung di suguhi dengan ruangan yang sangat mewah, terlihat sofa mahal sudah tertata dengan rapi, begitu juga dengan perabotan lainnya. masuk lebih dalam, Rania mendengar orang lagi mengobrol, Lucas membawa Rania masuk lebih dalam.


Di ruang televisi, Rani melihat mama sama papa mertuanya sedang duduk sambil ngobrol. Rania langsung menghampiri dua orang itu lalu mencium punggung tangan keduanya.


"Mama sama papa udah lama?"Lucas menarik tangan Rania supaya duduk di sampingnya.


"Iya, dari tadi mama bantuin mbak beres-beres , terus nata barang -barang kamu,"ucap bu Renta.


Maag upnya sedikit, aku lagi ada keperluan sedikit.like, komen, vote nya jangan lupa

__ADS_1


__ADS_2