Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 90


__ADS_3

Maafkan beberapa hari gak up ya, aku keluar kota di sana gak ada sinyal sama sekali jadi gak bisa up.


Rania terbangun ketika waktu menunjukan pukul 02 dinihari, tenggorokannya terasa kering karena haus. Rania melepaskan tangan Lucas yang melingkar di atas perutnya yang sedikit menonjol. Ia ingat kalau sebelum tidur persediaan air di kamarnya sudah kosong, alhasil sekarang ia harus turun ke dapur buat ngambil minum.


Dengan langkah sangat pelan, Rania menuju pintu lalau membukanya. Matanya melirik sekilas ke atas tempat tidur, Lucas masih tertidur memeluk guling yang Rania simpan sebagai ganti dirinya.lampu ruangan sudah gelap juga suasana sangat sepi karena masih pada tidur.


Rania menyalakan lampu ruang makan, lalu menuangkan air putih yang sudah tersedia di atas meja makan, ia mendudukkan bokongnya di atas kursi sambil meneguk air putih itu sampai tandas.


"Rania, saya boleh bicara sebentar?"tiba-tiba Serly duduk di sampingnya.


"Tante, kenapa belum tidur? Emang tante mau bicara apa?"Rania memicingkan matanya, ia heran dengan tingkah Serly yang tak seperti biasanya.


Serly menuangkan air kedalam gelas sebelum menjawab pertanyaan Rania,"Saya tadi haus, niatnya mau ngambil minum, kebetulan ketemu kamu. Saya segan kalau bicara saat ada Lucas, pasti dia juga gak bakal ngizinin buat kita bicara berdua,"papar Serly.


"Ya, itu karena kelakuan tante selama ini, jadinya Lucas takut tante menyakiti saya. Makanya gak pernah ngizinin buat bicara empat mata,"sahut Rania,ia paling tahu gimana Lucas.


"Iya, saya mengaku salah, asal kamu tahu saya suka sama Lucas sudah dari kecil, ketika dia selalu membela saya ketika ada anak yang mengganggu. Dari mulai itu rasa saya muncul buat Lucas. Meskipun saya tahu kalau Lucas tak pernah menyukai saya,"Serly menerawang jauh.


"Tante, darimana tahu kalau Lucas tak pernah menyukai tante?"tanya Rania.


"Waktu itu saya pernah menyatakan perasaan saya sama dia. Tapi Lucas bilang kalau perasaan dia sama saya cuma sebatas perasaan seorang kaka sama adiknya tak lebih, terus saya bilang kenapa selalu melindungi saya, katanya itu cuma rasa tanggung jawab karena ayah menitipkan saya sama Lucas. Akhirnya saya menyimpan perasaan itu sendirian, sampai waktu oma ngajak aku datang ke Indonesia terus meminta bantuan saya buat menguji rumah tangga kalian, jujur waktu itu saya senang banget karena akan dekat terus punya kesempatan buat mendapatkan Lucas kalau kamu bisa


menyerah,"papar Serly panjang lebar.


"Maksudnya? Aku gak ngerti tante,"Rania menatap Serly.


"Oma itu cuma ngetes kamu, gak benar-benar mau memisahkan kamu sama Lucas. Menurut Oma, orang yang mendampingi Lucas harus kuat, sabar karena berdiri di samping Lucas itu tidak mudah, akan banyak cobaan juga godaan, apalagi kalau pernikahan kalian sudah beredar keluar, jadi Oma harus membuktikan kalau kamu pantas buat Lucas,"tutur Serly.


"Jadi, semua yang Oma lakuin itu cuma pura-pura Kalau oma tidak merestui pernikahan aku sama Lucas?"Rania masih bingung.

__ADS_1


"Iya, awalnya aku bahagia karena aku yakin kalau kamu itu cuma wanita lemah, jadi pasti aku bakal bisa menyingkirkan kamu dari sisi Lucas, terus aku akan menggantikan posisi kamu,"jelas Serly.


"Tante, aku bener-bener sayang sama Lucas, mungkin awalnya aku gak ada perasaan apa-apa sama dia, aku menerima perjodohan yang mama bicarakan waktu itu sebagai syarat supaya aku bisa kuliah, tapi lama kelamaan perasaan itu muncul dengan sendirinya. Apalagi perlakuan Lucas yang sangat lembut juga sangat perhatian membuat aku yakin kalau dia sebenarnya laki-laki baik yang sudah Tuhan kirimkan buat aku, dari Lucas aku merasakan kasih sayang seorang suami juga sebagai ayah yang tak pernah aku rasakan selama ini,"Rania meneteskan air matanya.


"Saya, minta maaf karena sudah berniat merusak rumah tangga kalian, sekarang saya sadar kalau Lucas benar-benar mencintai kamu, melihat bagaimana dia memperlakukan kamu selama ini, apalagi semenjak kamu hamil, Lucas benar-benar jadi orang yang berbeda,"Serly mengusap tangan Rania.


"Maafkan aku juga tante, karena sering bikin tante jengkel,"Rania memeluk Serly sambil terisak, entah kenapa ia merasa sedih.


"Kamu gak salah, saya yakin kamu orang baik, wajar kamu melawan saat saya berlaku jahat sama kamu, apalagi saya selalu menghina kamu, mungkin dalam waktu dekat saya akan kembali ke Belanda sama oma, perusahaan ayah ayah saya juga sudah bangkit kembali,kamu harus jaga diri, jangan lupa jaga kesehatan jangan sampai ponakan aku kenapa-napa,"Serly mengelus perut Rania.


"Kenapa buru-buru tante? Padahal kita baru saja berbaikan, apa tante gak mau jalan-jalan sama aku,"Rania menatap Serly.


"Gak bisa, banyak kerjaan di perusahaan ayah saya, sekarang saya akan benar-benar bekerja supaya perusahaan ayah tetep stabil, lagian kamu kan kuliah, mana ada waktu buat kita jalan-jalan,"Serly mengacak rambut Rania.


"Aku akan ngambil cuti dulu kayanya, itu juga permintaan Oma sama mama tante, katanya takut aku kecapean kalau kuliah saat hami kaya gini, apalagi aku cepat lelah akhir-akhir ini, maunya tidur terus hehe...."


"Semoga tante secepatnya mendapatkan jodoh yang terbaik, setia, yang penting sayang sama tante,"doa tulus Rania buat Serly.


"Terima kasih Rania, atas doanya,"Serly mengulas senyum manis mendengar doa Rania.


"Oh iya, saya balik kamar dulu ya tante, takutnya Lucas bangun terus nyariin aku,"Rania bangkit dari atas kursi.


"Iya, kamu harus banyak istirahat, gak baik malam-malam malah ngobrol, apalagi kamu sedang hamil,"Serly terkekeh, ia ingat kalau dirinya yang mengajak Rania mengobrol tadi.


"Iya, tante juga istirahat, ini masih malam kan,"


"Rania!"Serly memanggil Rania yang sudah berjalan memasuki ruang keluarga.


"Iya, ada apa tante?"Rania membalikan badannya ke arah Serly.

__ADS_1


"Kamu, harus pertahankan Lucas, apapun yang terjadi, kalaupun suatu saat pacarnya kembali, sekarang kamu yang berhak atas diri Lucas,"ucapan Serly terdengar ambigu di telinganya.


"Maksudnya? Lucas punya pacar tante?"tanya Rania penasaran, ia masih mengingat obrolan sepupu Lucas waktu mereka menikah. tapi tak ada keberanian dirinya untuk bertanya langsung sama Lucas.


"Iya, yang aku dengar mereka belum putus, tapi pacar Lucas pergi entah kemana aku tidak tahu, kata Oma, dulu Lucas sangat mencintai wanita itu, makanya kamu harus hati-hati, pokonya pertahankan Lucas apapun yang terjadi,"papar Serly.


"Tante, tahu namanya siapa?"Rania semakin penasaran, ada rasa takut di lubuk hatinya, ketika mendengar semua itu.


"Saya tidak tahu, sudah sana kamu istirahat, saya juga sudah ngantuk,"Serly menguap lalu bangkit dari duduknya.


Rania menghembuskan napasnya kasar, ia masih sangat penasaran dengan kisah pacaran suaminya itu, takutnya itu akan jadi masalah untuk rumah tangganya dikemudian hari, apalagi kalau anaknya sudah lahir terus Lucas meninggalkan dirinya bersama sang anak, Rania benar-benar tak bisa membayangkan kalau sampai itu terjadi.


Rania berjalan dengan lesu menuju kamarnya, pikirannya masih tertuju sama cerita yang baru saja ia dengar dari Serly, banyak ketakutan dalam hatinya. Tangannya memutar handle pintu lalu memutarnya, ia langsung terperanjat kaget ketika melihat Lucas sudah berdiri di depannya.


"Sayang, kamu dari mana?"Lucas memicingkan matanya melihat Rania yang sedang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Rania masih bergeming, pikirannya masih memikirkan ucapan Serly.


"Sayang, kenapa malah bengong?"Lucas mengibaskan tangannya ke depan wajah Rania.


"Hah, kenapa sayang? Kenapa kamu bangun?"Rania mengerjapkan matanya.


"Kamu darimana? Kenapa malah bengong bukannya masuk?"tanya Lucas beruntun.


"Oh, itu aku, ambil minum sayang, tadi haus,"Rania masuk ke dalam kamar.


"Kenapa turun sendiri? Padahal bangunin aku tadi yang?"Lucas langsung menarik Rania kedalam rengkuhannya.


"Aku gak tega mau bangunin kamu, tadi kelihatan nyenyak banget tidurnya,"Rania menyandarkan kepalanya pada dada bidang Lucas.

__ADS_1


__ADS_2