
"Udah, sini bajunya, nanti bisa kamu pakai kalau ibu ajak ke mana-mana ya. "Bu Renata mengambil baju dari tangan Rania, setelah itu ia simpan di depan kasir.
"Tapi...
Rania tidak meneruskan ucapan nya karena bu Renata sudah membayar semua nya.
Rania membawa paper bag berisi belanjaan bu renata sama dirinya, ia mengekor langkah bu Renata keluar dari toko baju.
"Kita nyalon dulu yu Ran, setelah itu kita ke rumah teman ibu. "Bu Renata menarik tangan Rania, memasuki salon langganan nya.
Rania tidak bisa menolak semua yang di ucapkan majikan nya, ia cuma bisa mengikuti semua yang bu Renata sebutkan, termasuk perawan yang sama sekali belum pernah ia rasakan.
Setelah selesai, bu Renata menyuruh Rania menggunakan baju yang tadi ia beli. sesuai rencana nya, bu Renata mengajak Rania berkunjung ke rumah sesama sosialita nya.
"Rani, semoga kamu betah ya kerja sama ibu."Ucap bu Renata, sekarang mereka lagi berada di dalam mobil menuju rumah teman bu Renata.
"Insya allah bu, Rania pasti betah, kerja sama ibu. "Rania tersenyum manis sama bu Renata.
"Kamu harus sabar ya kalau menghadapi sikap nya Lucas, sebenarnya dia baik, cuma ya kadang menyebalkan juga sih."bu Renata terkekeh,pandangan nya sejenak menoleh ke arah Rania yang duduk di samping nya.
"Iya bu, Rania bakal ingat kata-kata ibu. "Ucap Rania, "sebenarnya aku malas kalau harus berhadapan sama orang kaya tuan Lucas, tapi ya harus bertahan demi masa pendidikan masa depan ku. "Batin Rania.
"ko malah melamun Ran, kamu mikirin apa,jangan-jangan kamu mikirin Lucas ya. "bu Renata tersenyum geli melihat tingkah Kiara.
"E... engga bu, mana mungkin saya mikirin tuan Lucas, saya cuma lagi melihat mobil-mobil yang di depan kita bu. "Ucap Rania gugup, ia sebenar nya malu karena ketahuan melamun, apalagi tebakan majikan nya itu tepat, kalau ia lagi mikirin anak majikan nya.
__ADS_1
"Iya juga tidak apa-apa kali."Ucap bu Renata.
Rania meringis mendengar ucapan majikan nya, ia benar-benar malu karena bu Renata terus menggoda nya.
"Rani, bener kamu mau meneruskan pendidikan kamu di sini? "Tanya bu Renata, nada nya terdengar serius. tidak bercanda seperti sebelum nya.
"Iya bu, tapi itu juga kalau ibu mengijinkan, aku kerja sambil kuliah. "Jawab Rania lirih.
"Ibu senang Ran, kalau kamu semangat meneruskan pendidikan, sayang loh kalau kamu cuma kerja tapi tidak sekolah."Ucap bu Renata, pandangan nya fokus pada jalanan di depan nya.
"Makasih bu."Rania cuma bisa mengucapkan kata-kata itu dari bibirnya.
"Tapi ada syaratnya,kalau kamu kerja sambil kuliah!"Papar bu Renata.
Bu Renata tersenyum melihat Rania, ia yakin kalau Rania begitu besar keinginan meneruskan pendidikan nya begitu besar.
"Engga, kamu tenang aja ya. "Ucap bu Renata, ia tersenyum manis.
"Bisa kasih tahu sekarang ga bu, supaya ga kepikiran gitu. "Mohon Rania, ia memelankan suaranya di akhir kalimatnya.
"Nanti aja, kalau kamu sudah mau masuk kuliah, atau bibi sudah pulang ke Bandung. "Bu Renata tidak memberi tahu kan syarat yang akan ia berikan sama Rania.
"Nanti, aku kepikiran sampai ga bisa tidur gimana bu? "Tanya Rania, rasa penasaran nya kuat.
"Tidak, nanti pasti ibu kasih tahu ya, oh iya, emang cita-cita kamu apa sih Ran? kata bibi waktu itu kamu mau jadi Dokter bener ga? "Tanya Bu Renata.
__ADS_1
"Itu dulu bu, waktu masih kecil."Jawab Rania.
"Ko dulu, sekarang sudah berubah? "Tanya bu Renata, kening nya mengerut karena merasa bingung dengan jawaban Rania.
"Iya bu, jadi ceritanya dulu,aku ikut ibu ke klinik buat periksa, terus melihat Dokter,jadi mau jadi Dokter, malahan pernah ya bu,waktu itu tetangga dekat rumah lagi hajatan,terus ada hiburan,artis-artis nya pada nyanyi dapat uang dari saweran, terus aku bilang sama ibu, kalau cita-cita aku mau jadi penyanyi dangdut biar banyak uang, eh malah di cubit sama ibu. "Terang Rania, panjang lebar.
mendengar cerita Rania bu Renata tertawa keras,ia merasa kalau sebutan Rania anak yang polos juga lucu itu tidak salah.
Rania melongo melihat bu Renata tertawa mendengar cerita nya, padahal. menurutnya tidak ada yang lucu, malah yang ada ia sebal karena pernah di cubit sang ibu gara-gara bercita-cita menjadi penyanyi dangdut.
"Terus, ibu bilang apa,setelah kamu di cubit Ran. "Bu Renata bertanya,setelah tawanya berhenti.
"Kata ibu, kita orang miskin, tapi cita-cita harus tinggi, harus bisa mengangkat derajat orang tua, harus bisa bikin bangga keluarga karena prestasi."Jawab Rania, ia melow ketika mengingat ibu yang ia tinggalkan demi cita-cita nya.
"Ibu kamu hebat Ran, ibu salut sama dia, bisa membesarkan kamu sendirian.ibu sering dengar dari bibi,ibu kamu banting tulang sendri buat kehidupan kalian."Ucap bu Renata.
"Iya, ibu rela tidak menikah lagi, padahal waktu bapak meninggal, ibu masih muda, aku juga masih kecil, kata tetangga banyak laki-laki yang melamar ibu, tapi selalu di tolak, kalau aku nanya alasan nya, ibu bilang,ia takut kalau suami baru ibu, cuma bisa menerima ibu tapi tidak bisa menerima atau menyayangi aku.jadi ibu lebih memilih menjanda,mengurus aku sendirian. "Mata Rania berkaca-kaca, mengingat semua pengorbanan ibunya.
"Kamu, harus jadi orang sukses,supaya bisa membuat ibu bangga karena sudah bisa membuat kamu jadi orang sukses. "Bu Renata mengusap pucuk kepala Rania.
"Yu, kita turun, udah sampai Ran. "ajak bu Renata, ia mengulurkan tisu sama Rania.
Setelah di rasa tenang, Rania turun dari mobil menyusul bu Renata yang sudah menunggunya di luar.
Maaf up nya telat, jangan lupa like dan komen nya ya😘😘
__ADS_1