Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 31


__ADS_3

"Diam,duduk di tempat kamu."Lucas menatap Rania yang hendak berdiri dari sampingnya


"Tapi,saya ngantuk tuan,saya kan harus bangun subuh,apa lagi sekarang Uwa udah gak di sini."kata Rania,matanya sayu karena sudah sangat mengantuk


"Hmm,ya sudah,sana pergi."Lucas mengibaskan tangannya


"Beneran?"tanya Rania


Lucas menganggukkan kepalanya sebagai jawab


"Wah,tuan emang baik,makasih,saya keluar dulu ya tuan."ucap Rania,tangannya mencubit pipi Lucas setelahnya langsung lari keluar dari kamar Lucas


Dasar bocil,awas nanti kamu bocah habis sama saya.


Lucas menggeleng-gelengkan kepalanya,melihat tingkah Rania,pipinya terasa hangat,entah karena cubitan Rania atau karena hal lainnya.


Rania menuruni satu persatu anak tangga,matanya benar-benar sudah tidak mau di ajak kompromi,ia yakin kalau masih di kamar Lucas,ia pasti akan ketiduran di sana.


"Ran,kamu dari mana Nak?"tiba-tiba bu Renata sudah berdiri di ujung tangga,Rania sama sekali tak menyadari kalau majikannya sudah berada di sana


"I-bu,tadi aku dari atas bu."jawab Rania terbata


"Dari atas,ngapain malam-malam ke atas nak?"tanya bu Renata,matanya menatap intens Rania yang berdiri di depannya


"Itu,tadi...anu bu...


"Anu apa nak,kenapa gugup gitu?"bu Renata,sengaja menggoda calon mantunya


"Udah lah ma,ngapain sih,kasian calon mantu di godain terus."Pak Bambang yang dari tadi cuma melihat akhirnya mengeluarkan suaranya,dan apa lagi katanya calon mantu,ya ampun rasanya Rania mau terbang aja andaikan punya sayap


"Kalian gak ngapa-ngapain kan?"bu Renata tidak menghiraukan suaminya.

__ADS_1


"Enggak,tadi tuan Lucas minta di temenin bu."kata Rania


"Dia sudah makan belum Ran?"tanya bu Renata,


"Sudah bu."


"Dia minta di temenin sama kamu?"tanya pak Bambang,suami istri itu kompak membuat Rania gugup


"Iya pak,tapi saya ngantuk,jadi saya tinggal pak."jawab Rania


"Dasar,anak kamu itu pa,ya udah kamu istirahat dulu Ran,ibu mau lihat Lucas sebentar."ucap bu Renata


"Iya,saya permisi dulu pak,bu."ucap Rania,setelah di persilahkan kedua majikannya,Rania bergegas menuju kamarnya


"Mama ke atas dulu pa,papa duluan ke kamar aja."kata bu Renata,bu Renata menuju kamar Lucas,lalu pak Bambang menuju kamarnya


Bu Renata langsung masuk ke dalam kamar anaknya,terlihat Lucas masih fokus di depan laptopnya.


"Nanggung ma,tinggal sedikit lagi,mama dari mana,jam segini baru pulang?"tanya Lucas


"Tadi,mama ngurusin pendaftaran kuliahnya Rania,terus mampir ke rumah om kamu."jawab bu Rena


"Mama daftarin dia di kampus mana?"Lucas menutup laptopnya,lalu memutar badannya menghadap mamanya


"Di kampus T,kenapa kamu kaya penasaran gitu?"bu Renata mengerutkan dahi,melihat reaksi anaknya


"Ga,apa-apa ma,cuma penasaran,terus ngapain ke rumah Om Toni ma?"Lucas buru-buru mengubah ekspresi wajahnya


"Ya ngomongin pernikahan kamu!"jawab bu Renata


"Pernikahan,jadi mama serius soal itu,tadi aku nanya si bocah,katanya mama minta dia bersedia nikah sama aku,bener ma?"tanya Lucas,ada binar di wajahnya ketika mamanya menyebut tentang pernikahannya

__ADS_1


"Iya,emang kamu pikir mama cuma main-main,kamu gak bisa menghindar sekarang."kata bu Renata


"Iya lah,terserah mama,aku nurut aja."ucapnya


"Gitu dong,sesekali nurut kenapa sih,sudah ah,papa pasti udah nungguin mama,kamu juga istirahat,jangan kerja terus."bu Renata bangkit,lalu meninggalkan kamar Lucas


Lucas menyimpan ponselnya ke atas meja,setelah itu ia naik ke atas tempat tidur,lalu merebahkan tubuhnya di tengah-tengah kasur king size nya,matanya menatap langit-langit kamar.


Gue beneran bakal nikah sama si bocah,bakal jadi seperti apa ya pernikahan gue nanti.


Pikirannya terus memikirkan pernikahannya yang akan ia laksanakan bersama gadis,yang dulu ia gendong,ia kelonin,sampai tidak terasa ia sudah jatuh ke alam mimpi.


***


Subuh-subuh Rania sudah bangun,apalagi sekarang bik Tuti sudah gak tinggal di rumah itu lagi,jadi tanggung jawab yang biasanya sama bik Tuti,terpaksa pindah pada dirinya.


Setelah selesai dengan kegiatannya,Rania langsung keluar dari kamarnya menuju ruangan belakang,seperti biasa Mbak Yanti sudah ada di sana.Rania membantu Mbak Yanti menjemur pakaian seperti biasa.


"Mbak,aku udah selesai."ucap Rania,ia menunjuk tempat jemuran yang sudah terisi dengan pakaian


"Iya Ran,kamu masuk duluan ya,sekarang kamu yang masak ya,biar Mbak yang beres-beres."kata Mbak Yanti tanpa mengalihkan pandangannya


"Iya,nanti kalau aku udah beres,aku bantuin beres-beres ya Mbak."ucap Rania


"Ga usah,cepat sana,kerjaan kamu kan masih banyak Ran."mbak Yanti mendorong bahu Rania pelan


Rania pun pergi meninggalkan Mbak Yanti,ia menuju dapur untuk bersiap-siap menyiapkan sarapan untuk keluarga majikannya juga untuk beberapa orang yang bekerja di rumah itu.Rania membuka pintu lemari es buat memilih bahan-bahan yang akan ia masak.


"Harus bilang ibu nih,bahan masakan udah pada habis."gumam Rania


Semoga nanti bisa up lagi ya,maaf pendek sayangku,like,komen,vote nya ya🤗

__ADS_1


__ADS_2