Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 24


__ADS_3

"Rania,kamu baru pulang Nak,Lucas mana?"bu Renata berdiri di depan Rania,matanya menatap intens dari atas sampai bawah membuat Rania gugup


"Kenapa ma?"Lucas yang baru masuk langsung bicara


"Tidak,gimana nontonnya seru?"tanya bu Renata,matanya melirik Rania yang sudah menunduk


"Seru apaan,yang ada tangan aku pegal gara-gara ada yang keenakan tidur."sindir Luca


Mendengar ucapan Lucas,wajah Rania langsung terasa panas,antara malu juga kesal bercampur jadi satu.


"Saya ketiduran tuan,bukan sengaja."ucap Rania.matanya mendelik pada Lucas,kenapa harus di bilangin sih bikin malu saja


Bu Renata tersenyum tiap kali melihat dua orang di depannya itu berdebat,ada saja yang jadi perdebatan mereka berdua,bahkan hal kecil sekalipun.gimana kalau nanti mereka berdebat masalah rumah tangga,ah pasti sangat lucu,begitu pikir bu Renata.


"Sudah-sudah,kalian ini.tiap ketemu pasti berantem kapan akurnya."bu Renata melerai perdebatan Rania sama Lucas


Dua orang itu saling pandang tanpa mengeluarkan sepatah katapun,yang di bilang bu Renata memang benar,tiap mereka ketemu pasti berdebat,tentang apa pun.


"Rani,kamu istirahat dulu Nak,pasti capek kan habis berdebat sama Lucas."sindir bu Renata,bibirnya tersenyum geli melihat Rania yang terlihat salah tingkah


"Engga,engga ko bu,cuma sedikit pusing aja."ucap bu Rania


"Pusing kenapa?"tanya bu Renata.wajahnya terlihat bingung mendengar ucapan Rania


Lucas diam saja,matanya tidak lepas dari Rania,tangannya ia silangkan di atas dada.


"Pusing,kenapa dia gak pernah ngalah sama perempuan,padahal kan dia sudah tua."jawab Rania dengan polosnya


"Iya sih,kenapa ya Ran,jadi menurut kamu dia sudah tua?"bu Renata berusaha menahan tawanya,mata Lucas hampir keluar dari tempatnya mendengar ucapan Rania


"Bocah,sembarangan kalau mangap,saya bukan tua,tapi dewasa."tangan Lucas menyentil kening Rania lumayan keras


"Aduh tuan,ini aset negara,jangan main sentil aja dong,kebiasaan."Rania cemberut,tangannya mengusap kening


"Aset negara apaan,jidat lebar kaya kebun teh di puncak aja bangga."cibir Lucas

__ADS_1


"Sembarangan!"Rania menatap tajam Lucas


Bu Renata geleng-geleng kepala.baru saja ia bilang kalau jangan berdebat lagi tapi yang ada sekarang malah memperdebatkan jidat lebar,bu Renata akhirnya menepuk jidatnya sendiri.


"Sudah,mama pusing liat kalian,Rania masuk Nak,Lucas ikut mama,ada yang mau mama bicarakan sama kamu!"ucap bu Renata,ia meninggalkan kedua orang itu,bisa-bisa ia darah tinggi kalau terus menyaksikan perdebatan Lucas sama Rania


"Gara-gara tuan nih,jadi ibu marah kan."Rania menghentakkan kakinya sambil masuk ke rumah


Lucas mengedikkan bahunya acuh tak acuh.kakinya melangkah mengikuti dua wanita yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


"Mau bicara apa sih ma?"tanya Lucas


Bu Renata menatap anaknya dalam,lalu menarik napas panjang sebelum ia mulai bicara.


"Luc,kamu mau nikah sama Sarah?"tanya bu Renata


"Ma,aku gak mau,harus berapa kali bilang,dia itu bukan tipe aku,mama di kasih apa sih sama orang itu."tanya Lucas,ia terlihat jengkel dengan pertanyaan mamanya


"Mama gak di kasih apa-apa,tadi mama juga udah berusaha nolak,mama juga sudah bilang kalau Rania itu calon istri kamu,tapi mereka gak percaya,katanya itu cuma akal-akalan kamu aja."jelas bu Renata panjang lebar


"Terus,aku harus gimana ma? lagian mama sih dulu pakai ngenalin aku segala,dikiranya aku ga laku apa."ketus Lucas


"Hah,masa gitu ma,bakal jadi apa kalau aku nikah sama si bocah."Lucas melotot mendengar ucapan mamanya


"Ya sudah,kalau gak mau,kamu nikah sama Sarah!"


"Ma,gak ada pilihan lain apa?"tanya Lucas


"Heh,gak ingat dulu ada yang bilang kalau sudah dewasa bakal nikahin Rania,sekarang sok jual mahal."jawab bu Renata


"Ya,itukan dulu ma,aku masih kecil.dulu kan kasian sama si bocah gara-gara di tinggal bapaknya."ucap Lucas


Flash back ON


Setelah seminggu pulang kampung,bik Tuti kembali ke rumah majikannya,ia membawa serta keponakannya Rania yang baru ditinggal bapaknya.ibunya masih sibuk mengurus acara tahlilan bapaknya Rania di rumah keluarganya.

__ADS_1


Bik tuti merasa kasian sama keponakannya,apalagi ia nangis terus tiap kali menanyakan bapaknya tapi tak kunjung datang,Rania kecil masih belum mengerti arti kehilangan apalagi kalau bapaknya tidak akan kembali untuk selamanya.


Rania yang jarang diajak bepergian jauh terlihat sangat antusias ketika melihat kendaraan lalu lalang di depannya,ia juga tidak selalu menanyakan bapaknya sepanjang perjalanan menuju jakarta.


Bik Tuti langsung di sambut antusias sama Lucas juga orang tuanya,apalagi bik tuti membawa Rania,selama ini Lucas selalu minta adik sama mama juga papanya tapi,masih belum di percaya kembali untuk memberikan adik buat Lucas.


"Bibi,nanti Rania tidurnya sama aku ya."pinta Lucas pada bik Tuti


"Kalau nangis gimana,nanti aden tidurnya terganggu."tanya bik Tuti.ia tidak mau kalau nanti Rania mengganggu istirahat anak majikannya


"Tidak apa-apa,aku kan mau punya adik bi,kalau Rania nangis nanti tinggal aku gendong."ucap anak kelas enam SD itu dengan antusias


"Ya sudah,boleh deh nanti Rania tidur sama aden ya."ucap bik Tuti,Rania kecil anteng dengan mainan yang sengaja bu Renata beli buat Rania


"Beneran bik?"tanya Lucas,terlihat binar bahagia di matanya


"Iya,beneran ganteng."bik Tuti mengusap kepala Lucas


"Yey,nanti tidur sama kaka ya de."Lucas mencium pipi Rania


"Kamu sayang banget ya sama Rania?"bu Renata ikut bergabung sama Lucas juga bik Tuti yang sedang mengawasi Rania kecil


"Iya ma,kasian dede Rania udah di tinggalin ayahnya,padahal dia masih kecil."jawab Lucas


"Makanya kamu harus jagain dede Rania ya."ucap bu Renata


"Iya,nanti aku bakal jagain dia ma,aku bakal nikahin dia kalau udah gede,jadi bakal sama-sama terus kaya mama sama papa."ucap Lucas dengan polosnya


Bu Renata tersenyum mendengar ucapan Lucas,begitu juga bik Tuti.


Sampai waktunya Rania harus pulang karena ibunya di kampung terus menanyakan Rania sama bik Tuti,ia tidak bisa berjauhan terlalu lama sama putri kesayangannya,apalagi bu Lilis baru saja kehilangan suaminya,cuma Rania yang menjadi pengisi kekosongan dalam hidupnya.


Lucas menangis karena tidak rela berpisah sama Rania,setelah itu mereka tidak pernah bertemu kembali sampai akhirnya Rania datang ke rumahnya untuk menggantikan bik Tuti bekerja.


**Dari hari sabtu aku up kaka2,tapi masih di Rivew pihak nt

__ADS_1


like,komen,vote nya jangan lupa yaπŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜


🌺🌺🌺**


__ADS_2