
Rania menutupi tubuhnya menggunakan tangan, meskipun sudah biasa tapi tetap saja malu kalau ditatap seperti itu, apalagi tidak mengenakan sehelai benangpun.
"Sayang, mana handuknya?"tanya Rania. Lucas tidak menjawab, ia malah mendekatkan dirinya sama Rania.
"Kenapa tambah seksi sih?"Lucas mengikis jarak antara dirinya sama Rania.
"Sayang, handuknya!"Rania menarik handuk dari tangan Lucas.
Lucas tertawa melihat kepanikan di wajah istrinya. untung saja istrinya itu sudah memakai handuk, kalau tidak ia pasti akan lepas kendali, disaat orang lain di luar sana memilih selingkuh saat istri sedang hamil, karena banyak yang berpikir tubuh wanita hamil tidak menarik lagi, bagi Lucas itu hanya alibi, menurutnya Rania tambah menarik saat berbadan dua.
"Takut banget sama suami sendiri,"ucap Lucas.
"Kamu kenapa menakutkan, udah kaya harimau siap menerkam mangsa saja,"gerutu Rania.
"Kamu nafsuin sayang, hampir hilang kendali aku, untung saja ingat kalau teman kamu sedang menunggu,"
"Hah, Firda sudah datang yang?"sentak Rania.
"Sudah, makanya buruan aku bantu keringkan rambut kamu,"Lucas mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut sang istri.
"Kenapa, bajunya yang ini?"tanya Rania.
Rania membentangkan dress sebatas lutut warna putih, menurut Lucas Rania terlihat anggun ia menyukai baju itu.
"Pakai aja, aku suka lihat kamu pakai baju itu yang,"jelas Lucas.
Rania akhirnya memaki baju itu, meskipun menurutnya dress itu terlalu pendek.
"Tuh yang, pendek, ketarik sama perut,"Rania memperlihatkannya pada Lucas yang sedang fokus mengeringkan rambut sang istri.
"Gak papa, kamu gak akan kemana-mana kan? paling cuma aku yang lihat yang,"
"Tapi, sekarangkan ada Firda yang,"
"CK, dia cewek, gak akan nafsu lihat kamu kaya gini, udah ah, kasian teman kamu nungguin lama,"ucap Lucas. ia menyimpan hair dryer di atas meja.
"Kamu, udah mandi belum?"tanya Rania.
"Belum, aku mau olahraga dulu yang, baru nanti mandi,"sahut Lucas.
"Emang, tadi kurang olahraganya?"tanya Rania lagi.
Lucas mengerutkan keningnya,"kalau yang itu, jelas banget kurang yang, makanya nanti malam lagi,"Lucas mengedipkan matanya.
Rania memukul tangan Lucas, keduanya keluar dari ruang kerja Lucas menuju ruang tamu.
'Hai, udah lama Fir, datangnya?"tanya Rania.
Lucas mencium kening istrinya, setelah itu ia menuju ruangan tempat dia biasa olahraga.
"Ya ampun, kalian itu gak menghargai jomblo tau gak,"Firda menggerutu setelah Lucas menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
"Masa, kamu bukannya sudah punya pacar?"tanya Rania.
"Pacar dari hongkong! ada yang ngajak pacaran cuma pura-pura, sial banget nasib gue Ran,"jelas Rania.
"Kak Daniel ngajakin pacaran pura-pura, tapi kenapa?"tanya Rania.
"Bukan pak Daniel Ran, tapi mantan kamu yang sekarang jadi dosen,"jelas Firda.
"Hah, pak Kevin maksudnya, kok bisa, sejak kapan kalian sedekat itu, kamu gak pernah cerita, mentang-mentang sekarang sudah gak kuliah ya,"
"Bukan, aku juga gak dekat kok sama pak Kevin, cuma aneh aja tadi, dia juga nanyain kamu loh,"
Akhirnya Firda menceritakan semuanya sama Rania, ia sangat pelan karena takut kalau Lucas tiba-tiba datang terus mendengar semuanya.
"Jadi, kaya gitu ceritanya. menurut kamu, aku harus bagaimana coba, padahal tadi aku udah nolak,"Firda merasa frustasi, masalah ia bertambah gara-gara dosen itu, meskipun tidak terlalu penting tetap saja mengganggu pikirannya.
"Kalau menurut aku, mending jangan deh, aku gak mau kamu harus berurusan sama Violla, dia itu nekad Firda, aku udah kenal lama sama dia,"Rania mengingatkan Firda. ia tak mau sahabatnya itu menjadi korban Violla berikutnya.
"Gue juga gak mau, belum apa-apa udah diserang gue, apalagi kalau gue terima jadi pacar pura-puranya pak Kevin, bisa diteror tiap menit gue,"
"Nah, apalagi sekarang masalah gue tambah banyak, harus bayar uang semester, padahal belum gajian, apa gue ngepet aja ya Ran?"tanya Firda. ia memijit pelipisnya.
"Gimana kalau pakai duit aku aja?"tanya Rania.
"Nggak, gue gak enak sama suami lo, nanti deh gue mau coba pinjam sama pak Daniel, bayarnya biar dipotong saat gajian,"Firda menolak niat Rania.
"Kalau gak bisa gimana? udahlah Firda, kenapa sih selalu nolak kalau aku mau bantu, serasa gak dianggap tau gak!"Rania mendelik, dirinya benar-benar merasa tak berguna.
"Janji ya, kalau ada apa-apa langsung bilang sama aku, jangan dipendam sendiri,"
"Siap boss!"
Setelah puas ngobrol-ngobrol, Firda langsung pamit karena harus segera berangkat kerja part time, Rania memberikan banyak makanan untuk Firda, biar nanti tidak mengeluarkan uang untuk membeli makanan, hampir semua stok camilan Rania berikan sama Firda, sampai-sampai beberapa kantung besar Firda bawa pulang, tak lupa Rania menyelipkan beberapa lembar uang pada kantung itu, ia sengaja melakukan itu, kalau dikasih langsung akan ditolak.
Rania melambaikan tangan ketika taksi yang ditumpangi Firda mulai melaju meninggalkan rumahnya. ia langsung mencari suaminya di ruang olahraga.
Rania mengintip Lucas dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, ia bisa melihat dengan jelas Lucas yang sedang di atas treadmill sambil bertelanjang dada, keringatnya mengalir deras dari mulai wajah sampai badan terlihat mengkilat karena keringat.
"Ngapain, ngintip segala sayang, masuk aja,"ucap Lucas tanpa melihat ke arah Rania yang masih berada di depan pintu.
"Hehe kok tau sih, kamu lihat dimana yang?"Rania nyengir sambil mendorong pintu biar terbuka lebar.
"Aku tau kamu dilayar itu, kamu lupa ada cctv di depan pintu yang?"tanya Lucas. ia menunjuk layar monitor di depannya.
"Aku, gak tau kalau kamu masang cctv di sana, sejak kapan emangnya yang?"Rania mendekati layar monitor itu, benar saja ia bisa melihat keadaan diluar maupun di dalam ruangan itu.
"Udah lama yang, aku pasang hampir di semua ruangan, aku harus memastikan kamu baik-baik saja, makanya lebih aman aku pasang cctv aja,"sahut Lucas. setelah mematikan treadmill nya ia turun lalu meneguk air putih yang dibawa Rania.
"Teman kamu, udah pulang yang?"tanya Lucas.
"Iya, katanya harus kerja kan, eh masa ya dia diminta biar jadi pacar pak Kevin,"Rania mengusap keringat di wajah Lucas.
__ADS_1
Keduanya duduk di atas lantai, Rania sedikit menjauh dari suaminya.
"Kenapa jauh-jauh yang, sini deketan," Lucas menarik tubuh istrinya biar lebih dekat.
"Gak mau, kamu basah keringetan tuh, nanti kena aku gimana?"Rania kembali menjauhkan dirinya dari Lucas.
"Gak papa, nanti mandi bareng yang, lagian kalau olahraga di atas ranjang mau-mau aja tuh dipeluk,"cibir Lucas.
"Itukan beda sayang, keringatnya wangi terus aku juga keringetan, kalau sekarang kan nggak,"Rania nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Bisa aja jawabnya, tapi jangan salah yang, aku orang yang kalau keringat tambah wangi, gak bau sama sekali, coba cium sini,"Lucas mendekatkan tubuhnya sama Rania.
"Iya iya, jangan dekat-dekat nanti aku basah,"Rania mendorong pipi Lucas supaya menjauh darinya.
"Eh, sayang, stok makanan aku habis,"ucap Rania.
Lucas menatap manik Rania,"masa habis, perasaan tadi aku lihat masih penuh, gimana makannya coba?"tanya Lucas.
"Aku, kasihkan sama Firda yang, jangan marah ya, aku kasian sama dia, harus bayar uang semester, padahal belum gajian, terus bayar kostan juga,"Rania memasang wajah imut biar tidak dimarahi Lucas.
"Kenapa gak kasih uang aja buat bayar semester?"tanya Lucas. bukannya marah ia malah gemas melihat wajah tembem Rania.
"Dia nolak, katanya mau pinjam sama kak Daniel, kalau gak bisa baru nanti pakai uang aku yang,"jelas Rania.
"Oh ya sudah, gak papa, biar nanti aku bicara sama Daniel buat bantu dia,"kata Lucas.
"Kamu serius, kamu gak marah yang?"tanya Rania antusias.
"Serius, kenapa harus marah, sudah seharusnya kita bantu orang yang kesusahan kan,"jawab Lucas.
"Wah, aku sayang kamu, cinta juga,"Rani langsung memeluk tubuh Lucas, ia lupa tadi tak mau dekat gara-gara keringat.
"Ada bayaran dong, masa cuma peluk aja,"
"Bayaran apa, uang? aku punya uang dari kamu, masa harus balikin lagi,"tanya Rania.
"Bukan uang, coba kamu jalan dari sana ke sini,"titah Lucas, ia menunjuk tembok di depannya.
"Buat apa sih?"tanya Rania. meskipun tak ngerti tapi ia menurut berjalan di depan suaminya.
"Sudah yang, sini duduk lagi,"Lucas menepuk tempat yang tadi Rania duduki.
"Kamu, mau jual aku ya?"tanya Rania.
"Nggak, aku banyak uang, buat apa jual kamu,"jawab Lucas.
"Terus, kenapa nyuruh aku jalan tadi?"
"Kamu seksi!"
Plak plak
__ADS_1