Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 13


__ADS_3

Waktu makan malam sudah tiba, Pak Bambang, bu Renata juga Lucas sudah duduk di kursi,di hadapan mereka sudah tersaji beberapa hidangan yang menggugah selera.


Mereka makan dengan tenang seperti biasa, tanpa ada selingan obrolan, cuma terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring menimbulkan suara nyaring ditengah kesunyian.


Setelah selesai makan, terus ngobrol-ngobrol sebentar seperti kebiasaan sebelumnya, Lucas kembali ke dalam kamar,begitu juga Pak Bambang dan Bu Renata.


"Pa, gimana menurut papa usul mama yang waktu itu? "tanya bu Renata


"Papa, ikut mama saja, lagi pula kalau papa lihat, Rania anak nya baik, lucu,tapi rencana mama tidak akan berjalan mudah, masih ingat kan kejadian mama menjodohkan Lucas sama anak nya teman mama itu? "pak Bambang menatap istrinya yang sedang duduk di samping nya


"Masalah itu, papa tenang aja, mama tidak akan langsung bicara sama Lucas, pokonya papa lihat nanti oke,pasti berhasil! "bu Renata mengedipkan matanya


"Jangan aneh-aneh ma, kasian Rania, dia masih polos kelihatan nya,"pa Bambang khawatir sang istri akan melakukan hal yang aneh-aneh untuk menyatukan Rania sama Lucas


"Engga aneh-aneh, mama tahu pa, bahkan Rania belum pernah pacaran kalau ga salah kata bibi. "Ujar bu Renata


"Papa serahkan sama mama, lagi pula kenapa ngebet banget sih, sudah ga sabar mau punya cucu? "tanya pak Bambang


"Bukan pa, mama takut kalau Lucas tidak bisa move on dari Shela, mama juga takut kalau perempuan itu bakal datang lagi."jawab bu Renata.


"hmmm papa ngerti perasaan mama, semoga saja usaha kita berhasil ya, lagi pula sekarang Lucas malah sibuk terus di perusahaan,papa sih senang,jadi papa banyak waktu buat mama. "papar pak Bambang


"Kalau itu sih mau nya papa dekat-dekat mama, kali-kali papa gantikan lah kerjaan Lucas, biar dia punya waktu buat dia sendiri. "ucap bu Renata

__ADS_1


"Siap bidadari papa, sekarang waktunya mama tepati janji mama. "pak Bambang mendekatkan tubuh nya sama istrinya


"Janji apa? emang mama pernah punya janji sama papa? "bu Renata mengerutkan dahi,mata nya menyipit ke arah pak Bambang


"Jangan pura-pura lupa, mama bilang waktu di ruang kerja papa,"pak Bambang langsung menggendong bu Renata keatas tempat tidur


(Entah melakukan apa mereka,jangan ngintip, nanti bintitan loh)


Rania dengan cekatan membereskan piring yang sudah mbak Yanti cuci, sebisa mungkin ia bekerja dengan giat.


"Mbak,udah bereskan?"tanya Rania


"Sudah Ran, kalau mau istirahat sok, mbak mau lap meja makan dulu sebentar. "jawab mbak Yanti.


Rania bergegas masuk kedalam kamarnya, setelah memastikan tugasnya selesai. Rania mengambil ponsel ketinggalan jaman yang menjadi kebanggan nya,ia bisa membeli ponsel itu dengan menyimpan uang jajan yang ibunya berikan, ia rela menahan lapar,supaya uangnya bisa ia tabung buat membeli ponsel, di saat orang lain tinggal menengadahkan tangan sama orang tua, tapi tidak berlaku buat Rania, melihat ibunya banting tulang untuk kehidupan sehari-hari,Rania tak tega, apalagi kalau harus menuntut seperti anak-anak lain.


"Waalaikumsallam Ran, gimana di sana,betah engga? "bu Lilis langsung bertanya begitu mendengar suara anak kesayangan nya


"Alhamdulillah,aku betah bu Ratu, ibu sehat kan? "Rania balik nanya


"ibu sehat, tapi ibu kesepian Ran, kalau ibu nikah lagi boleh ga? "ucapan bu Lilis membut Rania tersedak ludahnya sendiri


"Emang ada yang mau sama nenek-nenek? tanya Rania

__ADS_1


"Sembarangan ari nyarita teh, ngantri nu rek ngalamar ibu kamu tuh(Sembarangan,kalau bicara tuh, ngantri,yang mau melamar ibu kamu tuh). "ucapan bu Lilis membuat Rania ingin muntah


"Sudah la, sekarang masih belum terlalu malam bu Ratu, jangan mimpi dulu, aku masih kangen. "


"Ah susah emang, kalau bicara sama orang yang tidak pernah ada yang mendekati,uwa kamu kapan pulang? "


"Mungkin beberapa hari lagi, sabar,kan di samping rumah ada Monika,nginep di situ aja dulu! "


"Budak te baleg,(anak ga benar).masa ibu sendiri di suruh tidur di kandang kambing,"


"Kan supaya ibu Ratu ada temen, daripada nonton sendiri coba. "


"Mending di temani duda depan rumah, dari pada tidur sama kambing. "


"Tapi duda nya bakal nolak mentah-mentah, ibu Ratu jaga kesehatan ya, doakan anak mu ini supaya jadi anak yang berbakti, anak yang berguna, buat bangsa terutama agama, dunia, jangan doakan cantik,aku sudah cantik soalnya, kasian orang lain ga kebagian. "ucap Rania panjang kali lebar


"Ngomong naon ari maneh(bicara apa kamu),kalau ngantuk tidur, besok pasti harus bangun subuh kan? "


Mendengar ucapan ibu nya, Rania mendengus, ia sudah bicara panjang lebar tapi engga di tanggapi.


"Iya, ibu ratu juga tidur, assalamualaikum. "Rania memutuskan panggilan nya, ia menyimpan kembali ponsel nya ketempat semula.


"semoga besok lancar, semoga otak tuan Lucas terbentur, supaya baik sedikit, tidak hanya ngancam, kerjanya. "gumam Rania

__ADS_1


Rania memejamkan matanya, untuk memasuki alam mimpi.


file nya kurang dapat, maafkeun, like,komen,vote ya😘😘


__ADS_2