Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 20


__ADS_3

Setelah menempuh waktu empat puluh menit,akhirnya mobil yang di kemudikan Lucas memasuki area terminal kp rambutan.


Lucas membantu Rania sama bik Tuti menurunkan barang-barangnya dari mobil.tangannya sesekali jahil menyenggol Rania,membuat si empunya melotot horor.


Ah aku yakin,anak sombong tuh ada rasa sama Rania,cuma kegedean gengsi,padahal sudah tua juga,kamu lihat aja Luc apa yang akan mama lakuin sampai kamu mengakui perasaanmu itu.


Bu Renata menyeringai memikirkan ide-ide di kepalanya,matanya terus memperhatikan tingkah dua mahluk di depannya yang seperti kucing sama tikus itu.


"Kamu jaga diri ya,pokonya harus nurut sama bu Rena juga pak Bambang,mereka orang baik,kamu pasti bakal betah meskipun tanpa Uwa di sana."bik Tuti memeluk Rania erat,meskipun Rania cuma keponakannya,tapi ia sudah menganggap Rania anak kandungnya sendiri


"Iya,aku bakal selalu ingat pesan Uwa,dari semalam itu terus yang di ucapin,mana bisa lupa."Rania masih memeluk bik Tuti


Bik Tuti berpelukan sama Lucas juga bu Renata,bik Tuti menitipkan Rania sama keduanya.kepergian bik Tuti di iringi isak tangis Rania.


"Dasar bocah,di tinggalin nangis."bisik Lucas di telinga Rania.Rania mengabaikan ledekan Lucas,ia menatap bik Tuti yang mulai berjalan masuk ke dalam bus


"Uwa,aku titip Bagas ya,bilangin kalau aku kangen."teriak Rania,bik Tuti yang sudah menginjakan kakinya di bus langsung melirik Rania sambil geleng-geleng kepala


Begitu juga bu Renata sama Lucas,mereka kaget mendengar teriakan Rania,apalagi tadi apa katanya Bagas,itu kan nama laki-laki radar di kepala Lucas langsung ON mendengar nama yang di sebut sama Rania.


"Ini bukan di hutan bocah,pake teriak-teriak,apalagi nitipin laki-laki,ntar loe di tinggal selingkuh."ucap Lucas ketus


Rania mengerutkan dahinya,mendengar ucapan Lucas,sama sekali tidak mengerti dengan maksud laki-laki itu.


"Bagas siapa Ran?"tanya Bu Renata berbisik


"Kucing aku bu hehehe...."Rania nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya


"Oh,ibu kira pacar kamu.kucing ko bagus banget namanya."Bu Renta mengusap dadanya merasa lega


Lucas membunyikan klakson menghentikan obrolan dua wanita itu,bu Renata langsung menarik tangan Rania menuju mobilnya.


"Duduk depan bocah,saya bukan supir kamu."Lucas menatap tajam Rania yang sudah duduk manis di belakang sama mamanya

__ADS_1


"Emang yang bilang tuan,supir saya siapa?"tanya Rania


"Banyak nanya,pindah ga?"Lucas melotot menatap Rania


"Kasian ibu sendirian di belakang tuan,udah deh mending cepat jalan."Rania tetep duduk di belakang sama bu Renata


Bu Renata cuma senyum-senyum menyaksikan perdebatan Rania sama Lucas,belum pernah ia melihat Lucas banyak ngomong seperti sekarang,lumayan kan dapat hiburan di kala senggang.


"Udah ga nurut,nyuruh-nyuruh lagi,ma mending mama cari orang deh buat gantiin bibi,pulangkan aja ni bocah sama habitatnya."ucap Lucas


"Jangan ya bu,saya butuh kerjaan ini."Rania merapatkan tangannya di depan bu Renata


"Iya,kamu pindah sana ke depan,daripada ga jalan-jalan mobilnya."bu Renata tersenyum lembut sama Rania


Dasar laki-laki ga punya hati,bisanya cuma ngancam orang kecil,


Rania keluar dari mobil,lalu pindak duduk di depan samping Lucas,meskipun batinnya terus menggerutu,tapi ia tidak bisa apa-apa untuk membantah Lucas,sabar,orang sabar di sayang pacar,eh pacar nya juga ga punya.


"Jangan menggerutu,apalagi ngatain saya dalam hati kamu,nanti saya kutuk jadi semut kamu."Lucas menghidupkan mesin mobilnya


"Heh,saya itu majikan kamu,mau saya pecat ya."Lucas menoyor kepala Rania


"Ehem,majikan Rania itu mama loh,mending kalian akur bisa ga sih,mama pusing dengar kalian berantem mulu dari tadi,"bu Renata menghentikan perdebatan Rania dan Lucas


"Maaf bu,"Rania menunduk merasa salah


"Ma,kita langsung pulangkan?"tanya Lucas,matanya menyipit melirik Rania yang menunduk di sampingnya


"Engga,mama ketemuannya di mall,kamu ikut juga ya nemuin Sarah,pasti dia senang banget ketemu kamu,waktu itu dia nitip salam buat kamu."jawab bu Renta


"CK,engga ma,aku udah bisa nebak maksud mama,aku ga tertarik sama anak teman mama,semuanya zonk!"ucap Lucas,bukan sekali dua kali ia di ajak mamanya untuk menemui anak teman mama Renta,jadi ia sudah hapal di luar kepala


"Zonk gimana,anak teman mama itu cantik-cantik,kamu aja yang pilih-pilih."bu Renata mendengus mendengar ucapan Lucas

__ADS_1


"Aku tahu,karena dia perempuan jadi cantik,tapi semuanya bukan selera aku,apaan cewek kaya gitu,bajunya kekecilan,dandanan kaya ondel-ondel gitu,"papar Lucas


Rania cuma jadi pendengar obrolan antara ibu dan anak itu,ia merasa bukan haknya untuk ia ikut bicara.


"Itu tren Luc,makanya jangan berkas terus yang di liatin,sesekali liat gadis-gadis cantik,biar hidup kamu lebih berwarna,"jelas bu Renta


"Mending liatin berkas dapat uang,jangan paksa aku buat kenalan sama anak jung jang jeng itu ma,aku ga suka."Lucas menatap mamanya dari kaca mobil di depannya


"Susah emang,kalau ngomong sama orang kaya kamu,pokonya sekarang anterin mama ketemu teman mama."ucap bu Renata


"Tidak ada bantahan!"bu Renata langsung bicara waktu melihat mulut Lucas terbuka akan membantah ucapannya


Lucas langsung diam,ia lebih baik menurut sekarang,daripada runyam urusannya.


"Rani,nanti kalau nyari pasangan jangan kaya laki-laki di samping kamu ya,ga ada baik-baiknya,kerjaan terus yang di urus."ucap bu Renata


"Mama,kejam banget sama anaknya,aku itu limited edition ma,udah ganteng,tajir,pekerja keras,tidak akan ada yang nolak aku."ucap Lucas sombong


"Sombong!"ucap Rania spontan ketika mendengar ucapan Lucas yang kelewat pede


"Itu pakta bocah,kamu juga suka kan sama saya,ngaku aja!"Lucas melirik Rania sekilas setelah itu matanya kembali fokus pada jalanan di depannya


"Tidak,tuan bukan tipe saya,selera saya tinggi tuan."ucap Rania,


Bu Renata menahan tawanya mendengar ucap Rania,berbeda dengan bu Renata,wajah Lucas langsung masam mendengar ucapan Rania,tadinya ia yakin kalau Rania akan bilang suka,mau di taruh di mana mukanya sekarang,apalagi mamanya pasti akan meledek dirinya.


"Kita ke rumah sakit dulu."ucap Lucas tiba-tiba


"Kamu sakit?"bu Renata terdengar cemas karena tiba-tiba Lucas mengajak ke rumah sakit


"Tidak,aku mau bawa si bocah ke Dokter mata,kau rasa matanya rabun atau bahkan katarak ma."jawab Lucas


"Jangan sembarangan ya tuan,mata saya masih sehat,"

__ADS_1


aku up nih,jangan lupa like,komen,vote nya😘😘🤗


__ADS_2