
Pagi harinya Lucas terbangun lebih dulu, ia melihat istrinya masih terlelap dengan nyaman di bawah selimut tebal.
"Kamu, pasti kecapean tadi malam sayang,"Lucas mencium kening Rania sebelum beranjak ke dalam kamar mandi.
Kakinya melangkah memasuki kamar mandi untuk mencuci muka, ia akan membuat sarapan untuk mereka berdua.
Ketika ia sedang memotong sayuran untuk tambahan nasi goreng, terdengar ketukan pintu dari luar.
Pasti mamah nih pagi-pagi ganggu orang, perasaan rumahnya luas, tapi selalu kesini.
Lucas menggerutu sambil berjalan menuju pintu. matanya melebar melihat oma sama Serly sudah berdiri di depan pintu.
"Oma, ngapain ke sini pagi-pagi?"tanya Lucas. sebenarnya ia tak mempermasalahkan oma, tapi perempuan yang sedang menatapnya sambil tersenyum yang selalu memprovokasi keadaan.
"Kenapa? kayanya gak senang banget oma datang,"ketus oma Ratna. tanpa di persilahkan beliau sudah menerobos masuk diikuti dedemit dibelakangnya.(canda dedemit)
"Bukan, ah sudahlah terserah oma,"Lucas kembali masuk ke dapur.
"Mana istri kamu?"tanya oma Ratna.
"Masih tidur oma, kenapa cari istri aku?"Lucas kembali fokus pada bahan-bahan yang akan ia masak.
"Apa? istri macam apa dia itu Lucas. jam segini masih tidur, sementara kamu harus buat sarapan,"bentak oma Ratna ketika mendengar Rania masih tidur.
"Iya, oma bener. jadi istri ko malas banget, padahal kan dia itu bekas pembantu, kalau aku jadi istri kamu, aku tidak akan biarkan suami buat sarapan, pasti aku yang melayani segala kebutuhan kamu,"ucap Serly panjang lebar.
"Diam, gak usah jadi provokasi. Rania kelelahan oma dia melayani aku semalaman, makanya aku biarkan dia istirahat,"Lucas menatap tajam Serly yang sedang memperhatikannya.
Mendengar ucapan Lucas oma langsung diam, sementara Serly mendengus. ia tahu apa yang dimaksud Lucas.
Lucas membuat nasi goreng lebih karena tiba-tiba ada tamu tak diundang datang ke apartemennya, mengganggu ketenangannya.
"Kalau oma mau sarapan, silahkan duluan aja,"Lucas berjalan meninggalkan oma Ratna sama Serly yang menatap punggung Lucas.
"Pokonya, oma harus bantu aku buat nikah sama dia, terus ceraikan wanita kampungan itu,"suara Serly masih bisa Lucas dengar karena pintu kamarnya belum ia tutup.
Dasar cewek gila, jangan harap tujuanmu itu bisa tercapai wanita gila.
Lucas tersenyum menatap Rania yang masih tertidur tanpa terusik apapun, kakinya melangkah mendekat ke arah tempat tidur.
"Hey, tukang tidur. bangun sudah siang,"Lucas menarik selimut yang melilit tubuh telan.... istrinya.
"Ah, sayang biarkan aku tidur sebentar lagi, aku gak ada kelas hari ini,"Rania menarik selimut yang sudah ditangan suaminya.
"Bangun, kamu ikut aku ke kantor sayang,"Lucas memegang selimut supaya gak bisa ditarik istrinya.
__ADS_1
"Enggak, aku bosan kalau di sana. aku mending nungguin kamu di sini aja,"Rania menatap suaminya.
"Kamu gak takut, kalau suami tampan plus serba bisa ini direbut wanita gila,"Lucas menaik turunkan alisnya.
"Hah, emang ada wanita gila yang mau sama kamu? kalau ada berarti dia pura-pura gila biar bisa dapetin kamu,"Rania merengut lucu.
"Ada, makanya. kamu ikut aku ke kantor, biar bisa jagain aku dari wanita gila,"Lucas masih membujuk Rania.
"Tapi, aku belum mandi sayang,"Rania mengubah posisinya menjadi duduk.
"Makanya mandi buruan,"ucap Lucas.
"Iya, aku mandi dulu ya,"Rania mengambil baju kurang bahan yang semalam dilempar Lucas ke atas lantai.
"Mandi bareng biar cepat,"Lucas menggendong Rania yang masih tidak memakai apa-apa.
"Sayang, kalau mandi berdua, nanti malah bakal lama waktunya,"Rania mengalungkan tangannya pada leher Lucas.
"Enggak, kita cuma mandi beneran sayang. ada oma di ruang tamu,"bisik Lucas tepat di depan wajah Rania.
"Hah, sejak kapan oma datang? pasti oma ngata-ngatain aku ya karena telat bangun,"raut wajah Rania berubah sedih.
Setelah keduanya selesai mandi, Rania menyiapkan baju suaminya terlebih dulu, setelah itu baru memilih baju untuk dirinya sendiri.
Rania menggunakan dress warna hitam dengan kombinasi putih, rambut panjangnya ia biarkan tergerai dengan sebagian ujungnya ia curly membuat aura cantiknya terpancar.
"Kamu ada-ada aja, mana mungkin karyawan kamu ngelihatin aku,"Rania memoleskan lipstik warna kalem pada bibirnya.
"Bener, kalau gak ingat aku bos mereka, udah aku colok matanya,"ucap Lucas.
"Udah ah, oma pasti marah nungguin kita lama, tadi sama siapa ke sini nya yang?"Rania mengambil tas kecil yang mama Renata belikan.
"Sama, wanita gila,"kata Lucas.
"Hus, gak boleh gitu yang, kalau dia denger, terus ngadu sama oma, bahaya tahu,"Rania sudah bisa menebak siapa wanita gila yang suaminya bilang.
Lucas mengedikkan bahu, ia menenteng tas kerja sama jas dengan tangan kiri, sementara tangan kanan merangkul pinggang Rania sambil keluar kamar.
Mata Serly langsung melotot melihat Lucas keluar kamar sambil merangkul Rania, sedangkan oma tidak bereaksi apa-apa malah terlihat cuek tak terpengaruh seperti biasanya.
"Kenapa, belum sarapan oma?"Lucas melepaskan tangannya dari pinggang sang istri, lalu menarik kursi untuk Rania duduk.
"Oma nungguin kamu, lama banget,"oma berjalan menuju meja makan. tadinya beliau sama Serly duduk di ruang keluarga tempat Lucas menonton televisi.
"Sayang, siapa yang bikin sarapan?"bisik Rania.
__ADS_1
"Aku, tadi sebelum kamu bangun yang,"Lucas mengisi piringnya dengan nasi goreng yang tadi ia bikin.
"Dasar istri gak berguna! suami masak tapi lo malah enak-enakan tidur,"ucap Serly dengan sinis.
"Diam! lo siapa?"Lucas menatap tajam Serly yang duduk di depannya.
"Sudah, jangan bertengkar di depan makanan,"ketus oma Ratna.
Akhirnya semuanya diam, Lucas menyuapi Rania bergantian dengan dirinya. ia tidak membiarkan Rania mengambil makanan sendiri, jadi mereka berdua makan satu piring berdua.
Melihat adegan di depan matanya, Selera makan Serly tiba-tiba hilang, matanya menatap Rania dengan kemarahan yang sangat terlihat diraut wajahnya.
"Makan Ser, kenapa malah bengong?"oma Ratna melirik Serly sekilas.
"I..iya oma,"Serly terpaksa menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Lucas, gimana soal kerjaan buat Serly?"tanya oma Ratna.
"Gak tahu, kan kemarin Lucas sudah bilang. masalah kerjaan tanya Hendrik,"Lucas mengambil minum terus memberikannya pada sang istri.
"Lagi yang?"Lucas menatap Rania dengan lembut.
"Aku, sudah kenyang oma,"Serly menyimpan sendok dengan sedikit keras menimbulkan suara yang membuat semuanya kaget.
"Dasar, tidak punya sopan santun,"gumam oma Ratna. suaranya hampir tak terdengar karena sangat pelan.
Rasain wanita gila, sedikit demi sedikit kelakuan liar lo akan ketahuan, enak saja mau nikah sama gue. kelakuan kaya setan gitu.
"Luc, oma berangkat sama Serly duluan,"oma Ratna bangkit dari duduknya setelah meneguk air putih terlebih dulu. oma menyusul Serly yang sudah lebih dulu meninggalkan ruang makan.
"Sayang, kamu gak cegah oma?"tanya Rania.
"Buat apa, biarkan saja. tadi kan berangkatnya sama wanita gila itu,"jawab Lucas dengan santai.
Rania membereskan piring dari atas meja, lalu membawanya ke tempat pencucian.
"Sayang, nanti aku cari orang buat beres-beres,"Lucas membantu Rania membersihkan meja makan.
"Gak usah sayang, aku masih bisa kok,"Rania menolak, ia tidak terlalu sibuk jam kuliahnya masih santai.
"Kamu nurut aja ya,"Lucas tidak suka dibantah.
Setelah dirasa selesai, keduanya berangkat menuju kantor. awalnya Rania menolak, tapi mengingat Serly akan bekerja di kantor suaminya akhirnya Rania mengikuti ajakan suaminya buat ikut.
**Hai semuanya, gimana kabar kalian? aku baru berani baca komen lagi, semoga aku kuat baca komen yang bikin sesak ya, buat yang selalu dukung aku makasih banyak ya, aku sayang kalian🤗🤗😘 jangan lupa jaga kesehatan.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote nya juga ya**