Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 53


__ADS_3

Pagi-pagi sekali pintu kamar Lucas sudah diketuk dari luar, membuat dua sejoli yang sedang berpelukan di bawah selimut itu sedikit terganggu.


"Sayang, aku buka pintu dulu ya, kayanya itu suara mama,"Rania melepaskan tangan Lucas yang melingkar di atas perut ramping Rania.


"CK, biarkan ajalah, ngapain sih pagi-pagi ribut di rumah orang,"gerutu Lucas. bukan melepaskan tapi malah sebaliknya.


"Gak boleh gitu sayang. mungkin mama kangen sama kita, lepasin dulu ya,"bujuk Rania. dirinya seperti sedang membujuk anak kecil yang sedang manja.


"Dasar orang tua, tapi nanti peluk lagi ya,"Lucas memasang wajah sangat menggemaskan.


"Iya, sekarang lepas dulu,"ucap Rania.


Akhirnya walaupun tidak rela. Lucas melepaskan tubuh sang istri dari rengkuhannya.


Rania mengecup pipi suaminya sebelum turun dari atas tempat tidur, terus menuju pintu untuk melihat orang yang mengetuknya sedari tadi.


Harus ganti sandi kalau terus kaya gini, ngapain sih pagi-pagi udah rame di rumah orang.


Tangan Lucas mengusap pipi yang dicium Rania, ia juga bangkit dari atas tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Rania membuka pintu kamarnya, ia melihat kedua mertuanya sudah duduk manis di atas sofa ruang tamu.


"Ma,pa, maaf aku kesiangan,"Rania meraih tangan mertuanya lalu mencium punggung tangannya dengan takzim.


"Ga papa Ran, kamu pasti terganggu ya sama orang yang ngetuk pintu,"ucap pak Bambang. matanya melirik sang istri yang duduk di sampingnya.


"Papa, kan tadi yang nyuruh ngetuk tuh papa, kenapa jadi mama yang dituduh,"bu Renata mencubit paha suaminya.


Rania tersenyum melihat kedua mertuanya. tak senang melihat mertuanya selalu akur, meski kadang ada cekcok sedikit-sedikit. ia harus banyak belajar dari mertuanya mengenai rumah tangga.


"Aku cuci muka dulu ma, tadi belum sempat cuci muka hehehe..."Rania cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.


"Pantas aja, masih ada iler tuh dekat bibir,"bu Renata menggoda menantunya.


"Ah, mana ada kaya gitu ma, aku gak pernah ileran kalau tidur,"Rania meringis mendengar ucapan mertuanya.


Rania berpapasan sama Lucas ketika akan masuk ke dalam kamarnya.


"Mau kemana sayang?"kening Lucas mengerut melihat istrinya.


"Mau cuci muka, tadi lupa sayang,"kata Rania.


Lucas mangut-mangut, lalu melanjutkan langkahnya menghampiri orang tuanya.

__ADS_1


"Ma, tadi mama yang ngetuk-ngetuk pintu kamar aku?"Lucas terlihat garang menatap mamanya.


"Papa yang nyuruh. jangan natap mama kaya gitu dong,"bu Renata meringis melihat tatapan anaknya.


"Kenapa jadi papah sih!"pak Bambang mendengus karena jadi kambing hitam.


"CK, kalian sama aja, dasar suami istri,"gerutu Lucas sangat pelan.


"Ngomong apa kamu, bisik-bisik gitu?"tanya bu Renata.


"Enggak,itu...


"Aku bikin sarapan dulu ma, pa,"Rania langsung memotong ucapan Lucas.


"Mama bantuin sayang,"bu Renata bangkit menyusul Rania menuju dapur.


Lucas mengelus dadanya merasa terselamatkan sama istrinya.


"Ada yang mau papa bicarakan, tapi gak di sini,"pak Bambang melirik Lucas yang sedang mengusap dadanya.


"Soal apa pa?"tanya Lucas.


"Kita bicara di ruang kerja kamu.dimana tempatnya?"pak Bambang malah balik bertanya.


Pak Bambang mengamati ruang kerja Lucas, ruangan itu tidak terlalu luas tapi sangat nyaman, terdapat sofa sama rak yang sudah dipenuhi dengan buku-buku koleksi Lucas, satu meja kerja juga kursi yang menjadi tempat Lucas.


"Pa, kenapa malah keliling ruangan sih, katanya ada yang mau dibicarakan,"ucap Lucas.


"Ah iya, sampai lupa papa, ruangan kamu nyaman banget,"pak Bambang menjatuhkan bobotnya di samping Lucas.


"Malah bahas ruangan,"ketus Lucas, memang kalau bicara gak pernah disaring ya.


"Oma kamu mau pulang,"ucap pak Bambang.


"Ya pulang saja, kenapa harus repot pah?"ucap Lucas dengan santai.


"Kamu gak takut kalau oma gak nerima istri kamu? apalagi dia bilang kalau akan bawa cucu temennya,"papar pak Bambang. sebenarnya ia geregetan sama Lucas, bagaimana bisa masih terlihat tenang, sementara dirinya ketakutan.


"Takut kenapa? Rania itu istri aku, gak ada hubungannya sama oma, terus tadi papa bilang kalau oma mau bawa orang lain, ya terserah dia,"Lucas menatap dalam manik pak Bambang.


"Luc,masalahnya gak sesederhana yang kamu pikirkan, kamu tahu kan sifat oma itu seperti apa, pokonya papa ingetin supaya kamu lebih menjaga istri kamu!"tegas pak Bambang, dirinya ingin supaya ngerti.


"Iya, Lucas bakal jagain istri tercinta Lucas, papa tenang saja,"Lucas meyakinkan papanya.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti pulang ke rumah, katanya oma bakal sampai hari ini,"ucap pak Bambang.


"Oke, nanti aku bicarakan sama Rania,"Lucas mengacungkan jempolnya sama pak Bambang.


"Kayanya kamu sudah cinta mati sama istri kecil kamu itu,"pak Bambang menyeringai, ia bisa melihat kalau Lucas sudah benar-benar cinta sama Rania.


"Sebelum nikah juga udah cinta mati kali pah, tapi jangan bilang-bilang, ini rahasia nega loh!"ucap Lucas. sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya.


"Dasar, kegedean gengsi!"


"Aku lagi pusing masalah perusahaan pah, makanya gak mau terlalu mikirin oma,"ucap Lucas. wajahnya terlihat serius.


"Ada masalah?"pak Bambang langsung menatap Lucas.


"Iya, perusahaan pak Hendra menarik sahamnya,"papar Lucas.


"Kenapa, perasaan kerjasama kita baik-baik aja dari dulu, apa kamu buat salah?"


"Bukan, mana berani aku buat salah tentang pekerjaan pah, sekarang perusahaan pak Hendra dipegang anaknya, jadi serba salah,"jawab Lucas, wajahnya tiba-tiba terlihat lesu.


"Kenapa bisa seperti itu? apa ada masalah lain yang papa tidak tahu?"pak Bambang masih menatap intens wajah Lucas.


Akhirnya Lucas menceritakan semau nya tanpa terkecuali, pak Bambang mangut-mangut mendengar penjelasan Lucas, sesekali dirinya mengernyit sampai alisnya menyatu.


Suara ketukan mengehentikan obrolan keduanya, pak Bambang keluar diikuti Lucas di belakangnya.


"Udah ngobrolnya? kita sarapan dulu, mama sama Rania udah bikin makanan enak,"ucap bu Renata.


Pak Bambang mengikuti bu Renata yang berjalan di depannya, begitu juga Lucas yang berjalan dibelakang pak Bambang, sudah persis kek lagi main kereta-keretaan.


"Istri aku mana ma?"tanya Lucas. matanya melirik kanan kiri mencari istri kesayangan.


"Katanya mau mandi dulu, nanti ada kelas jam delapan,"jawab bu Renata.


"Ya udah, aku lihat Rania dulu mah, pah,"Lucas berlalu dari hadapan kedua orangtuanya.


Lucas berjalan memasuki kamarnya, ia tidak menemukan keberadaan istrinya. tapi ia mendengar suara air dari kamar mandi. ia mendekati pintu kamar mandi lalu memutar handle pintu ternyata tidak dikunci.


Dengan senang hati ia langsung masuk kedalam dimana istrinya itu sedang mandi.


Suara Rania langsung menjerit begitu menyadari kalau suaminya sudah telan....


**Hai jangan lupa like, komen, vote nya juga ya sayangku,

__ADS_1


Mulai masuk konflik ya, harap sabar semuanya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚**


__ADS_2