Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 33


__ADS_3

Lucas menatap Hendrik dengan tajam,ia sama sekali gak ingat kalau ia ada pertemuan sama kliennya itu.


"Kenapa gak bilang b***o,jam berapa?"Lucas memukul bahu Hendrik


"Loe pikun ya,kemarin gue bilang,masa lupa bos,"kata Hendrik


"Gue,gak ingat sama sekali,masih keburu kan?"tanya Lucas


"Masih,dia bilangnya jam sepuluh,sekarang masih jam sembilan kan."jawab Hendrik


"Oke,dia yang datang ke perusahaan kan,atau ngajak di tempat lain?"tanya Lucas lagi


"Di perusahaan bos,kemarin dia datang sama anaknya."Hendrik melirik sekilas bos sekaligus sahabatnya itu


Lucas mangut-mangut mendengar ucapan Hendrik,setelah menempuh waktu empat puluh lima menit,mobil Lucas yang di kemudikan Hendrik akhirnya sampai di parkiran khusus petinggi perusahaan.Lucas lebih dulu keluar dari mobil,tanpa menunggu asistennya Lucas langsung memasuki lift khusus dirinya menuju lantai paling atas di mana ruangannya berada.


Lucas melirik ruangan sekertaris yang ada di dekat ruangannya,di sana sekertaris nya sedang fokus sama komputernya sampai tak menyadari kalau dirinya sudah berdiri di depan pintu masuk ruangan itu.


"Wina,kamu ke ruangan saya,bawa jadwal saya hari ini."setelah mengatakan itu Lucas langsung berjalan menuju ruangannya


Wina langsung berdiri begitu mendengar suara bosnya yang tiba-tiba datang.buru-buru ia mengambil catatan kegiatan bosnya hari ini,lalu menyusul Lucas yang sudah masuk ruangannya.


Setelah mengetuk pintu Wina masuk ruangan Lucas,ia berdiri di depan meja kerja Lucas


"Jadi,apa saja jadwal saya,hari ini?tanya Lucas


"Awalnya,bapak ada meeting jam sembilan,tapi saya ajukan jadi sehabis makan siang,jam sepuluh ada pertemuan sama pak Hendra.itu saja untuk hari ini pak."Wina menjelaskan agenda Lucas

__ADS_1


"Berkas,yang harus saya periksa sudah di sini semua kan?"tanya Lucas


"Belum pak,sebagian masih sama pak Hendrik."jawab sekertaris Wina


"Kamu,boleh kembali ke tempat kamu,"ucap Lucas


Ya ampun punya bos sombong banget,boro-boro jadi pacarnya,di lirik aja gak pernah,apa dia gak suka wanita,padahal gue udah dandan cetar mengalahkan bintang dangdut.


"Kenapa masih di sini?"Lucas mengalihkan pandangannya dari tumpukan kertas di depannya,ia melihat sekertaris nya yang sedang menatapnya tanpa berkedip


"Oh,maaf pak,saya keluar sekarang,"ucapan Lucas membuyarkan lamunan Wina,ia bergegas keluar ruangan bosnya sebelum kena semprot


"Ada-ada saja!"Lucas mengedikkan bahunya,ia kembali fokus sama berkas-berkasnya


Lucas kembali tenggelam pada kerjaannya,sampai waktu satu jam tidak terasa.


"Bos,pak Hendra sudah datang,"Hendrik masuk ruangannya


"Dia bilangnya mau di ruangan loe,dia juga gak sendiri bos,"kata Hendrik


Lucas menatap Hendrik,lalu berdiri dari kursi kebesarannya mendekati Hendrik yang sedang berdiri di depan mejanya.


"Kenapa,gak di ruang meeting,mau bahas kerjaan kan?"kening Lucas mengerut mendengar ucapan Hendrik


"Ya gue...


"Maaf pak,pak Hendra sudah ada di luar."ucapan Hendrik terpotong karena tiba-tiba masuk

__ADS_1


"Ya,sudah persilahkan masuk!"ucap Lucas


Pak Hendra masuk ke ruangan Lucas di belakangnya seorang wanita cantik,berbadan kurus,tinggi,langsing mengikutinya.seperti yang di katakan Hendrik kalau pak Hendra datang bersama seorang wanita.tapi itu sama sekali tak penting bagi Lucas.


"Selamat datang pak,maaf kemarin saya tidak datang ke perusahaan,saya tidak tahu kalau bapak akan datang,"Lucas menjabat tangan pak Hendra.lalu mempersilahkan duduk


"Tidak apa-apa,itu salah saya,karena tidak mengabari dulu,oh ya kenalkan,ini Alinda anak saya,"pak Hendra memperkenalkan wanita yang duduk di sampingnya


Mereka berempat duduk di sofa yang ada di ruangan Lucas,Lucas duduk berdampingan sama Hendrik sedangkan di depannya pak Hendra sama Alinda.


"Jadi,apa ada masalah sama kerja sama kita sampai bapak repot-repot datang ke perusahaan saya,saya tahu bapak orang sibuk,padahal kalau ada sesuatu saya bisa datang ke perusahaan bapak,"tanya Lucas


"Ah,pak Lucas bisa saja,yang ada pasti pak Lucas lebih sibuk,perusahaan anda kan beberapa tingkat di atas perusahaan saya,anda benar-benar anak muda yang sukses."pak Hendra menyanjung Lucas,di sampingnya sang putri menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan ayahnya


"Anda terlalu memuji,justru saya banyak belajar dari anda pak,"kata Lucas


"Saya berkata dengan kenyataan,anda terlalu merendah,sampai-sampai anak saya selalu bertanya tentang anda,"pak Hendra terkekeh melirik anaknya yang terlihat salah tingkah


"Bertanya soal saya,apa putri anda tahu saya?"Lucas mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan orang di depannya itu


"Saya,dulu junior anda di kampus pak,mungkin pak Lucas tak mengenali saya,tapi saya sangat tahu pak Lucas yang jadi idola semua mahasiswi,"Alinda menyahuti obrolan Lucas sama ayahnya


"Anda terlalu memuji nona Alinda,saya tidak sepopuler itu."ucap Lucas


Hendrik cuma diam,ia merasa bukan tempatnya untuk ikut bicara,apalagi dirinya tak tahu gimana Lucas saat Kuliah.karena dirinya sama Lucas kuliah di kampus yang berbeda.


"Perusahaan kita sudah lama bekerja sama,akan lebih baik kalau kita mempererat dengan tali keluarga,bagai mana menurut anda?"tanya pak Hendra ambigu

__ADS_1


"Maksud anda,saya tidak mengerti?"


Maaf sedikit,yang penting update ya sayangku,jangan lupa like,komen,vote nya🤗😘😘


__ADS_2