Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 46


__ADS_3

"Iya, dari tadi mama bantuin mbak beres-beres , terus nata barang -barang kamu,"ucap bu Renta.


"Makasih ma, harusnya mama nunggu aku aja, biar aku yang beres-beres,"Rania merasa tak enak mendengar kalau mama mertuanya yang membereskan barang-barangnya.


"Gak papa, mama lagi senggang ko, tadi juga kan mama cuma bantuin mba Yanti,"bu Renata menatap menantunya yang duduk di depannya.


"Euh, sekarang mbaknya mana ma?"Rania celingukan melihat sekeliling.


"Udah pulang sama sopir yang nganterin barang tadi. nanti mama cariin yang bantu-bantu di sini, lagian kenapa harus pindah sih, rumah mama kan besar Luc, jadi sepi nanti,"raut wajah bu Renata terlihat sendu, karena tinggal terpisah sama anak dan menantu kesayangannya.


"Biarin aja mah, kita masih bisa kesini kan, Lucas sudah bahas hal ini kan kemarin,"pak Bambang mengusap punggung istrinya.


"Iya ma, papa bener, mama bisa datang ke sini atau kita yang ke sana,"Lucas menyahuti ucapan papanya.


"Tapi mama jadi jauh kalau mau ketemu mantu mama,"kata bu Renata.


"Sekarang mama lebih sayang kamu daripada aku,"bisik Lucas di telinga istrinya.


"Apaan sih, aku buat minum dulu ma, pa,"Rania pamit sama mertuanya, lalu berdiri meninggalkan ruang tamu.


"Sayang, aku bantuin,"Lucas langsung menyusul istrinya.


"Pah, apa kita kelewatan sesuatu,"tanya bu Renata, ia heran dengan perubahan anak sama menantunya.


"Kelewatan apa ma, papa gak merasa ah,"pak Bambang melirik sang istri yang duduk di sampingnya.


"Tadi anak kita manggil istrinya dengan sebutan sayang, terus sejak kapan Lucas mau masuk dapur,"jelas bu Renata.


"Ya bagus dong, itu artinya mereka mulai akur, jadi kita tidak perlu mengintip lagi, papa takut ketahuan ma, kalau mama gak ngancam gak akan ngasih jatah, papa gak mau ngintip mereka,"ejek pak Bambang.


"Ah papa, jangan ngomong gitu dong, mama malu, waktu itu mama penasaran banget kan jadi ngajak papa buat ngintip, ternyata....


flashback


"Pah, jangan tidur dulu dong, temenin mama ke atas dulu,"bu Renata mengguncang tubuh suaminya yang akan terlelap.


"Ma, papa ngantuk, ngapain ke atas emangnya, biasanya juga sendiri, kenapa sekarang minta di temenin?"pak Bambang terpaksa membuka matanya kembali.


"Pah, sekarang mama mau di temenin sama papa, ada misi penting, pokonya papa harus bangun, kalau enggak, tidak ada jatah dua bulan,"tegas bu Renata.

__ADS_1


Mendengar ucapan istrinya, pak Bambang langsung bangun, lalu menyusul sang istri yang sudah menuju pintu.


"Ma, tungguin papa dong, misi apaan sih, aneh-aneh saja,"pak Bambang menyusul bu Renata sambil menggerutu.


Langkah bu Renata sangat pelan tanpa menimbulkan suara, bahkan sesekali mengendap-ngendap, ia persisi seperti maling yang takut ketahuan yang punya rumah, melihat kelakuan istrinya, pak Bambang pun mengikutinya.


"Pa, mama mau ngintip ke dalam kamar anak-anak, jangan berisik ya,"bu Renata berbalik menatap suaminya sambil menempelkan ibu jarinya di atas bibir.


Pak Bambang mengangguk, ia benar-benar menurut sama istri tercinta, karena takut tak di beri jatah.


Bu Renata membuka pintu kamar Lucas sangat pelan, suasana di dalam kamar itu sedikit gelap karena cuma lampu tidur yang menerangi, itu pun cuma di samping kiri tempat tidur.


Bu Renata memperhatikan tempat tidur Lucas yang kosong, tanpa ada Lucas atau Rania.


kemana mereka nih, jangan-jangan tidur di kamar mandi atau di balkon.


Bu Renata tak leluasa melihat ke dalam kamar karena takut ketahuan, setelah beberapa saat bu Renata hampir mengeluarkan suara karena melihat Lucas menggendong Rania ke atas tempat tidur, dengan hati-hati Lucas menaruh Rania di atas tempat tidur lalu menyelimutinya, bu Renata berpikir udah selesai, tapi matanya menangkap pemandangan yang sangat membuatnya ingin ketawa, Lucas mencium kening sama pipi Rania.


"Pa, yu ah sekarang kita balik ke kamar kita,"bu Renata tersenyum mengingat kejadian yang baru saja ia lihat.


"Ngintipnya udah mah, terus mama lihat apa?"pak Bambang bertanya, meskipun matanya sudah sangat mengantuk tapi ia merasa penasaran.


"Sudah, sekarang kita tidur aja pah, mama sudah tenang,"bu Renata menarik tangan suaminya menuruni anak tangga.


"Lancar, hayu lah sekarang gas papa,"bu Renata berjalan dengan cepat sambil masih menarik tangan suaminya.


"Pelan-pelan ma, nanti papa jatuh,"pak Bambang mempercepat langkahnya karena bu Rena menariknya.


"Gak jadi minta jatah pah?"bu Renata menghentikan langkahnya tiba-tiba.


"Jadi lah, ngantuk papa udah hilang gara-gara dengar jatah lancar,"pak Bambang langsung membopong tubuh istrinya masuk kedalam kamar.


Akhirnya, malam itu pak Bambang sama bu Renata menikmati malam yang panas, mengalahkan pengantin yang tidak melakukan apa-apa, kecuali tidur satu ranjang, itupun karena Lucas yang memindahkan istrinya dari sofa.


flashback off


"Emang malam itu mama lihat apa sih, papa ingat waktu sudah ngintip, mama senyum-senyum, terus ngasih jatah sama papa, sampai dini hari gak kaya biasanya,"tanya pak Bambang.


"Malam itu mama lihat....

__ADS_1


"Lihat apa ma?"tiba-tiba Lucas memotong ucapan bu Renata.


"Ah itu, mama lihat papa gak pakai baju, iya mama lihat itu,"ucap bu Renata gelagapan.


"Maksudnya apa ma?kening Rania mengerut mendengar ucapan mamanya.


"Enggak, itu mama sama papa, pulang dulu ya, udah malam, besok ke sini lagi,"bu Renata menarik tangan suaminya untuk diajak pulang.


"Kita pulang sekarang ma?"paka Bambang menatap sang istri yang tiba-tiba jadi aneh.


"Iya, sudah malam pah, besok kita kesini lagi,"bisik bu Renata.


"Kita pulang dulu ya, kalian baik-baik, jangan berantem ya,"setelah mengatakan itu bu Renata menutup pintu apartemen Lucas.


"Mama, kenapa sih?"tanya Rania.


Lucas mengedikkan bahunya, dirinya pun tak tahu penyebab mamanya jadi aneh.


"Sayang, aku mau lihat-lihat dong, barang aku da yang ketinggalan enggak,"Rania berjalan meneliti apartemen mewah itu dengan seksama.


"Boleh, yu mau lihat sebelah mana dulu?Lucas menautkan jarinya pada jari Rania.


"Terserah kamu, dari mana pun boleh,"Rania sudah mulai terbiasa dengan perbuatan suaminya.


"Kamar tidur aja aya, sekalian lihat barang-barangnya,"Lucas membawa Rania menuju kamar yang akan mereka tempati.


Rania mengikuti suaminya, Lucas membuka pintu kamar, Rania begitu takjub melihat kamar itu, ranjang berukuran king size, juga lemari yang sangat besar berada di samping tempat tidur di tambah beberapa hiasan mahal lainnya membuat kamar itu terlihat elegan.


"Ini kamar siapa?"Rania berjalan sambil matanya melirik kanan kiri.


"Kamar siapa?"Lucas mengulang ucapan Rania.


"Iya, kenapa malah balik tanya?Rania berbalik melihat Lucas.


"Ini kamar kita sayang, kenapa tanya gitu sih,"Lucas berjalan supaya lebih dekat sama Rania.


"Hah, jadi kita tidur satu kamar lagi?tanya Rania.


"Iya, kita mulai hari ini, belajar rumah tangga dengan benar, makanya aku sengaja bawa kamu pindah ke sini, supaya kita bisa memulai semuanya, kita mulai dari hal kecil-kecil dulu ya,"Lucas menarik Rania dalam pelukannya.

__ADS_1


**Hey, aku up nya malam terus ya, aku lagi ada tugas di sebelah, terima kasih buat yang selalu nunggu cerita receh aku, aku sayang kalian, buat yang nanya kenapa putus2 ya kan ini cerbung (cerita bersambung,novel ) kalau langsung tamat namanya cerpen.


like, komen, vote nya jangan lupa ya🤗😘😘**


__ADS_2