
Waktu sudah menunjukan pukul lima sore, itu saatnya sudah waktunya pulang, Lucas siap-siap untuk pulang, apalagi ia berniat singgah ke tempat orang tuanya dulu. setelah semuanya selesai, ia menyambar kunci mobil sama ponsel yang berada di atas meja kerjanya.
Suasana kantor sudah agak sepi, mungkin banyak karyawan yang sudah pada pulang, cuma masih ada beberapa orang yang mungkin belum menyelesaikan kerjaannya selain para pekerja kebersihan.
Ketiak keluar dari lift, beberapa orang yang berpapasan dengan dirinya menyapa dengan sopan. Lucas membalas dengan senyum tanpa mengeluarkan kata-kata.
Ponselnya berdering bersamaan dengan dirinya membuka pintu mobil, setelah duduk di belakang kemudi Lucas mengambil ponselnya dari saku jas yang ia kenakan.
"Kenapa sayang?"
"Udah, pulang belum?"
"Belum, baru mau ke rumah mama, kenapa, mau ikut?"
"Nggak, jangan lupa ayam bakar ya, aku udah ngebayangin dari tadi,"
"Ya Ampun, kenapa gak minta dibikinin sama bibi aja sayang?"
"Rasanya beda, udah ya, kamu cepetan ke rumah mamanya, jangan lupa ayam bakarnya,"
"Iya, siap tuan putri, tapi udah makan tadi siang?"
"Belum, tapi tadi aku makan buah yang,"
"Makan dulu, baru aku beliin ayam bakarnya,"
"Nggak, aku mau makan sama ayam bakar sayang,"
"Ya udah, aku ke rumah mama sekarang ya, i love you,"
"Iya, hati-hati salam buat mama, i love you to,"
Lucas menyimpan ponselnya di kuris sampingnya, setelah itu ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan area kantor. jalanan masih lumayan padat, beberapa kali ia mengumpat karena padatnya jalanan sehingga ia jadi lama untuk sampai ke rumah orang tuanya.
Setelah menempuh waktu yang sedikit lama karena drama jalanan ibu kota, akhirnya ia sampai di rumah orang tuanya. pak Mono bergegas membuka gerbang ketika melihat mobil putra majikannya datang.
"Selamat sore den, lama gak ke sini ya?"sapa pak Mono.
"Sore pak, lagi sibuk sekarang pak, saya masuk dulu pak"ucap Lucas.
"Iya den, silahkan!"
Lucas masuk ke dalam rumah, begitu masuk suasana sangat sepi tak ada orang di depan, ia langsung menuju kamar mamanya sebagai tujuan utama datang ke sana.
__ADS_1
Setelah mengetuk pintu kamar, Lucas langsung masuk mamanya terlihat sedang duduk di atas sofa sambil menonton drama yang sering istrinya tonton.
"Kaya anak muda aja nonton drama kaya gitu ma,"ucap Lucas.
"Eh, kirain bukan kamu Luc, istri kamu mana?"bu Renata terlihat celingukan mencari menantu kesayangannya.
"Gak ikut ma, aku dari kantor langsung ke sini,"jelas Lucas.
"Tumben, kasian istri kamu di rumah,"
"Aku udah ajak, tapi katanya gak mau ikut, soalnya aku langsung dari kantor, papa ke mana ma?"
"Belum pulang, katanya masih ada urusan di luar kota,"
Lucas menatap wajah mamanya, ia ingin mencari kebenaran kalau papanya selingkuh, pasti ada terlihat kesedihan pada mata mamanya.
"Papa gak macam-macam kan ma?"tanyanya.
"Maksud kamu apa sih, mama gak ngerti?"
"Rania bilang, mama ketemu sama selingkuhan papa waktu di mall, benar?"
"Hah! kapan, mama gak pernah ketemu selingkuhan papa kamu,"bu Rena masih tak mengerti maksud ucapan anaknya.
"Jadi, papa benar selingkuh ma?"sentak Lucas.
"Istri aku, katanya waktu di mall, mama ketemu selingkuhan papa, soalnya mama langsung marah-marah gak jadi belanja,"jelas Lucas.
"Aduh, salah paham dia, padahal yang mama temuin di supermarket itu mantan kamu, Shela,"
Deg
Lucas kaget mendengar ucapan mamanya, mantannya kembali, terus udah ketemu sama istrinya, cuma istrinya salah paham.
"Kenapa diam, jangan bilang kamu bahagia perempuan gila itu sudah pulang ke tanah air,"ketus bu Renata.
"Ma, mama serius?"tanya Lucas.
"Serius, sebenarnya mama udah dua kali ketemu sama dia, cuma gak bilang aja, lagian menurut mama itu gak penting,"jawab bu Renata.
"Memang gak penting, cuma aku takut aja dia akan melakukan sesuatu sama Rania, aku tahu sifat dia ma, dulu dia rela melakukan apa-pun buat bisa jadian sama aku,"Lucas terlihat khawatir.
"Huh, kamu tenang saja, mama sama papa tidak akan tinggal diam, asal kamu jangan macam-macam, apalagi sampai meninggalkan istri sama anak kamu, mama akan pastikan kamu menderita jadi gelandangan!"ancam bu Renata. wajahnya terlihat serius.
__ADS_1
"Ma, perasaan aku buat dia sudah gak ada, dia cuma masa lalu yang udah aku buang jauh-jauh, masa sekarang serta masa depan aku cuma Rania dan anak-anak kita,"papar Lucas.
"Janji ya, kalau sampai kamu ingkar janji, kamu siap keluar dari kelurga kita, mama yang akan membesarkan anak kamu dan menanggung istri kamu, perusahaan akan mama tarik, pokoknya kamu akan mama miskin kan kalau sampai berkhianat!"Bu Renata kembali mengancam anak semata wayangnya itu.
"Iya, aku janji mama, aku akan setia sama mantu kesayangan mama, akan menjaga istri sama anak-anak aku!"ucap Lucas dengan lantang.
"Bagus, mama sudah merekam pembicaraan kita, kalau sampai kamu ingkar janji, tahu sendiri akibatnya,"
Bu Renata memperlihatkan ponselnya yang sedang merekam percakapan dirinya bersama sang anak.
"Ada-ada saja, lagian aku bukan pria bodoh yang akan tergoda sama bekas orang ma,"Lucas geleng-geleng kepala melihat tingkah mamanya, tapi ia bahagia karena bu Renata sangat menyayangi istrinya.
"Maksud kamu apa? apa selama ini kamu sudah menyelidiki mantan pacar kamu itu?"tanya bu Renata.
"Iyalah, makanya dari dulu perasaan aku buat dia itu udah hilang tak tersisa, udah lah, gak usah bahas dia lagi,"jelas Lucas.
"Tapi, kenapa istri kamu bisa mikir kalau papa punya selingkuhan?"
"Soalnya mama langsung marah-marah, terus katanya dia dengar wanita itu bilang perasaannya masih sama dari dulu, tapi katanya gak jelas soalnya udah gak fokus karena wangi Roti O ma,"papar Lucas.
Mendengar itu bu Renata tertawa tapi juga merasa bersalah sama menantunya itu, gara-gara dirinya marah-marah sama Shela jadi tak membeli kemauan Rania.
"Kasian banget, apa dia ngidam Luc?"
"Nggak, dia tidak pernah ngidam ma, kalau ditanya ngidam jawabnya nggak, lagi mau aja,"
"Lucu istri kamu itu, kalau wanita lain pasti anak jadi alasan kalau mau sesuatu, tapi dia beda, ngaku sendiri,"
"Eh, mama minta tolong sama mbak dong, beliin ayam bakar yang di depan itu, tadi dia minta dibawain ayam bakar,"seru Lucas.
"Mama bikin aja, kamu tunggu bentar ya,"kata bu Renata, ia sudah bangun dari duduknya.
"Jangan, kalau mama bikin bakal lama, aku gak tenang kalau ninggalin dia lama,"ucap Lucas.
"Ya sudah, mama minta Nadia buat beli yang di sebarang,"bu Renata menatap Lucas sebentar.
Lucas ikut keluar dari kamar mamanya, ia langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya, ia berniat mandi dulu sebelum pulang ke rumahnya.
Lucas berjalan sambil bermain ponsel, ia mengirimkan pesan sama istrinya kalau ia sedang di rumah mamanya, karena tak fokus ketika akan masuk ke dalam kamar, Lucas bertubrukan sama Nadia yang baru keluar dari kamarnya.
"Maaf, tuan, saya tidak melihat tadi,"ucap Nadia.
Lucas melirik sebentar sama Nadia, tanpa membalas ucapan Nadia, ia langsung masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sombong banget sih, mentang-mentang saya cuma pembantu, gak ingat kalau istrinya juga seorang pembantu, awas nanti kalau naksir!
Nadia menggerutu sepanjang jalan menuju ke bawah, semua itu tak luput dari tatapan bu Renata yang sedang mencarinya untuk minta membelikan ayam bakar pesanan menantunya.