Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 126


__ADS_3

Tok Tok Tok


Firda mengetuk ruangan Kevin, terdengar suara sang empunya menyahut dari dalam, Kevin menyuruh masuk.


"Permisi pak!"ucap Firda dengan sopan.


"Ya, silahkan duduk Firda,"Kevin bicara tanpa melihat ke arah Firda.


Firda menjatuhkan bokongnya di atas kursi yang berhadapan sama kursi yang sedang Kevin duduki.


Beberapa menit berlalu. Firda sudah gelisah karena Kevin tak kunjung bicara, dia malah terlihat sibuk dengan tumpukan kertas tugas mahasiswanya.


"Pak, sebenarnya ada perlu apa ya, bapak manggil saya ke sini?"tanya Firda hati-hati.


"Eh, maaf, saya terlalu fokus tadi, sebenarnya tidak ada yang penting sih, saya cuma mau nanya kabar Rania bagaimana ya?"Kevin mengangkat wajahnya dari tumpukan kertas-kertas di depannya.


Nih orang sakit ya, ngapain sih nanya-nanya istri orang. padahal dia sendiri sudah punya tunangan, mana kaya mak lampir lagi galak bet.


"Hai, kenapa malah bengong?"tanya Kevin.


"Oh, maaf pak, kabar Rania baik-baik aja pak, tumben bapak nanya tentang dia, ada apa ya?"tanya firda. ia balik nanya sama dosennya.


"Eum, apa rumah tangga dia bahagia, apa suaminya itu menyayangi Rania dengan baik?"Firda bukannya mendapatkan jawaban, melainkan pertanyaan lagi.


"Oh, kalau itu bapak tidak usah khawatir, suaminya itu sangat menyayangi Rania, mertuanya juga, jadi pak Kevin tenang saja, mending bapak jagain tunangan bapak saja,"jelas Firda.


"Hmmm apa dia tak ada niat untuk bercerai?"tanyanya lagi.


"Astaga bapak! ngomongnya gitu banget!"sentak Firda. ia tidak menyangka kalau Kevin seorang dosen muda berpikiran seperti itu.


"Maaf maaf, saya cuma sedang kesal saja, disaat semuanya sudah tak mungkin, orang tua saya malah memberikan restu untuk saya dan Rania, tapi kenapa tidak dari dulu, saat Rania masih single,"tuturnya. wajahnya terlihat sangat frustasi.


"Maksud bapak, sekarang orang tua bapak memperbolehkan anda sama Rania?"tanya Firda. Kevin mengangguk wajahnya terlihat sendu.


"Tapi, bagaimana dengan mak lampir, upss,"Firda langsung menutup mulutnya.


"Maksud kamu Violla?"

__ADS_1


"Iya, bener pak, maaf tadi keceplosan,"Firda menunduk.


"Tak apa, saya mengerti kok, emang pantas dia dipanggil begitu. dari dulu saya tidak pernah menyukainya, apalagi sekarang kelakuannya bertambah buruk karen bergaul sama orang yang salah,"tutur Kevin.


"Eum, semoga bapak mendapatkan wanita yang baik, eh tapi tadi aku dengar dia masih manggil sayang, berarti pertunangan kalian masih akan berlanjut ke jenjang yang lebih seriuskah pak?"


"Justru itu, orang tua saya akan memutuskan hubungan kami kalau aku bawa pacar ke rumah, makanya mama nanyain Rania, karena beliau sudah tau dari dulu kalau aku suka sama Rania,"papar Kevin.


"Ya, sekarang bapak tinggal bawa perempuan yang bapak suka, tapi bukan Rania, karena gak mungkin, apalagi sekarang lagi hamil besar,"


"Nah, itu maksud saya manggil kamu ke sini, jadi saya mau minta tolong sama kamu,"ucap Kevin ambigu.


"Maksudnya, minta tolong sama saya buat bicara sama Rania gitu, ngga ah pak, takut saya sama suaminya, kak Lucas itu pencemburu berat, istrinya ditatap laki-laki lain aja pasti marah,"ujar Firda panjang lebar.


"Bu...bukan , maksud saya, kamu mau gak pura-pura jadi pacar saya, nanti saya kenalin sama orang tua saya sebagai pacar, biar saya bisa cepat putus dari Violla, saya benar-benar sudah muak sama dia,"


"Maksud bapak apa?"tanya Firda. ia merasa tak terlalu mengerti sama ucapan dosennya itu.


"Begini, jadi kamu saya ajak ke rumah orang tua saya, nanti akan aku kenalkan sama mereka kalau kamu itu pacar saya, karena tidak mungkin kalau saya bawa Rania kan, ya kita pura-pura pacaran supaya saya bisa lepas dari Violla,"Kevin menatap wajah Firda. ia bisa melihat permohonan di wajah Kevin.


"Kenapa? apa kamu sudah punya pacar?"tanya Kevin.


"Belum, tapi saya tidak bisa pak, maaf,"sahut Firda.


"Saya mohon, kamu tidak harus menjawab sekarang. saya akan menunggu,"Kevin memegang tangan Firda.


Firda segera menarik tangannya, ia tersentak kaget karena Kevin memegang tangannya.


"Kalau tidak ada lagi yang akan disampaikan, saya permisi dulu pak, soalnya saya masih ada urusan,"ucap Firda.


"Oh iya, silahkan, tapi saya mohon pertimbangkan ucapan saya tadi, kalau sudah ada jawaban kamu tinggal datang ke sini ya, saya sangat berharap kamu mau, karena saya sudah benar-benar tidak tahan dengan Violla,"ucap Kevin panjang lebar.


Firda menunduk, ia tak tau harus bicara apalagi, setelah itu ia langsung keluar dari ruangan Kevin.


"Heh, lo habis menggoda calon suami gue ya?"bentak Violla tiba-tiba. Firda menatap wajah Violla yang terlihat murka.


"Hellow, siapa juga yang menggoda calon laki orang, ada juga elo yang ganggu suami orang, sampai-sampai meminta orang tua buat memisahkan rumah tangga orang lain, dasar pelakor!"bisik Firda.

__ADS_1


"Kalau bicara dijaga ya, siapa juga yang rebut suami orang, mimpi ya anda, saya itu orang kaya, cantik, pasti gak susah cuma buat mendapatkan laki-laki manapun,"ucap Violla dengan percaya diri.


"Heh nona, anda lupa sama apa yang dilakukan pada suami temen saya Rania, jadi jangan macam-macam, saya punya buktinya kalau anda berniat merebut suami orang,"


Setelah mengatakan kata-kata itu, Firda langsung pergi dari hadapan Violla, bukannya ia takut, tapi sangat malas untuk berhadapan dengan wanita seperti Violla.


Ada-ada saja, lagian gak akan pernah saya menggoda calon suami orang, nambah-nambah masalah aja, gak tau kalau lagi pusing.


Setelah sedikit adu mulut sama Violla. Firda segera menuju ruangan Burhan, ia yakin kalau akan diminta membayar uang semester.


*****


Rania duduk di samping Lucas yang sedang menatap layar laptopnya, ia tidak ke kantor selain karena kesiangan Lucas juga masih capek karena kegiatan kemarin.


"Minum dulu kopinya sayang, kamu jangan terlalu capek dong, tuh mas Hendrik juga tidur lagi setelah makan tadi,"Rania menyimpan secangkir kopi di depan Lucas.


"Iya sayang, ini sedikit lagi,"sahut Lucas. matanya tetap fokus pada layar laptop.


"Gimana kemarin belanjanya, aku lihat ada banyak barang-barang baby di kamar mama tadi,"


"Ya, itu semua mama yang beli, baru sedikit sih, kata mama nanti aku belanja lagi sama kamu,"jelas Rania.


"Iya, nanti kalau weekend ya, kita belanja buat baby-nya,"


"Oke, eh sayang kamu tau gak?"


"Nggak, kan kamu belum cerita yang,"


"Kan kemarin selesai belanja untuk baby, mama ngajak aku buat belanja buat aku sama mama juga, tapi gak jadi,"


"Kenapa? uangnya gak cukup?"tanya Lucas. ia menutup laptopnya, lalu berbalik menghadap sang istri.


"Bukan, soalnya mama ketemu sama selingkuhan papa, terus mama marah-marah gitu, bicaranya jutek, terus ngajak pulang gak jadi deh belanjanya,"


"Hah, selingkuhan papa?"


Makasih buat yang udah like juga komen, aku semangat kan nulisnya kalau ada yang komen, tetep jaga kesehatan ya semuanya❤❤

__ADS_1


__ADS_2