
Kedua perempuan itu berjalan meninggalkan kantin setelah kenyang, apalagi Firda yang sudah menghabiskan makanan dengan sangat banyak.
"Ran, mau langsung pulang atau gimana? kayanya sopir kamu belum datang,"Firda menoleh kanan kiri.
"Aku, mau naik taksi aja Firda, biasanya kan aku pulangnya jam dua, mungkin pak Maman ngiranya gitu,"kata Rania.
"Mau, aku naterin sekalian gak? tuh sopir aku udah datang,"Firda menunjuk mobil yang baru datang.
"Enggak, tujuan kita berlawanan arahkan Fir, kamu pulang aja,"ucap Rania.
"Gak papa?"Firda menatap Rania.
"Enggak, udah sana, kasian sopir kamu nungguin,"Rania mendorong bahu Firda pelan menuju mobilnya.
"Aku, kasian sama kamu. aku pesankan taksi aja ya, biar aku yang bayar,"Firda mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
"Eh, gak usah, aku bisa pesan sendiri Firda,"Rania mengambil ponsel Firda.
"Ga papa, aku lagi baik loh sama kamu,"ucap Firda.
"Gak usah, aku udah pesan kok tinggal nunggu,"Rania memasukan ponsel Firda ke dalam tas sahabatnya itu.
"Ya, udah kalau gak mau, berarti uang aku aman hahaha,"Firda tertawa keras. sementara Rania cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah Firda.
Akhirnya taksi yang ia pesan sudah datang di depannya, Rania bergegas masuk menuju kantor suaminya tanpa memberitahu terlebih dulu.
Jalanan lumayan padat karena bertepatan dengan waktu makan siang, dimana banyak karyawan atau pekerja lain mencari makan untuk mengisi perutnya.
Akhirnya taksi berhenti tepat di depan gedung pencakar langit tempat ratusan orang bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Selamat siang ibu,"sapa penjaga keamanan yang sudah mengenal dirinya. Rania tersenyum ramah pada siapapun yang berpapasan dengannya.
"Selamat siang bu Rania,"resepsionis yang dulu meremehkannya sekarang sangat ramah setelah mengetahui kalau perempuan cantik itu istri bosnya.
"Siang juga mba, suami aku ada kan?"tanya Rania.
"Ada, saha gak lihat beliau keluar bu,"jawabnya.
"Jangan panggil ibu, aku udah sering bilangkan mba,"ucap Rania.
"Maaf, ibu kan istri pak Lucas, jadi, saya harus sopan, daripada kena masalah,"kedua wanita itu kompak menyahut ucapan Rania.
"Terserah mba, aku ke atas dulu ya, selamat bekerja semangat,"Rania mengepalkan tangannya ke atas menyemangati karyawan suaminya.
Rania menekan tombol lift menuju ruangan suaminya. ia keluar dari lift setelah pintunya terbuka tepat di lantai yang ia tuju.
Dengan riang Rania melangkahkan kakinya menuju ruangan Lucas senyum indah tak lepas dari bibir mungilnya, setelah beberapa hari dirinya tak bisa datang ke kantor suaminya karena jadwal kuliahnya yang lumayan padat, sekarang dia akan memberi kejutan sama Lucas. tangannya memutar pegangan pintu lalu memutarnya dengan keras sampai pintu itu terbuka lebar.
Dua orang yang sedang berpelukan di dalam ruangan itu terlihat kaget dengan kedatangan Rania yang mendadak.
"Sa-sayang,"Lucas terbata melihat Rania mematung di depannya.
__ADS_1
Sabar, Rania kalau kamu lari, terus nangis nenek gayung itu pasti akan senang karena merasa menang, sekarang jangan tunjukan kalau kamu sedih. ayo kaki maju jangan mundur.
"Kalian ngapain?"Rania maju beberapa langkah mendekati Lucas sama Serly.
"Heh, loe gak lihat kalau kita lagi pelukan, gak punya mata ya,"Serly menyeringai pada Rania.
"Sayang, jagan percaya, tadi dia nyamperin aku, terus rambutnya nyangkut. tuh lihat,"Lucas menatap Rania, ia takut kalau istri kesayangannya itu mempercayai ucapan Serly.
"Tante, kenapa sih gak nyadar-nyadar, suami aku itu gak tertarik sama perempuan tua, mending tante pdkt sama pak Mardi deh, katanya dia baru dua bulan jadi duda, kalian pasti serasi deh,"Rania tersenyum manis sama Serly yang wajahnya sudah merah padam mendengar ucapan Rania.
"Dasar pembantu kampungan, satpam jelek itu pantasnya sama elo yang miskin!"bentak Serly, matanya nyalang menatap Rania yang terlihat santai.
"Diam, jangan pernah bentak istri gue,"Lucas membentak Serly yang masih memeluknya.
Dengan gerakan cepat Rania langsung memotong rambut Serly yang tersangkut di atas kancing kemeja suaminya.
"Waw, aku salah tante, potongnya terlalu panjang ya,"Rania mengangkat rambut Serly yang baru saja ia gunting.
"Kurang ajar, dasar gak punya sopan santun,"tangan Serly terangkat hendak menampar pipi Rania.
"Sekali aja tangan jelek loe nyentuh kulit istri gue, jangan harap masih bisa melihat matahari besok pagi,"Lucas menepis tangan Serly.
"Kalian lihat saja, gue akan balas semua perlakuan sekarang dengan berkali lipat,"Serly langsung keluar dari ruangan Lucas dengan emosi.
Sepeninggalnya Serly, Rania langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa. tangannya masih memegang gunting yang tadi ia gunakan untuk memotong rambut Serly.
"Sayang, makasih kamu sudah percaya sama aku,"Lucas duduk di samping Rania.
"Hah, maksudnya gimana sih? tadi aku sudah menjelaskan semuanya,"Lucas meraih tangan Rania.
"Huh, kalau aku gak datang. kamu pasti terus peluk-pelukan sama nenek gayung kan,"Rania merengut mengingat pemandangan waktu ia masuk ke dalam ruangan itu.
"Kamu, cemburu ya yang,"Lucas mendekatkan tubuhnya sama Rania.
"Enggak, aku cuma kesel aja. ini tuh di kantor, malah mesra-mesraan,"ketus Rania.
"Tapi, kalau sama kamu, sampai melakukan hub....
"Diam, jangan bahas itu, malu,"Rania langsung membekap mulut suaminya.
"Malu, sama siapa yang?"Lucas meraih jemari Rania yang membekap mulutnya lalau mengecupnya berkali-kali.
"Ya, malu sama...
Ucapan Rania terhenti ketika ponselnya berdering sangat nyaring. tangannya mengambil ponsel yang ia letakan di dalam tas.
"Siapa yang?"Lucas menatap Rania dari samping.
"Ibu ratu, ada apa ya?"Rania mengusap tombol hijau dilayar ponselnya.
"Hallo ibu ratu, kangen ya sama sama putri cantik kebanggaan negara,"ucap Rania.
__ADS_1
"Halo juga putri yang cantik, tapi lebih cantik yang melahirkannya,"
"Weuh, ngaku-ngaku, padahal iya. kabar ibu ratu bagai mana? tidak nikah lagi kan,"
"Ibu sehat Ran, kamu bagai mana kabarnya? kenapa jarang nelpon ibu, ibu khawatir, meskipun kamu sering bikin ibu kurang darah tapi ibu sayang sama kamu,"
"Dimana-mana bikin naik darah, aku emang istimewa karena bikin kurang darah ya bu ratu, maaf bu akhir-akhir ini Rania sibuk di kampus,"
"Walah, apa kamu bakal pakai kebaya, terus juga pakai topi yang talinya panjang menghalangi pemandangan itu Ran, ibu gak sabar lihat titisan ibu naik panggung,"
Lucas meringis mendengar obrolan ibu dan anak itu, ia bisa mendengar dengan jelas obrolan keduanya karena dirinya menempel pada sang istri.
"Belum, itu masih agak lama bu. sabar, nanti Rania ajak ibu naik panggung tapi sampai tangganya aja ya,"
"Iya, tapi ibu juga mau pakai topi yang talinya panjang ya,"
"Maksud ibu toga?"
"Malah toha, mang Toha mah aya didieu atuh tukang macul,"
"Astaga naga, bukan mang Toha yang tukang nyangkul, tapi toga, ibu ratu, toga,"
"Oh, iya itu, eh Ran, kemarin ada nak Kevin ke rumah nanyain kamu,"
"Kevin mana bu, ngapain nanyain aku?"
"*Kevin, cucunya nek Rosma, yang dulu sering nitipin surat buat kamu sama nek Rosma, tapi kata nek Rosma dia sudah jadi dosen terus ngajar di kampus gede katanya,"
Oh, jadi dosen baru itu bang Kevin, wajahnya banyak berubah sekarang, pantas aku kaya gak asing sama wajahnya.
"Halo, Ran, kamu masih hidupkan*?"
"Ah, iya, aku masih bernapas dengan baik ko bu, tenang saja, jangan panik,"
"Jadi, kamu sudah ketemu sama nak Kevin? dia tambah ganteng loh sekarang, tapi lebih ganteng mau ibu, pokonya tiada duanya lah mantu ibu itu,"
"Iya, aku sudah ketemu sama bang Kevin bu, sekarang dia jadi dosen baru aku di kampus, bener kata ibu, dia tambah ganteng,"
Mendengar ucapan Rania, Lucas yang dari tadi menyimak obrolan istri sama mertuanya langsung mencubit tangan Rania karena memuji laki-laki lain.
"Kamu harus menjelaskan semuanya,"bisik Lucas.
"Ran, jangan muji laki-laki lain, kamu sudah punya yang lebih ganteng, ingat, sekarang kamu sudah jadi seorang istri, surga kamu ada sama dia,"
"Iya, Rania tahu bu ratu, doakan rumah tangga Rania baik-baik aja, lagian cinta dan sayang Rania sekarang cuma buat Lucas,"
Lucas menahan senyum mendengar ucapan istrinya, perasaannya kembali berbunga-bunga begitu mendengar ungkapan istrinya.
Rania mengakhiri obrolannya dengan sang ibu, setelah mengobati kangen juga mendengar kalau ibu sama uwanya sehat-sehat saja.
Maaf typo bertebaran, jangan lupa like, komen, vote nya juga ya🤗🤗
__ADS_1