Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 17


__ADS_3

Selesai dari ruang kepala sekolah, bik Tuti langsung mencari Rania untuk di ajak pulang, tapi ia sama sekali tidak melihatnya, sebagian murid juga sudah pada pulang.


Mungkin Rania sudah pulang, mudah-mudahan ketemu di jalan.


Bik Tuti, langsung bergegas pulang, ia yakin kalau Rania pasti sudah pulang duluan, meskipun pikirannya tidak tenang gara-gara kejadian sejak Rania berangkat ke sekolah, ia yakin kalau Rania setiap hari mendapatkan hinaan dari teman-temannya, padahal apa salahnya, siapa-pun tidak mau harus jadi orang miskin, atau tidak punya orang tua.


Dari kejauhan bik Tuti melihat anak perempuan yang ia yakini kalau itu keponakannya, hatinya kembali sakit, melihat Rania di lempar pakai tanah yang kotor, pantas saja adiknya bilang kalau Rania selalu pulang dengan baju kotor, tapi sekalipun Rania tidak pernah bilang kalau ia selalu di ganggu teman-temannya, kata-kata menyakitkan terdengar kembali oleh bi Tuti.


"Anak miskin, ga punya ayah."mereka berteriak sambil melempar tanah pada Rania, bahkan ada yang sesekali mendorong anak malang itu.


Bik Tuti, berlari memeluk keponakan kesayangan nya, melihat bik Tuti datang lagi, anak-anak yang dari tadi mengganggu Rania, langsung berlari menjauh.


"Kenapa, kamu tidak melawan Ran? "Tanya bik Tuti.


Air matanya banjir membasahi pipi, melihat, mendengar semua dengan kepalanya sendiri, itu sangat menyakitkan.


"Aku tidak berani,apalagi yang mereka bilang kan benar wa."jawab Rania


"Ya udah, sekarang kita pulang ya,nanti kamu mandi di rumah. "bik Tuti menuntun tangan Rania berjalan menuju rumahnya


Sesampainya di rumah, bik Tuti langsung membawa Rania ke kamar mandi,ia berniat untuk membantu membersihkan badan Rania yang kotor akibat lemparan teman-temannya, tapi Rania menolak, ia sudah terbiasa melakukan sendiri, karena ibunya sibuk bekerja jadi buruh harian lepas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Uwa jangan bilang sama ibu ya, masalah tadi. "Rania duduk di depan bik Tuti.Rania sudah cantik dengan baju baru yang ia belikan.

__ADS_1


Bik Tuti menarik napas panjang, lalu menghembuskan dengan kasar, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran anak di depannya itu, bisa-bisanya ia menyimpan semua penderitaan nya, seorang diri.


"Kenapa ga pernah jujur sama ibu kamu Ran? "tanya bik Tuti


"Aku, tidak mau menambah beban ibu Wa, kasian ibu, seharian udah capek nyari uang buat aku, kalau di tambah aku bilang kejadian di sekolah, aku takut ibu akan sakit karena banyak pikiran. "Rania menunduk, ia meremas jari-jarinya yang saling bertautan.


Mendengar ucapan Rania, Bik Tuti terenyuh, Rania sudah dewasa sebelum waktunya, anak-anak lain pasti akan mengadu sama orang tuanya, tapi yang Rania lakukan tidak sama seperti anak pada umumnya, ia lebih suka menyimpan semuanya sendiri.


flashback off


"Mulai saat itu, saya menyuruh ibunya Rania buat buka warung, meskipun kecil, tapi bisa sambil menjaga Rania. "bik Tuti mengakhiri ceritanya


"Kasian banget bi, saya tidak menyangka kalau Rania pernah mengalami semua itu, yang saya lihat dia anaknya ceria, kelihatan tanpa beban sedikitpun. "bu Renata ikut sedih mendengar cerita kehidupan Rania


"Jadi, bibi tidak keberatan kan, dengan maksud saya, saya janji tidak akan memaksa, cuma kita coba saja bi, siap tahu mereka berjodoh. "bu Renata ngotot ingin menjodohkan Rania sama anak semata wayangnya.


"Iya, saya percaya sama ibu, nanti saya bakal saya bicarakan sama ibunya Rania."ucap bi Tuti


Mendengar persetujuan bik Tuti, bu Renata merasa senang, ia yakin kalau Lucas pasti akan berjodoh sama Rania.


Bik Tuti akhirnya sepakat dengan niat bu Renata,mereka mengakhiri obrolan nya karena sudah larut, apalagi besoknya bik Tuti akan pulang ke Bandung.


Sampai di kamarnya, bik Tuti terkejut karena Rania mengagetkannya.Rania memaksa untuk tidur sama bik Tuti,alasannya terakhiran sama Uwa,

__ADS_1


"Uwa, nanti aku titip ibu ya, bilangin sama ibu jangan nikah lagi. "ucap Rania


"Ngaco kamu, lagian siapa yang bakal mau sama emak-emak,udah alot, jadi tidak akan ada yang minat. "bik Tuti memasukan baju-bajunya ke dalam tas


"Ah ga gitu juga Wa, aku lihat di internet ada tuh bujangan yang menikah sama nenek-nenek,bisa aja kan nanti ada bujangan yang nyasar terus mau nikah sama ibu ratu. "Rania ikut membereskan barang-barang bik Tuti yang akan di bawa pulang


"Itu nenek-nenek nya tidak sadar umur, emang masih kuat melayani ***** bujangan yang masih kuat."ucap bik Tuti


"Ingat pesan Uwa ya Ran, baik-baik disini, tugas kamu cuma Den Lucas, untuk yang lainnya kamu cuma bantu Mbak,"ucap bik Tuti


"Wa, bisa ga sih tukeran tugas sama Mbak, aku mending masak sama yang lainnya daripada ngurus tuan Lucas."ucap Rania


"Emangnya,kalau berdekatan sama Den Lucas,kenapa?"tanya bik Tuti


"Dia itu galak Wa,nyebelin,suka marah-marah,salah sedikit hukum,salah lagi tambah hukuman."jawab Rania


"Jangan terlalu benci,nanti kalau jadi suka,malu kamu."ujar bik Tuti


"Tidak akan,mending aku sama yang baik,ganteng terus tajir dua belas turunan."ucap Rania sekenanya.


Mendengar ucapan Rania,bik Tuti hanya tersenyum geli.


**aku turutin ya,tadi yang minta double up,like,komennya di tunggu,selamat malam๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ**


__ADS_2