Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 93


__ADS_3

"Gak papa, bisa nanti belikan yang branded ya Oma,"Lucas menaik turunkan alisnya, menggoda Oma Ratna.


"Kamu, tenang saja, Oma pasti belikan yang terbaik buat cicit Oma,"ucap Oma Ratna.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Oma, Lucas tahu kalau ucapan Oma serius. meskipun dirinya bercanda.


Akhirnya mereka keluar dari toko pakaian bayi itu,.


"Jadi, sekarang kita kemana?"tanya Lucas.


"Belanja, kebutuhan kita, kamu mau kan sayang?"bu Renata bertanya sama Rania yang masih dirangkul Lucas.


"Terserah mama, aku ikut aja,"jawab Rania, sebenarnya ia belum terlalu butuh barang-barang pribadinya selama ini bu Rena lah yang selalu membelikannya, meskipun Lucas sudah melarang.


"Luc, mana dompet kamu?"bu Renata menengadahkan tangannya ke hadapan Lucas.


"Buat apa ma? mama gak bawa dompet?"Lucas mengernyit bingung, tapi tetap memberikan dompetnya.


"Bawa, tapi mama ada perlu sama dompet kamu,"ujar bu Renata, tangannya meraih dompet itu dari tangan Lucas.


"Hemm, masa istri pengusaha masih merampok dompet anaknya sih,"cibir Lucas.


"Nah, mama mau ambil ini doang, sekarang istri kamu udah gak kuliah kan, pasti bakal sering mama ajak jalan-jalan atau shopping!"bu Renata mengambil kartu Amerixan Express milik Lucas.


"Ma, aku udah punya kok, itu punya Lucas,"Rania menolak ketika bu Renata menyerahkan kartu hasil rampasannya ke atas tangan Rania.


"Gak papa, pakai aja sayang,"Lucas tersenyum pada Rania.


"Udah, harusnya kamu senang dikasih kartu sakti itu Ran,"ucap Oma Ratna, lalu terkekeh diakhirnya.


"Kartu sakti?"beo Rania.


"Iya, itu kartu sakti, papa aja gak punya kartu seperti itu,"ucap bu Renata.


"Tapi, kenapa gak keluar apa-apa?"tanyanya. wajahnya masih menatap kartu yang sedang ia gosok dengan tangan.


"Maksudnya?"tanya Lucas. mata ketiga orang itu menatap Rania dengan lekat.


"Kata Oma, tadi kartu sakti, tapi pas aku gosok gak keluar apa-apa, nih kamu bawa lagi sayang. mungkin jin yang di dalamnya gak mau nurut sama aku,"papar Rania, tangannya menyodorkan kembali kartu itu sama Lucas, bibirnya cemberut lucu.


Mendengar ucapan Rania, kompak semuanya ketawa sampai mengundang tatapan heran dari pengunjung supermarket.


"Kenapa, kok semuanya ketawa?"tanyanya. wajahnya menatap satu persatu orang di depannya yang masih tertawa keras.

__ADS_1


"Kamu, lucu banget sih, pantesan Lucas selalu ketawa sekarang, gak kaya dulu, datar terus mukanya,"Oma menahan tawanya, perutnya sudah sangat sakit gara-gara tertawa.


"Aku, makin gak ngerti deh, kenapa sih? sayang jawab, tahan dulu tawanya,"Rania memegang tangan Lucas.


"Enggak, udah yu kita belanja saja, terus nanti kita buktikan kesaktian kartu yang kamu pegang itu,"Lucas menarik tangan Rania, di belakangnya Oma sama bu Renata mengikuti.


Rania menurut ketika tangannya ditarik sama Lucas memasuki toko berbagai tas wanita, semua yang ada di toko itu semuanya barang branded semua.


"Jangan, di sini semuanya mahal sayang,"Rania berhenti ketika kakinya menginjak lantai toko itu.


"Kenapa?"tanya Lucas. matanya memicing menatap Rania.


"Sayang uangnya, mending nyari yang lain yang,"ucap Rania.


"Kamu, pernah ke sini?"tanya Lucas. ia belum pernah mengajak Rania ke tempat ini sekalipun.


"Iya, waktu itu sama mama. terus dibeliin tas kecil, harganya 40 juta,"papar Rania.


"Yu masuk, malah debat masalah harga, bikin malu aja!"Oma Ratna langsung masuk melewati pasutri di depannya.


"Tuhkan, Oma jadi ngomel. kamu sih yang,"gerutu Rania. ia berlalu meninggalkan Oma Ratna.


"Aku, salah apa ma?"tanya Lucas.ia menggaruk pelipisnya.


"Ah, perempuan memang unik semuanya, bikin langsung lapar,"gumamnya.


Akhirnya Lucas mengikuti ketiga wanita kesayangannya itu, di dalam sana terlihat Oma sedang melihat-melihat satu persatu tas yang berjejer rapi. sedangkan Rania cuma diam seperti tak berminat. Lucas pasti sudah menduga kalau Rania tak mau membeli gara-gara harganya yang selangit.


"Sayang uangnya, mending aku tabung buat masa depan pendidikan anak kita nanti!"


Lucas tak pernah lupa dengan ucapan istrinya itu tiap kali diajak belanja.


"Sayang, kamu bukti kan kalau kartu yang tadi sakti?"bisik Lucas ditelinga Rania.


"Hu"um, gimana caranya?"tanya Rania.


"Ikut aku, kamu pilih tas yang kamu suka sayang,"Lucas menarik tangan Rania menuju deretan tas mewah.


"Tapi, semuanya mahal, gak ada yang murah,"lirih Rania.


"Udah, kali-kali gak papa, aku akan kerja lebih keras lagi nanti,"Lucas meyakinkan Rania, kalau orang lain mungkin dengan senang hati akan mengambil apapun yang mereka inginkan, tapi Rania beda dari yang lain.


"Oke, kalau kamu maksa,"ujarnya, dengan wajah yang ceria Rania mulai melihat-lihat tas yang menurutnya bagus.

__ADS_1


"Sayang, bagus gak?"tanyanya. ia memperlihatkan tas mungil warna merah mudah pada Lucas.


"Bagus! kamu suka?"tanya Lucas. ia ikut memperhatikan detail tas yang sedang dipegang istrinya.


"Suka, tapi mahal yang,"ucap Rania, wajahnya terlihat lesu ketika melihat harga tas yang lumayan mahal itu.


"Ambil aja, terus banting coba,"bisik Lucas. tangannya menarik Rania mendekati penjaga toko.


Rania menurut, ia membanting tas itu ke atas lantai. mata penjaga toko langsung melotot hampir keluar dari tempatnya.


"Mbak! hati-hati dong, emang bisa ganti kalau kenapa-napa?"bentak perempuan berambut coklat itu.


"Saya akan bayar Mbak, tenang saja!"Lucas memberikan kartu yang tadi Rania kembalikan padanya.


"I-iya mas, maaf saya tadi kelepasan membentak,"perempuan tadi menunduk sama Lucas, matanya seakan tak percaya begitu melihat kartu ditangan Lucas.


"Wow! kok bisa kaya gitu? beneran sakti loh, Mbaknya aja sampai melotot,"Rania bertepuk tangan heboh, mulutnya terbuka.


"Sekarang percaya? mau kamu pegang?"tanya Lucas. ia menaik turunkan alisnya.


"Percaya, boleh-boleh, bisa bayar bakso gak kartunya?"tanyanya, wajahnya berbinar cerah.


Oma Ratna sama bu Renata langsung tertawa begitu melihat kelakuan ajaib istri Lucas itu.


"Beli sama tempatnya juga bisa sayang,"


Rania mangut-mangut, matanya tak lepas dari kartu yang baru saja dikembalikan setelah selesai membayar tas yang tadi Rania ambil.


Setelah selesai belanja, terus langsung makan lalu semuanya pulang.


"Kita, mau kemana lagi ini?"tanya Rania. masalahnya ia tak mengenal jalan yang mereka lewati.


"Pulang sayang, emang mau kemana lagi?"Lucas menjawab sambil tetep fokus mengemudikan mobilnya.


"Tapi, ini bukan jalan ke rumah mama atau ke apartemen sayang,"ujar Rania. matanya melirik kanan kiri.


"Kata siapa? kita lewat jalan tikus sayang,"ucap Lucas.


Rania menoleh kebelakang. niatnya akan bertanya sama Oma juga mama mertuanya, tapi ternyata keduanya sedang terlelap sambil menyender satu sama lain.


"Masa jalan tikus? kan jalan tikus di bawah got sayang, masa ada jalan tikus sebersih ini,"Rania tak percaya.


Kumat lagi kan lemotnya, ampun jangan sampai anak kita lemot kaya kamu sayang.

__ADS_1


Hai-hai maaf baru up ya, aku baru sembuh sakit tuh beneran gak enak, makasih yang udah jawab soal obat lambung, bener banget banyak pikiran mempengaruhi segalanya bahkan berat badan turun drastis aku, salam sayang buat semuanya🤗😘


__ADS_2