Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 114


__ADS_3

"Kenapa belum tidur?"tanya Lucas. ia baru saja keluar dari kamar mandi, melihat istrinya yang masih menatap langit-langit kamar.


"Gak bisa tidur, kayanya gara-gara tadi tidurnya lama,"jelas Rania.


"Ya udah, aku temenin sayang,"Lucas naik ke atas tempat tidur sambil membawa laptopnya.


"Kenapa masih kerja?"tanya Rania.


"Cuma mau lihat jadwal besok sayang,"jawab Lucas. Rania mengangguk.


Lucas mulai membuka laptopnya. mata Rania memicing ketika melihat layar laptop yang menampilkan foto dua anak kecil.


"Sayang, itu anak siapa?"tanya Rania.


"Mana?"Lucas balik nanya.


"Itu, yang tadi pas kamu buka laptopnya,"sahut Rania.


"Itu aku sayang,"


"Sama siapa? tapi kayanya aku pernah mengalami wajah kaya gitu, bentar dong aku mau lihat lagi yang,"


"Bentar, aku ada kok, kalau kamu mau lihat, lagian emang kamu ingat pernah punya wajah kaya gitu?"Lucas membuka fail berisi foto-foto masa kecilnya.


"Aku, gak ingat sih, tapi aku pernah lihat di album foto punya ibu ratu,"

__ADS_1


Lucas menggeser laptopnya ke depan Rania setelah ia berhasil membuka fail berisi foto-fotonya.


"Nah, iya sama, aku juga melihat foto yang pakai baju ini, tapi beda ya,"Rania melihat foto itu satu persatu.


"Beda apanya sayang?"


"Kalau yang ini, aku cantik banget, kalau yang di album ibu aku ingusan matanya sembab, hidungnya merah terus keluar ingus,"


"Hahaha mana sih yang cantik banget? aku mau lihat dong,"Lucas tertawa mendengan kepedean Rania.


"Tuh, kamu lihat sendiri, cantik kan?"Rania menunjuk foto yang sedang berada di gendongan Lucas kecil.


"Aku sengaja nyimpan yang gak ada ingusnya, yang ada ingusnya diambil sama bibi. katanya kalau aku yang nyimpan terus nanti berjodoh kamu bakal malu, kasian,"jelas Lucas.


"Ah, Uwa emang baik banget, tapi kapan emang foto ini diambilnya sayang, kenapa aku gak ingat?"tanya Rania. wajahnya terlihat serius menatap Lucas.


"Kamu ngarang, mana mungkin aku gak mau lepas dari kamu, "gumam Rania. suaranya sangat kecil tapi masih didengar Lucas dengan jelas.


"Hahaha itu buktinya ada di foto, kamu gak mau lepas dari gendongan aku, sebenarnya waktu itu, aku udah ngelarang bibi buat bawa kamu pulang, tapi kata bibi kasian ibunya, soalnya baru ditinggal sama bapak kamu meninggal,"


"Jadi, kita udah kenal ya dari kecil?"tanya Rania.


"Iya, dari dulu aku udah sayang sama kamu. rasanya berat banget pas kita mau pisah, beberapa hari aku menyendiri karena merasa kehilangan kamu, terus datang Sherly sama orang tuanya dari Belanda, kehilangan aku sedikit terobati dari situ,"


"Hah, jadi, cinta pertama kamu mbak Serly ya?"sentak Rania.

__ADS_1


"Bukan, kamu cinta pertama aku, aku udah janji bakal nungguin kamu sampai dewasa, terus nikahin kamu, makanya aku sering nanya sama bibi, kabar kamu, nyuruh bibi telpon kamu,"Lucas mencubit pipi istrinya karena gemas.


"Hah, masa anak kecil udah tau cinta sih, aneh kamu, lagian kalau kamu nungguin aku, kenapa malah pacaran sama mbak Shela?"Rania mencebik.


"Kamu tau namanya Shela?"Lucas menetap Rania. seingatnya ia tak pernah menyebutkan nama mantannya itu, atau ia lupa.


"Tau, kenapa? takut nanti aku serang kalau kalian ketemuan?"


"Enggak, perasaan aku gak pernah nyebut nama dia yang, makanya aku nanya,"jawab Lucas.


"Terus aku tau dari mana?"tanya Rania pada dirinya sendiri.


"Mana aku tau, aneh kamu yang,"Lucas geleng-geleng kepala, melihat tingkah istrinya.


"Masalah itu skip dulu, sekarang yang penting dulu,"ucap Rania.


"Apanya yang penting, yang?"


"Masalah, kenapa kamu pacaran sama dia, katanya mau nunggu aku?"


"Dia yang ngejar aku, waktu itu aku baru pulang dari luar negeri, terus gak sengaja ketemu pas di rumah teman,"


"Wah, ternyata kamu keren ya, banyak banget yang ngejar-ngejar kamu, apakah abu beruntung sayang, karena mendapatkan kamu?"Rania mencolek pipi Lucas.


"Diam sayang, kalau kamu gak mau begadang malam ini, tangan kamu itu membangkitkan sesuatu, "Lucas menangkap tangan Rania yang masih di pipinya.

__ADS_1


"Ampun sayang, enggak lagi, beneran"Rania menarik tangannya yang sedang digenggam Lucas.


"Telat sayang, sekarang gak ada ampun,"Lucas segera merebahkan tubuh istrinya .


__ADS_2