Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 27


__ADS_3

"Bocah,kenapa mukanya murung,pasti loe gak bisa ngerjain tugas dari mama kan?"ejek Lucas


Rania tidak menyauti ucapan Lucas,maniknya menatap manik Lucas.setelah itu ia langsung berjalan meninggalkan Lucas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Kenapa tuh bocah,biasanya langsung nyaut kalau di ledek,sekarang datar banget wajahnya


Lucas menatap punggung Rania sampai menghilang dari pandangannya.pikirannya langsung tertuju sama mamanya,apa yang sudah mamanya buat sampai wajah Rania yang biasanya ceria berubah datar.


"Ma,si bocah mama apain?"tanya Lucas,ia langsung bertanya ketika dirinya sampai di kamar mamanya


"Maksud kamu apa?"tanya bu Renata,keningnya mengerut matanya menatap Lucas.


"Tadi wajahnya datar,gak seperti biasanya."jawab Lucas


"Emang biasanya berliku gitu,pakai datar segala."ucap bu Renata


"Ma,aku serius,emang tadi dia di suruh apa sama mama?"tanya Lucas


"Ck,sudah lah kamu gak perlu tahu,sudah sana keluar,mama mau nelpon papa nih."bu Renata malah mengusirnya padahal Lucas begitu penasaran,baru kali ini dirinya melihat Rania seperti itu,selama ini meskipun sedang dirinya ledek sekalipun wajahnya selalu ceria di tambah jengkel membuatnya sangat menggemaskan dalam pandangan Lucas.


"Ma,jawab dulu pertanyaan aku,mama gak marahin dia kan?"tanya Lucas,wajahnya terlihat serius menatap mamanya yang sedang fokus pada ponselnya


"Apaan sih kamu,sudah sana,di depannya aja kaya gak suka,eh di belakangnya peduli banget,mama kasih tahu ya,kamu itu jangan kegedean gengsi nanti di ambil orang,nyesel deh!"kata bu Renata

__ADS_1


"Ma,terserah mama lah,tapi beneran kan mama gak marahin dia tadi?kalau mama nyuruh kerjain sesuatu biar aku saja ma,dia baru lulus SMA jadi mungkin dia belum ngerti."Lucas bicara menggebu-gebu


"Kamu ngomong apa sih,mama gak ngerti deh,udah sana mama mau nelpon papa ini."bu Renata mendengus mendengar ucapan Lucas yang menurutnya tak ia ngerti


"Telpon papanya nanti aja lah,mending sekarang mama jelasin sama aku,kenapa si bocah wajahnya datar kaya tadi."tanya Lucas


"Nanti kamu bakal tahu sendiri,sekarang kamu keluar dari kamar mama,kalau masih mau pakai laptop sok ambil,bawa sana."bu Renata memberikan laptop sama Lucas,lalu mendorong bahu Lucas supaya keluar dari kamarnya


Bu Renata langsung menutup pintu kamarnya,terus menguncinya dari dalam,kalau tidak kaya gitu ia yakin kalau Lucas akang datang lagi ke kamarnya.


masih aja belaga gak suka,eh lihat wajah Rania beda gitu aja langsung khawatir kan,punya anak gitu banget,untung papa gak kaya gitu


****


"Mbak,maaf ya aku lama."ucap Rania,ia langsung duduk di samping Mbak Yanti yang sedang memotong sayuran


"Iya,kamu kan tadi di panggil ibu."kata Mbak Yanti,tangannya berhenti sejenak lalu menoleh sama Rania yang duduk di sampingnya.


"Iya Mbak,mau masak apa?"tanya Rania


"Masak capcay sama udang asam manis Ran,eh ngomong-ngomong tadi kamu di panggil ibu,kenapa?"kata Mbak Yanti


"Eum,aku bingung ceritanya Mbak."ucap Rania

__ADS_1


"Kenapa bingung,ada masalah ya?"tanya Mbak Yanti,ia langsung menatap Rania


"Iya Mbak!"


"Hah,masalah apa,coba cerita sama Mbak,siapa tahu bisa bantu."kata Mbak Yanti


"Sekarang,aku belum siap cerita Mbak,nanti kalau udah siap,aku pasti cerita sama Mbak ya."Rania tersenyum meyakinkan Mbak Yanti yang kelihatan khawatir sama dirinya


"Tapi kamu ga papa kan,gak di pecat kan?"tanya Mbak Yanti


"Engga Mbak,aku baik-baik aja,enggak di pecat juga."jawab Rania,ia terkekeh mendengar pertanyaan Mbak Yanti


"Syukurlah,tapi,nanti bener ya harus cerita sama Mbak."kata Mbak Yanti


"Iya,aku pasti cerita sama Mbak nanti,sekarang kita masak dulu,biar cepat beres,aku mau nelpon ibu,nanyain Uwa,udah nyampai apa belum."ucap Rania,tangannya langsung melakukan kerjaan yang bisa ia kerjakan


Mereka berdua meneruskan kerjaannya masing-masing,sesekali terdengar tawa nyaring dari keduanya,suasana hati Rania sedikit lebih baik,tidak terlalu mengingat akan keputusan yang baru ia ambil,ia melupakan sejenak urusan itu.


Seseorang tersenyum dari jauh melihat wajah Rania sudah kembali ceria,hatinya tenang melihat senyum dari bibir tipis itu sudah kembali.


*Kamu harus selalu senyum bocah,aku bakal tepati janji aku buat jagain kamu selamanya.


like,komen,vote nya ya sayangku🤗*

__ADS_1


__ADS_2